Banyak TKW Membunuh Majikannya Di Arab Kenapa Bukan di Indonesia 

Semua masyarakat di Indonesia tentunya sudah terbiasa mendengar berita
yang sama seperti bahwa si Yanti dihukum pancung di Arab Saudia karena
membunuh isteri majikannya.  Kartika juga dihukum tembak karena
membunuh isteri majikannya.  Ada juga kalanya, si suminem dihukum mati
karena membunuh anak gadis keluarga di Arab Saudia tsb.

Anehnya, jarang sekali ada yang merasa berita2 seperti itu sangat
aneh, karena sebagai orang Indonesia yang tahu budaya dan sifat2
kebanyakan pembantu2 di Indonesia, boleh dikatakan belum pernah kasus2
pembantu yang membunuh isteri majikan dan anak gadis majikan pernah
terdengar di Indonesia.

Kebetulan, sebagai seorang professor yang mengajar di Universitas
negeri yang terbesar diseluruh Amerika, aku banyak sekali teman2 baik
mereka itu mahasiswa, asistent dosen, bahkan professor2 yang keturunan
Arab yang kelahiran Amerika yang mana nenek moyang mereka memang aseli
orang Arab Saudia.

Sebagai sama2 orang2 Professional, kami biasa bicara terbuka dalam
membicarakan berbagai masalah.  Kebetulan sekali aku baru saja membaca
berita adanya pembantu dari Indonesia yang dihukum tembak di Arab
Saudia karena dituduh mencekik isteri majikannya.

Ceritaku kepada sejawat2 keturunan Arab Saudia ini benar2 memancing
berita2 baru yang tidak banyak diketahui oleh orang2 di Indonesia. 
Singkatnya, sejawat2ku yang US Citizen keturunan Arab Saudia ini
semuanya tertawakan aku, dan menyatakan bahwa aku belum mengenal
budaya Arab Saudia.

Mereka semuanya bercerita, yang membunuh isteri majikan di Arab Saudia
itu bisa dipastikan bukanlah pembantu, tapi suaminya yang memang
merencanakan membunuh isterinya dan kemudian tuduhannya dijatuhkan
kepada pembantu untuk kambing hitam melepaskan tuduhan kepada sang
suami.  Kejadian begitu sudah dari zaman dulu, dan bisa dibaca dalam
laporan Dr.Sir Sydney Smith yang berpengalaman bertugas di Arab Saudia
maupun di Mesir sejak abad ke 18.

Seorang ayah di Arab itu juga biasa memperkosa anak gadisnya yang ada
kalanya takut ketahuan orang lain terpaksa sang anak gadis itu
dibunuhnya untuk kemudian si pembantu disalahkan.  Tentu saja si
pembantu tidak tahu bahwa pembunuhnya itu adalah suami dari korban
yang terbunuh, karena mendadak dia sudah ditangkap oleh polisi tanpa
pemeriksaan yang teliti, dasarnya cukup kesaksian dari si pelapor.

Posisi sebagai pembantu selalu kalah, karena dalam hukum Syariah,
pembantu adalah budak yang tidak boleh dipercayai kesaksiannya. 
Benar2 naas, namun begitulah budaya Arab Saudia yang sudah merupakan
landasan dasar hukum Syariah yang melanggar HAM ini.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke