Agak lupa dalilnya tapi kurang lebih hadisnya gini:
Kalau soal ibadah mahdloh maka semuanya haram kecuali yang
diperintahkan.Kalau soal dunia semuanya halal kecuali yang dilarang.
Jadi puasa ngebleng yo gak boleh berarti gawe syariat sendiri.
Solat rawatib setelah Subuh yo gak boleh karena tdk diperintahkan.
Tapi asuransi boleh kan tdk dilarang,dan itu soal dunia.Riba bank
haram soalnya ada larangan.yang made ini sendiri itu bidah namanya.
La di Kristen banyak sekali bidah,contoh Yesus pas berdoa sujud ketika
di taman getsemani,tapi mana ada wong Kristen yang berdoane sujud?
Kok malah do ndemok jidat,hidung lantas dada.Opo dikira dulu Yesus
begitu? kalau gak berarti telah mengada ada (bidah).
Kok bisa mereka bilang agamanya Kristen,opo Yesus yang menamainya?
nek Islam dg tegas Islam disebut di Quran.jadi baru nama saja sudah
ketahuan itu made in sendiri opo bukan.

Shalom,
Tawangalun.

- In [EMAIL PROTECTED], Amin Abdulrauf <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Salaam buat Mas Tawang, sdr2 mozlm lainnya,
> 
> Jika tdk salah Beberapa waktu lalu sy pernah dapatkan
> dalil dari Bible yg melarang membuat2 hal2 baru dlm
> agama. Kebetulan sy sdg diskusi dgn kawan eropa sy yg
> beragama nasrani. 
> 
> Bisakah sdr2 moezlm saya memberikan dalil tsb ? 
> Makasih sebelumnya.
> 
> Barakallaahu fikuum.
> wassalam
> AAR
> 
> --- tawangalun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > 
> > Jane daya tariknya Islam itu opo sih,kok do gelem
> > jadi mualaf.
> > Kisah Mualaf - Kisah Foreigner
> > Wednesday, 06 February 2008 00:00
> > Ketika hadir pertama kali di Islamic Forum for non
> > Muslims di Islamic
> > Center of New York, gadis ini nampak lugu dan
> > pemalu. Dia hanya diam,
> > mengamati dan sesekali menganggukkan kepala.
> > Senyumnya pun jarang
> > terlihat. Mungkin karena pernah mendengar bahwa
> > senyuman wanita di
> > tempat umum bisa dianggap tidak etis.
> > 
> > Yuri, itulah nama yang disebutkan di saat ditanya
> > tentang namanya. "my
> > parents are very strong Catholics" katanya suatu
> > saat. "My father is
> > Venezuelan, but my mother is an Irish origin".
> > Mungkin campuran itulah
> > yang menjadikan Yuri lebih mirip gadis Asia.
> > 
> > Datang kedua kalinya, Yuri kini lebih agresif.
> > Beberapa pertanyaan
> > yangt diajukan sangat tajam dan mengena. Suatu kali
> > dia menanyakan "if
> > Muslims believe in Jesus and the Gospel, why don't
> > you guys accept him
> > (Jesus) as Christians do". Ketika saya jawab bahwa
> > mengimaninya harus
> > sesuai dengan Al-Qur'an dan bukan dengan apa yang
> > disebutkan di Bible,
> > dia berargumentasi "That for me means, you don't
> > really believe in the
> > Bible that you claim".
> > 
> > Dari pertemuan ke pertemuan, alhamdulillah, Yuri
> > nampak serius dan
> > banyak mengalami perubahan. Saya masih ingat, ketika
> > pertama kali
> > datang Yuri seperti tidak serius dan seolah acuh
> > dengan ceramah yang
> > disampaikan. Hingga suatu ketika, bersamaan dengan
> > hari Paskah di kota
> > New York, saya membahas kembali mengenai Isa A.S.
> > Diskusi yang memakan
> > waktu lebih 3 jam mengenai Isa itu ternyata awal
> > perubahan drastis
> > yang dialami oleh Yuri. Sejak itu, kerap kali
> > meminta untuk
> > direkomendasikan buku-buku yang dianggap "reliable"
> > untuk dibaca.
> > 
> > Dua bulan terakhir Yuri nampak semakin bersemangat.
