Wong tertarik Islam itu biasanya bukan karena didatangi wong
Islam,tapi mlebu karepe dewe,soale agama fitrah.

Ini adalah tulisan yang dicuplik dari buku For God and Country, karya
James Yee, seorang Kapten Muslim U.S. Army. Dalam buku itu (terbitan
Dastan 2006), ia mengisahkan dirinya sendiri saat menjadi korban
paranoid Amerika.

Pada saat aku mulai dewasa, agama bukanlah hal yang sangat berarti
dalam hidupku. Aku merasa enggan mengikuti sekolah pagi setiap akhir
pekan di gereja Protestan Lutheran, bersama ibuku. Seperti halnya
teman sekelasku yang lain, aku juga merayakan Natal dan Paskah, namun
aku bukanlah pengikut agama yang taat. Kemudian semuanya berubah tidak
lama setelah aku tamat.

Beberapa saat setelah lulus dari West Point, aku dan Mike pergi ke
Myrtle Beach, Carolina selatan, bergabung dengan anggota Zoo Crew
lainnya, bersantai melepaskan diri dari tahun-tahun yang menegangkan
selama di West Point. Aku di jadwalkan berangkat mengikuti pendidikan
dasar perwira artileri pertahanan angkatan udara di Fort Bliss – El
Passo, Texas. Dari sana kemudian aku nanti akan ditugaskan sebagai
operator rudal Patriot di Bitburg, Jerman.

Saat perjalanan pulang dari Myrtle Beach, aku mampir di Washington
D.C. untuk menemui Nichole. Sudah lama aku tidak mengunjunginya,
terutama setelah ia berangkat dari West Point, namun kami masih tetap
berteman baik dan saling berkomunikasi melalui telepon. Saat
mengunjungi Nichole, aku berdiskusi serius dengan teman sekamarnya,
seorang gadis muda bernama Sonji. Dia saat itu sedang mempelajari
agama, dan mulai tertarik dengan ajaran Islam -- agama yang aku
sendiri kurang memiliki pemahaman tentangnya.

"Bagaimana pendapatmu tentang pemikiran yang meyakini Tuhan yang tak
memiliki anak atau keturunan?" tanyanya pada suatu sore, saat kami
berjalan-jalan mencari santapan malam.

"Aku yakin bahwa ada satu Tuhan," jawabku. "Dan Yesus adalah anak Tuhan."

"Aku juga yakin akan adanya Yesus," ujarnya. "Tapi, menurut
pendapatku, dia adalah seorang nabi, bukan anak Tuhan."

Aku membantah pendapatnya, bahwa itu tidak sesuai dengan ajaran
Kristen yang kupelajari dan aku tidak setuju dengan pendapatnya secara
keseluruhan. "Aku yakin dengan ajaran trinitas, satu Tuhan yang ada
pada tiga manusia, tiga dalam satu," kataku. Sonji juga dibesarkan
dalam agama Kristen dan mengerti akan hal ini sepenuhnya, dan ia
memperlihatkan perbedaan yang amat menonjol antara Islam dan Kristen :
Islam menyatakan bahwa hanya ada satu Tuhan dan Yesus – yang merupakan
sosok yang luar biasa penting bagi ajaran Kristen – bukanlah anak
Tuhan, melainkan seorang nabi.

" Apa yang kaukatakan itu tidak sesuai dengan ajaran Kristen," jawabku.

" Pernahkah kau membaca tentang agama Islam?" tanya Sonji.

" Belum, " jawabku dengan jujur.

" Nah, kalau begitu bagaimana kau bisa mengkritik sesuatu yang tidak
kau ketahui apa pun tentangnya?" tanyanya lagi.

Aku tidak pernah dengan mudah mengakui kekalahan dalam perdebatan itu,
hanya saja aku belum menemukan jawaban yang memuaskan. Aku katakan
padanya bahwa aku akan mencari tahu tentang Islam dan
pemikiran-pemikiran yang telah dinyatakannya padaku. Saat itu aku
berharap bisa menghubunginya di kemudian hari dan menunjukkan bahwa
apa-apa yang telah dikatakannya padaku saat itu adalah salah dan aku
akan menang dalam perdebatan itu.

Kemudian aku membeli sebuah buku yang berjudul Understanding Islam :
An Introduction to the Muslim World karya Thomas W. Lippman dan mulai
membacanya. Saat itu aku berharap akan menemukan hal-hal aneh tentang
islam, namun anehnya aku malah menemukan bahwa ajaran Islam memiliki
kemiripan dengan apa yang kuyakini dalam agamaku, Kriten Protestan.
Orang Islam percaya bahwa Yesus dilahirkan oleh Bunda Maria dengan
suatu keajaiban, dan ia adalah seseorang yang mengajarkan pada umatnya
untuk percaya akan adanya satu Tuhan, dan percaya akan adanya hari
pembalasan. Semuanya ini sudah aku ketahui dan aku yakini.

Aku terus membaca, mulai berkonsentrasi pada kisah Nabi Muhammad.
Orang Islam percaya bahwa Muhammad adalah satu-satunya nabi yang ada
sesudah Yesus. Sangat sulit untuk menyangkal bahwa Nabi Muhammad
bukanlah seorang pemimpin agama yang luar biasa. Keberadaan umat Islam
di dunia saat ini bahkan sudah menjadi bukti akan kehebatannya.
Seperti halnya Yesus, Muhammad juga mengajarkan kepada umatnya untuk
percaya dan yakin pada satu Tuhan. Aku mempercayai Ibrahim, Musa, Nuh,
Daud, Yusuf, dan Yesus, jadi mengapa aku tidak mempercayai adanya
Muhammad ?

