Nasional LSM Tolak Revisi Dokumen Asian Development Bank Rabu, 13 Februari 2008
*JAKARTA* -- Sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat kemarin melakukan aksi *walkout* saat rapat konsultasi dengan Asian Development Bank's Safeguard Policy Statement (standar pengamanan proyek). Aksi *walkout* itu dilakukan terkait dengan penolakan mereka terhadap dokumen yang diajukan dalam rapat konsultasi yang dilaksanakan pada 12-13 Februari ini di Indonesia. "Dokumen itu mempromosikan usaha-usaha perlindungan yang lemah bagi lingkungan dan masyarakat korban lewat proyek-proyek ADB," kata Titi Soentoro, salah seorang juru kampanye NADI, LSM yang memantau *public and private finance*, kemarin. LSM yang terdiri atas Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, AGRA, Bina Desa, Elsam, HUMA, International NGO Forum on Indonesian Development, INDIES, IESR, Koalisi Anti-Utang, Kemala, KruHA, NADI, Solidaritas Perempuan, Serikat Petani Indonesia, Sawit Watch, Sarekat Hijau Indonesia, dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) tersebut menilai dokumen yang diajukan dalam rapat konsultasi tidak layak untuk dijadikan materi konsultasi dan kajian publik. Dokumen itu, menurut Titi, juga tidak menunjukkan komitmen untuk mengoreksi kelemahan dalam kebijakan penyaluran utang yang berjalan selama ini. Kelemahan dasar dokumen tersebut adalah merombak aturan perlindungan ADB yang sudah terperinci dan bersifat wajib tentang lingkungan, penggusuran, dan masyarakat adat. Mereka menilai dokumen tersebut mengabaikan prinsip dan komitmen tentang pembangunan ekonomi, sosial, dan perlindungan lingkungan. "Parahnya, draf dokumen tersebut justru mengusulkan pelonggaran aturan mengenai penggusuran paksa," ujar Deputy Director International NGO Forum on Indonesian Development Dian Kartika Sari. Direktur Eksekutif Walhi Chalid Muhammad menilai saat ini Indonesia sebaiknya tidak mengajukan utang lagi kepada ADB. "Indonesia akan lebih baik tanpa ADB," ujarnya. Menurut Koordinator Nasional Koalisi Anti-Utang, Kusfiardi, sejak 1969 hingga 2006, ADB telah mencairkan utang US$ 17,3 miliar dalam 277 perjanjian kepada Indonesia. Pada 2006, terdapat 35 pinjaman program senilai US$ 3,3 miliar. *Reh Atemalem Susanti* http://www.korantempo.com/korantempo/2008/02/13/Nasional/krn,20080213,1.id.html -- Yuyun Harmono Outreach Koalisi Anti Utang (KAU)/Anti Debt Coalition Indonesia Jl. Tegal Parang Utara No.14 Jakarta Selatan 12790 Indonesia Telp. 021-79193363,Fax. 021-7941673, Hp. 081807867506 website : www.kau.or.id blog : antiutang.wordpress.com [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
