Koalisi LSM Tolak Draf Ketentuan Utang ADB 11 Februari 2008 - 17:44 WIB Kurniawan Tri Yunanto
*VHRmedia.com, **Jakarta* - Draf dokumen kebijakan pedoman perlindungan atau *safeguard policy statement* yang diberlakukan Asian Development Bank merugikan Indonesia. Draf dokumen itu melemahkan posisi masyarakat adat dan masyarakat tergusur serta menjadi ancaman serius bagi kelestarian lingkungan. Demikian pernyataan beberapa perwakilan lembaga swadaya masyarakat ketika berunjuk rasa di kantor ADB, Jakarta, Senin (11/2). Kusfiardi, koordinator aksi dari Koalisi Anti Utang, mengatakan kajian terhadap draf dokumen *safeguard policy statement* (SPS) itu menunjukkan draf itu sangat melemahkan posisi mayarakat adat dan masyarakat tergusur serta menjadi ancaman serius bagi kelestarian lingkungan. "Proses konsultasi ini hanya akan menjadi alat legitimasi bagi hadirnya SPS yang semakin mempermudah persyaratan utang ke ADB," katanya. Menurut Kusfiardi, SPS tidak layak dijadikan materi konsultasi dan kajian publik karena hanya mempromosikan usaha-usaha perlindungan yang lemah bagi lingkungan dan masyarakat korban. Inisiatif ADB untuk melakukan forum konsultasi terhadap draf revisi dokumen SPS sekadar upaya melanggengkan praktik kejahatan kemanusiaan melalui transaksi utang luar negeri. Sejak 1967 perusahaan dan konsultan Jepang telah mendapatkan kontrak proyek yang dananya didapat dari utang ADB sebesar US$ 8 miliar. Sejak Juli 2006 sebanyak 16 kontraktor asal Amerika mendapatkan proyek sebesar US$ 6,16 miliar yang dibiayai oleh utang ADB. Sampai tahun 2006 terdapat 28 proyek yang dibiayai oleh utang ADB. Menurut Kusfiardi, saat ini total nilai utang dari ADB mencapai US$ 2.170.40juta. Dari jumlah itu hanya US$ 917,32 juta (42,27%) yang dapat diserap masyarakat. "Bahkan di dalamnya terdapat 8 proyek yang mengalami keterlambatan pengalokasian dana pendamping ke daerah pelaksanaan proyek. Permasalahan lain terkait dengan lambannya penyerapan dana pinjaman proyek adalah pembebasan tanah, proses pengadaan, penyediaan dana *backlog,* dan skema penyaluran kredit." Berdasarkan data-data itu, para pengunjuk rasa tidak menyetujui dan tidak mempercayai proses konsultasi dan dialog yang dilakukan ADB selama ini. Lembaga pemberi utang itu diminta segera keluar dari Indonesia dan tidak lagi menawarkan berbagai jenis utang secara* *ofensif kepada Indonesia. "Pemerintah harus segera menghapuskan utang-utang lama dan tidak membuat kesepakatan baru yang berimplikasi pada penambahan utang dan tergadainya kedaulatan ekonomi nasional," kata Kusfiardi. Unjuk rasa itu dilakukan beberapa LSM, antara lain Koalisi Anti Utang (KAU), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Serikat Petani Indonesia (SPI), Solidaritas Perempuan, Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam), Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Sawit Watch, Bina Desa, International NGO Forum on Indonesian Development (INFID), Kemala, Aliansi Gerakan Reformasi Agraria (AGRA), Perkumpulan untuk Pembaharuan Hukum Berbasis Masyarakat dan Ekologi (HuMa), Sarekat Hijau Indonesia (SHI), serta NADI. (E1) http://www.vhrmedia.com/vhr-news/berita-detail.php?.g=news&.s=berita&.e=1311 -- Yuyun Harmono Outreach Koalisi Anti Utang (KAU)/Anti Debt Coalition Indonesia Jl. Tegal Parang Utara No.14 Jakarta Selatan 12790 Indonesia Telp. 021-79193363,Fax. 021-7941673, Hp. 081807867506 website : www.kau.or.id blog : antiutang.wordpress.com [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
