02/02/08 08:28
 
 
Bunuh Diri di Kalangan Tentara AS Meningkat
 
 
Washington (ANTARA News) - Tindakan bunuh diri di kalangan tentara Amerika 
Serikat bertambah dalam tiga tahun belakangan, bahkan mencapai tingkat 
tertinggi dalam 25 tahun terakhir, ungkap data yang diterbitkan militer, Kamis.
 
 
 
Petinggi militer mengaitkan peningkatan yang meresahkan tersebut dengan masalah 
perkawinan dan semakin panjangnya serta semakin banyaknya penugasan ke Irak 
maupun Afghanistan.
 
 
 
"Saya pikir itu adalah penanda adanya stres pada tentara," kata Kolonel Elsbeth 
Ritchie, konsultan psikiatrik militer, lalu mengatakan "keluarga-keluarga 
(tentara AS) sudah letih".
 
 
 
Data yang diterbitkan militer tersebut memperlihatkan angka bunuh diri maupun 
percobaan bunuh diri melonjak pada tahun 2006 setelah merambat naik sejak AS 
berperang di Afghanistan dan Irak.
 
 
 
Menurut data tersebut, lebih dari dua ribu tentara mencoba bunuh diri atau 
melukai sendiri pada tahun 2006, sedangkan pada tahun 2002 jumlah kasus 
tersebut 375 kejadian.
 
 
 
Pada tahun 2006, terdapat 102 tentara aktif yang melakukan bunuh diri, jumlah 
tersebut hampir dua kali lipat dari kasus pada tahun 2001, ungkap data tersebut.
 
 
 
Angka tersebut menunjukkan bahwa jumlah bunuh diri bahkan semakin tinggi pada 
tahun 2007, dengan 89 kasus dipastikan bunuh diri dan 32 kematian lainnya masih 
menunggu penegasan sebagai bunuh diri.
 
 
 
Menurut Ritchie, sebagian besar kasus bunuh diri itu diakibatkan masalah dalam 
hubungan, dan hanya sebagian kecil yang berlatar masalah hukum, keuangan atau 
masalah kerja.
 
 
 
"Kalau orang membawa senjata yang sudah dikokang, seringkali bunuh diri terjadi 
tiba-tiba. Misalnya ada yang mendapat `email` dari pasangannya dengan kalimat 
`saya ingin cerai`, lalu dia menembak diri sendiri," katanya.
 
 
 
Laporan insiden bunuh diri itu mengisyaratkan bahwa orang tidak akan bunuh diri 
kalau sebab langsungnya adalah pertempuran, kata Ritchie.
 
 
 
""Tetapi, kerapnya penugasan telah membuat hubungan menjadi tegang, dan 
hubungan yang tegang serta perceraian sudah mutlak berhubungan dengan 
meningkatnya bunuh diri."
 
 
 
"Masalah lain adalah kelainan stres pasca-traumatik, kelainan stres 
pasca-traumatik secara sejarah serta penggunaan Narkoba.
Dari 102 tentara aktif pada 2006, 72 bunuh diri saat tidak bertugas ; 27 
ditugaskan ke Irak; dan tiga di Afghanistan.
 
 
 
Kebanyakan yang bunuh diri adalah pria muda antara 18 dan 24 tahun, dan 
terdapat 11 tentara wanita yang bunuh diri sepanjang 2006.
 
 
 
"Itulah jumlah tertinggi bunuh diri tentara perempuan, setahu saya," kata 
Ritchie dikutip AFP.(*)
 
 
 
http://www.antara.co.id/arc/2008/2/2/bunuh-diri-di-kalangan-tentara-as-meningkat/
 
_________________________________________________________________
Helping your favorite cause is as easy as instant messaging. You IM, we give.
http://im.live.com/Messenger/IM/Home/?source=text_hotmail_join

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke