Menimbun Bukanlah Kejahatan, Bukan Pelanggaran !!! Di Amerika, anda bebas menimbun kedelai, menimbun apapun juga tidak ada yang melarang, tidak dianggap melanggar UU, tidak dianggap kriminal, tapi dianggap orang bodoh karena menimbun apapun juga selain tidak menguntungkan bahkan merugikan karena menimbun itu harus menyewa tempat penyimpanan sementara barang yang ditimbun itu tetap berlimpah diluar dengan harga yang tetap sehingga tak perlu menimbun.
Sebaliknya, di Indonesia karena ketidak mampuan pemerintah untuk menyediakan bahan2 makanan, maka mereka yang menimbun itulah yang disalahkan, padahal di Amerika pemerintah selalu mengingatkan rakyatnya untuk jangan lupa menimbun makanan dimana setiap detik bisa kemungkinan terjadi bencana alam sehingga sukar mendapatkan makanan. > Batul <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Zaman Soeharto orang tidak berani melakukan seperti > ini, di zaman reformasi hal seperti ini dapat > dilakuakan dan kalau dibawa ke pengadilan tersangka > akan melakukan suap maka hukum tidak berguna Suharto itu menimbun harta korupsi, tindakan itulah yang merajalela dizamannya yang melanggar hukum dan harus dikutuk. > bening hati <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sekalipun Islam memberikan kebebasan kepada setiap > > orang dalam menjual, membeli dan yang menjadi > > keinginan hatinya, tetapi Islam menentang dengan > > keras sifat ananiyah (egois) yang mendorong > > sementara orang dan ketamakan pribadi untuk > > menumpuk kekayaan atas biaya orang lain dan > > memperkaya pribadi, kendati dari bahan baku yang > > menjadi kebutuhan rakyat. > > Untuk itu Rasulullah s.a.w. melarang menimbun Ajaran Rasullulah itu sama sekali menyesatkan, karena menimbun itu bukanlah keserakahan melainkan kebutuhan dari setiap mahluk. Semut menimbun makanannya, lebah menimbun madunya. Bank yang kita gunakan adalah untuk menabung yaitu artinya menimbun hasil kerja kita. Menimbun apapun tidak pernah bisa dilakukan atas biaya orang lain, karena kalo anda menimbun atas biaya orang lain, maka tidak pernah dinamakan "menimbun" melainkan "mencuri atau merampok". Muhammad itu memang menimbun hasil rampokan dari orang2 Yahudi, dan hal itu melanggar HAM bukan teladan yang baik. Dia adil dalam membagi harta rampokan, dalam hal ini tidak dinamakan adil karena yang dibagikan itu bukanlah harta yang miliknya. Sadarilah hai saudaraku, agama kepercayaan telah merusak cara berpikir normal hingga kenyataan bisa diputer balik tidak sesuai dengan arti sebenarnya. Sama halnya, bersaksi dalam syahadat bukanlah bersaksi tapi tidak menyaksikan. Menimbun bukanlah merampok, jadi menimbun bukanlah kejahatan seperti merampok. Merampok juga menimbun, namun menimbun harta orang lain, menimbun atas biaya orang lain. Pemerintah Indonesia selalu menindak rakyatnya yang menimbun sebenarnya merupakan pelanggaran hukum karena tidak ada UU tentang istilah penimbunan, kata "menimbun" tidak ada konsistensi definisinya dalam arti hukum, karena menabung juga adalah menimbun. Sikap pemerintah yang menangkapi rakyatnya yang dituduh menimbun tsb sebenarnya disebabkan ketidak mampuan pemerintah dalam mendistribusi atau dalam menyediakan bahan2 yang sebenarnya tidak perlu ditimbun. Rakyat tidak akan menimbun apabila harga stabil keberadaannya stabil. Bahkan pemerintah sendiri harus menimbun bahan2 pokok cadangan untuk persiapan musim paceklik. Menimbun itu tidak gampang, selain membutuhkan biaya juga membutuhkan tempat. Namun peradaban manusia yang berkembang bersama science teknologi memungkinkan manusia untuk menimbun kebutuhannya agar bisa disimpan lebih lama. Misalnya lemari es diciptakan untuk memberi kesempatan kepada semua manusia untuk menimbun kebutuhannya. Dalam situasi bencana alam dimana makanan susah, maka siapapun yang menimbun atau yang memiliki sedikit makanan tentu akan dirampok, namun hal ini bukan contoh bagaimana pemerintah harus melakukan rakyatnya yaitu dengan merampok rakyatnya sendiri dengan tuduhan menimbun karena krisis ekonomi yang terjadi bukan disebabkan bencana alam tetapi oleh korupsi yang tidak mampu diperbaiki pemerintah. Sekali lagi, ajaran yang menyalahkan atau melarang menimbun bukanlah ajaran yang patut diajarkan dan sama sekali bukan merupakan pendidikan etika moral yang baik karena kita tidak bisa iri kepada mereka yang pandai merencanakan dengan menabung atau menimbun kebutuhannya untuk dipersiapkan pada masa sukar yang membutuhkan bahan yang sukar didapatnya. Ny. Muslim binti Muskitawati. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