Perbedaan yang paling mencolok yang aku temukan antara ajaran Kristen
dan Islam adalah tentang ketuhanan Yesus. Apakah dia betul-betul anak
Tuhan atau bukan ? Yesus adalah manusia biasa. Dia butuh makan. Dia
butuh waktu untuk tidur. Dia merasakan penderitaan dan memiliki dan
memiliki sifat keTuhanan pada saat yang bersamaan. Sepanjang hidupku
sebagai penganut ajaran Protestan Lutheran, aku biasanya berdoa pada
Yesus, yang saat itu aku yakini sebagai Tuhan Bapa. Aku yakin mereka
sama dan adalah satu. Orang Islam berdoa kepada Tuhan dan bukan kepada
Muhammad. Ini adalah perbedaan jelas yang mulai aku mengerti dan ini
sangat masuk akal.

Setelah selesai pendidikan dasar artileri pada Januari 1991, aku
mendapatkan pelatihan lanjutan di Fort Knox, Kentucky. Di sini aku
bertemu dengan tiga orang perwira Mesir yang ketiganya beragama Islam.
Kami kemudian menjadi akrab dan menghabiskan waktu berbincang mengenai
agama. Mereka menunjukkan padaku ruangan kecil di dalam rumahnya
sebagai tempat mereka beribadah dan menjawab pertamyaan-pertanyaanku
tentang bagaimana mereka melakukan ibadah dan keyakinan mereka akan
Islam. Mereka menjelaskan tentang lima fondasi Islam yaitu : percaya
pada Tuhan, melaksanakan sholat lima waktu, bersedekah, menjalankan
puasa di Bulan Ramadhan, dan melakukan ibadah Haji ke kota Mekkah -
seperti yang sudah aku baca. Para perwira itu sangat ramah dan
bersahabat, dan aku merasakan mereka memiliki sesuatu di dalam diri
mereka yang menciptakan adanya ikatan spritual satu sama lain.

Pada saat aku kembali ke New Jersey mengunjungi kedua orang tuaku pada
minggu terakhir kunjungan dinas sebelum diberangkatkan ke Jerman
dengan kapal, aku saat itu memiliki keyakinan kuat untuk menjadikan
Islam sebagai bagian hidupku dan memutuskan untuk pindah agama. Pada
tanggal 9 April 1991, aku mengucapkan syahadat, yang dalam bahasa Arab
merupakan sebuah kesaksian. Di hadapan umum aku bersaksi bahwa tidak
ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, yang merupakan
dasar pertama dalam ajaran agama Islam. Sangat sederhana. Kemudian aku
menggunakan Yusuf sebagai nama panggilan di antara sesama penganut
agama Islam lainnya. Yusuf dalam bahasa Arab berarti Joseph, yang saat
itu merupakan nama tengahku, sesudah nama keluarga. Setelah itu, Imam
-- yang menjadi pimpinan agama --masjid di Newark memperkenalkanku
pada seluruh umat Islam yang hadir saat itu dan mereka menyambutku
dengan ramah. Aku diberi satu buah Alquran, yang sudah diterjemahkan
dalam bahasa Inggris oleh penerjemah Alquran terkenal yaitu Yusuf Ali.

Pada awalnya keluargaku beranggapan bahwa ketertarikanku pada Islam
hanya bersifat sementara saja. Namun saat mereka menyadari bahwa aku
serius dengan apa yang kulakukan, mereka akhirnya memberikan dukungan
yang luar biasa.

Aku masih harus belajar banyak tentang Islam, dan sebelum berangkat ke
Jerman aku membeli satu set kitab hadis Sahih Muslim yang terdiri dari
empat seri. Sahih Muslim adalah kumpulan pemikiran, perbuatan,
perkataan Nabi Muhammad – yang kemudian disebut sebagai hadis dalam
kesusasteraan Islam. Jika membacanya, aku akan terhanyut hingga
berjam-jam, sangat menarik.

Pada waktu itu, Sonji baru saja menamatkan pendidikannya dan kembali
ke Newark, New Jersey. Di sinilah ia dibesarkan, dan jaraknya tidak
begitu jauh dengan daerah asalku, Springfield. Aku mampir
mengunjunginya, dan dia mengatakan padaku bahwa beberapa bulan setelah
kami berdiskusi sore itu, ia memeluk agama Islam. Pada saat aku
menghubunginya, dia berharap bertemu denganku dan bertukar pendapat
tentang agama; dia heran mengapa aku begitu serius mendalami Islam.
Aku katakan padanya bagaimana aku menghargainya sebagai seorang yang
memberikan inspirasi padaku untuk mempelajari dan mengenal lebih jauh
agama Islam.

Aku sangat tertarik padanya. Kami sering menghabiskan waktu bersama,
selama dua minggu sebelum aku berangkat ke Jerman, dan itulah pertama
kalinya aku merasa jatuh cinta. Cinta pandangan pertama yang
benar-benar tanpa kekangan, aku berharap suatu hari aku akan menikahi
Sonji. Namun pada saat aku mulai melintasi Atlantik dan dia mulai
serius dengan impiannya menyelesaikan pendidikan di bidang hukum untuk
menjadi pengacara, kami memutuskan hubungan. Namun kami tetap
bersahabat, dan masih sering berhubungan.

Shalom,
tawangalun.





Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke