Mau korups si Harto dikembalikan atau tidak? Kalau mau jangan  putar lidah, ini 
beritanya :"Without a concrete plan to assess country progress in implementing 
the U.N. treaty, the convention will be nothing more than a dead letter," said 
Huguette Labelle, chairperson of Transparency International (TI), Silahkan baca 
: http://www.ipsnews.net/news.asp?idnews=41007

  ----- Original Message ----- 
  From: holyuncle 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, January 31, 2008 11:00 AM
  Subject: [proletar] Bank Dunia tak sarankan Inisiatif StAR untuk lacak dugaan 
aset Soeharto


  ***Bank Dunia tidak merekomendasikan pengusutan dugaan aset-aset 
  mantan Presiden Soeharto di luar negeri. 

  ***Kenapa tidak ? Takut hasil pengusutan nol besar ?

  ***Pendekar2 milis yang selalu salahkan bangsa Indonesia begini 
  begitu, kenapa tidak minta bantuan WNI dan ex WNI di AS, copotkan 
  Direktur Pelaksana Bank Dunia Ngozi Okonjo-Iweala yang menolak 
  berkomentar ketika ditanya kemungkinan Bank Dunia menggunakan 
  Inisiatif StAR untuk mencari aset Soeharto di luar negeri. Pendekar2 
  di dalam negeri, minta KPU periksa apakah Direktur Pelaksana Bank 
  Dunia Ngozi Okonjo-Iweala itu pernah ke Cendana.

  ***StAR ? Nanti belum apa2 minta admin fee USD 10 juta...... 

  Bank Dunia tak sarankan Inisiatif StAR untuk lacak dugaan aset 
  Soeharto 

  JAKARTA: Kendati menyarankan negara-negara berkembang agar 
  memanfaatkan Inisiatif StAR untuk menyelamatkan aset negara yang 
  dicuri, Bank Dunia tidak merekomendasikan pengusutan dugaan aset-
  aset mantan Presiden Soeharto di luar negeri. 

  Direktur Pelaksana Bank Dunia Ngozi Okonjo-Iweala bahkan menolak 
  berkomentar ketika ditanya kemungkinan Bank Dunia menggunakan 
  Inisiatif StAR untuk mencari aset Soeharto di luar negeri. "Dia 
  [Soeharto] itu salah satu pendiri bangsa ini. Saya tidak bisa 
  berkomentar," katanya dalam sebuah seminar di Jakarta, kemarin. 

  Mantan menteri keuangan dan eks menteri luar negeri Nigeria itu 
  hanya meyakini pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono 
  memiliki komitmen kuat untuk memberantas korupsi di Indonesia. 

  Menurut dia, untuk mengoptimalkan pemberantasan korupsi, pemerintah 
  hendaknya memberikan kekuatan dan kewenangan yang luas terhadap 
  lembaga antikorupsi yang ada. "Beri kekuatan yang besar terhadap 
  lembaga antikorupsi karena untuk mengerem korupsi dibutuhkan 
  kekuatan yang luar biasa." 

  Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyiapkan inisiatif 
  bantuan kepada negara berkembang guna mengatasi hilangnya aset 
  negara akibat korupsi. Bantuan tersebut juga ditujukan untuk 
  mengatasi berkurangnya aset negara akibat berbagai aktivitas 
  kriminal. 

  Ngozi sebelumnya menyebut praktik korupsi dan pencucian uang 
  menyebabkan negara berkembang kehilangan dana sekitar US$20 miliar-
  US$40 miliar per tahun. 

  Bank Dunia, seperti dikutip dari situs resminya, memperkirakan 
  setiap US$100 juta aset negara yang dicuri dan dikembalikan lagi ke 
  negara berkembang akan dapat mendanai pemberian imunisasi bagi empat 
  juta anak-anak, pembangunan jalur air bagi 250.000 keluarga, serta 
  pengobatan penyakit malaria bagi 50-100 juta orang. 

  Untuk itu, Ngozi menyerukan aksi bersama memberantas korupsi. 
  Menurutnya, negara-negara korban praktik korupsi ini telah 
  dipermalukan serta dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan standar 
  yang berlaku di negara-negara maju untuk pelaksanaan transparansi, 
  akuntabilitas dan tata kelola yang baik. 

  Padahal, lanjut dia, suatu kenyataan yang telah diabaikan adalah 
  praktik korupsi di negara-negara berkembang sebenarnya produk 
  situasi global yang memang membiarkan dan memungkinkan hal itu 
  terjadi. "Seluruh negara bertanggung jawab terhadap situasi 
  tersebut," tegasnya. 

  Oleh Ahmad Muhibbuddin & Nana Oktavia Musliana
  Bisnis Indonesia

  http://www.bisnis.com/servlet/page?
  _pageid=127&_dad=portal30&_schema=PORTAL30&vnw_lang_id=2&ptopik=A55&c
  date=31-JAN-2008&inw_id=576979



   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.17/1252 - Release Date: 1/30/2008 
8:51 PM


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke