tadi siang waktu lagi ngobrol di kantor, tv di ruangan nyala. suaranya dikecilin dan nyaris gak diperhatikan, mendadak rekan para ibu-ibu di ruangan pada menunjuk ke tv dan ada yg membesarkan volume. rupanya ada tayangan berita kriminal yg hadir tiap hari.
tampak kerumunan orang banyak termasuk para aparat, rupanya sedang 'menggebuki' seseorang dan polisi cukup kewalahan menghalau massa. sang 'korban' tampak terkulai dan digotong, lantas gambar beralih ke seorang ibu yg sedang menggendong putranya yg terus menangis. 'mati .. mati ya?', begitu tanya rekanku. 'iya, disergap dan digebuk sampe mati di jalan!', jawab yg lain. samar kudengar, rupanya berita tentang kasus penculikan anak di makasar, dan si pelaku tertangkap lantas dihakimi, begitu kira2. hebat, entah bagaimana caranya si peliput bisa dapat berita. mulai dari pemukulan (artinya korban masih hidup), sampai akhirnya terkulai bonyok dan digotong alias statusnya jadi tak bernyawa lagi. rasanya bukan kali ini, para peliput bisa dapat berita on the spot berkaitan dengan kematian, dari sekian berita tv yg sempat kulihat. misalnya saja, klo gak salah di makasar pula berkaitan dgn masalah (pembebasan) tanah sekitar sebulanan lalu, terjadi kisruh antara aparat (polisi?) dgn penduduk lokal. setelah terjadi saling sambit serta kejar-kejaran, lantas ada seorang polisi di tengah lapang yg mendadak dihampiri seseorang bersenjata. lantas .. bles, ditancep dan si polisi rubuh. dan seperti adegan film lengkap gaya 'shaky camera' (kamera goyang agar berkesan 'penonton turut berlari', biasanya yg sering menggunakan tehnik pengambilan film gaya ini adalah sutradara ternama hollywood seperti michael bay di film armageddon, the island, serial bad boys, transformers, dll), si kamerawan tv terus mengabadikan kejadian nyata itu hingga sang polisi itu digotong para rekannya. sementara narasi berita terus melaporkan bahwa seorang polisi tewas tertikam pada peristiwa itu. di lain pihak, aku coba bandingkan pemberitaan tv di aussie. pertama, rasanya gak ada siaran khusus 'kejahatan' ala indonesia, yg serentak menjamur dan mengepung pemirsanya di seluruh channel serta pada saat tayang relatif seragam (sekitar jam makan siang). acara semacam 'patroli', 'buser', 'sidik', dll (dari namanya aja udah ketahuan 'crime and action' ala charles bronson or steven seagall, etc) gak tampak, entah karena kebijakan programmer tv, ato aturan badan sensor penyiaran, ato karena memang gak ada ekspos kejahatan di sana? dari segi kuantiti memang pernah ada beberapa kilasan berita (semacam breaking news) mengenai liputan kecelakaan, misalnya bentrok pengunjuk rasa versus kepolisian. tapi biasanya tidak anarkis ato merembet ke perusakan fasilitas publik, melainkan kejadian 'lempar kentang busuk' vs tembakan semprotan air seperti peristiwa di sydney yg rada rasis. itupun bukan dijadikan acara khusus, melainkan sisipan kilasan berita dan bisa dilaporkan hingga berhari-hari (saking langkanya stok). lalu berita 'kriminal' yg paling sering muncul namun tetap hanya jadi berita sisipan yg pernah kutonton, misalnya tentang seorang pelancar air di laut yg diserang (tapi jarang yg kegigit) hiu. juga berita yg sempat menyita perhatian karena muncul di koran dan radio, adalah 'kenakalan' beberapa anak muda tanggung yg menyiksa seekor kucing di stasion kereta. karena ada camera cctv, maka para pelaku dgn mudah diidentifikasi dan gk sampai beberapa jam langsung diciduk dari rumahnya masing2. efek dari berita ini yg jadi menarik dan luar biasa, bukan soal kriminalitasnya, melainkan jadi banyaknya sambutan dan tawaran dari penduduk aussie yg meminta untuk adopsi si kucing malang yg sempat 'opname' beberapa hari di rumah sakit. kedua, apakah tv selaku media, bisa juga jadi alat kontrol budaya? selaku insan pers, tugas mereka bisa 'lurus' untuk melaporkan apa saja yg terjadi di sekitar mereka (dan masyarakat). selebihnya biar publik menerima, mencerna, menilai, lalu entah meniru? bercermin? masih soal tv, sudahlah .. gk usah merembet ke sinetron ato laga movie. toh sesuai dengan resep dan slogan 'koran kuning', semakin banyak darah, airmata, sperma (maaf, maksudnya berita ato artikel yg berkaitan dgn 'cairan', serta terakhir adalah mengenai kasus pemerkosaan, selingkuh, dst) di halaman muka (lengkap dgn gambar dan foto akan lebih nge-jreng), maka semakin laku-lah koran tsb. dan fenomena itu semakin merengsek ke ruang keluarga, ke kantor, ke kamar tidur, serta ditonton bebas oleh pemirsa usia 7 hingga 77 taon secara lugas, gamblang, ekslusif, terkini, dan hidup di tiap layar kaca dan di tiap channel selama 24 jam, bernama tv. :touch me .. :how can it be :believe me .. :the sun always shines on tv *from: 'the sun always shines on tv' - a-ha (alb. hunting high n low) -duke- Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