> > Bahkan tidak
> > jarang kini menyampaikan keragu-raguannya terhadap
> > apa yang selama ini
> > dia sebut sebagai "my father's inheritance" (warisan
> > ayah). Walhasil,
> > seringkali dia sendiri mempertanyakan konsep-konsep
> > dasar agama
> > Katolik. Sebagai misal, suatu ketika ada pertanyaan
> > dari seorang
> > peserta tentang "Dosa asal dan karakter dasar
> > manusia". Menurutnya,
> > secara umum manuswia itu cenderung untuk jahat.
> > Kalau saja tidak ada
> > "hukum" maka manusia akan lebih jahat dari binatang
> > buas di
> > hutan-hutan. Maka, dosa asal itu memang ada dan
> > terbukti dari prilaku
> > manusia.
> > 
> > Yuri yang sebenarnya pendiam itu segera menjawab:
> > "What? I don't think
> > any rational human beings will accept that concept.
> > From any human
> > senses, that is simply irrational" katanya tegas
> > tanpa penjelasan
> > lebih jauh.
> > 
> > Saya seperti biasa, di saat diskusi sudah menghangat
> > tinggal
> > mengarahkan saja. Seolah moderator diskusi yang
> > mengarahkan arah
> > diskusi ke tujuan yang dinginkan. Tidak jarang
> > memang diskusi-diskusi
> > di kelas ini, khususnya jika telah menyentuh
> > masalah-masalah teologis,
> > menjadi panas. Tidak jarang pula, diskusi-diskusi
> > panas inilah menjadi
> > awal pijakan "introspeksi" bagi para peserta.
> > 
> > Yuri, yang hingga kini belum sempat saya tanyakan
> > nama lengkapnya,
> > sejak itu pula nampak seperti seorang Muslimah yang
> > setiap saat siap
> > membela berbagai miskonsepsi mengenai Islam. Saya
> > masih ingat, seorang
> > peserta lain mempertanyakan konsep kemurnian tauhid
> > dalam Islam.
> > Menurutnya, orang-orang Islam itu jika shalat dan
> > tidak menghadap
> > Mekah tidak diterima shalatnya. Menurutnya lagi,
> > bangunan yang ada di
> > Mekah (Ka'bah) itu dianggap oleh kaum Muslim sebagai
> > sesuatu yang
> > dihormati. "Isn't it a kind of polytheism?"
> > tanyanya.
> > 
> > Tiba-tiba saja Yuri yang pemalu itu mengangkat
> > tangan dan mengatakan:
> > "Don't you know that Muslims do not worship any
> > object beside God?
> > That is a symbol of direction to God but Muslims do
> > not worship it at
> > all" jelasnya.
> > 
> > Demikianlah hari-hari Yuri bersama the Islamic Forum
> > di Islamic Center
> > of New York. Hingga pada awal bulan Mei ini, di mana
> > bersamaan dengan
> > persiapan "Matrimonial Match Makin" yang akan
> > dilaksanakan di Jamaica
> > Muslim Center dua minggu silam, saya mendedikasikan
> > sebulan penuh
> > (Mei) membicarakan mengenai "Perkawinan dalam Islam"
> > dari berbagai
> > sudut. Yuri yang masih belia itu ternyata punya
> > perhatian besar
> > terhadap keluarga dan konsep pernikahan itu. Sampai
> > pada akhirnya,
> > minggu kedua dari diskusi tentang nikah itu dia
> > mengatakan "This is
> > the most interesting to me. I was kind of confused
> > about how will it
> > be as a Muslim to marry".
> > 
> > Alhamdulillah, tepat Sabtu keempat bulan Mei lalu,
> > nampak Yuri tenang
> > tapi sesekali memperlihatkan wajah yang sepertinya
> > gusar. Diskusi yang
> > biasanya memakan waktu sekitar 3 jam itu ternyata
> > molor hingga 4 jam
> > karena memang masalah yang didiskusikan adalah hak
> > dan kewajiban suai
> > isteri. Ternyata bagi kebanyakan peserta hal ini
> > menarik karena asumsi
> > mereka isteri selalu tunduk dan patuh kepada suami.
> > Sebaliknya suami
> > selalu berada pada posisi yang superior. Ternyata
> > apa yang mereka
> > dapat adalah sebaliknya, di mana Islam menempatkan
> > suami dan isteri
> > pada posisi yang "sederajat" sesuai kodrat
> > masing-masing pihak.
> > 
> > Tapi yang paling menarik adalah konsep "poligami"
> > versus pergaulan
> > bebas di Amerika. Sedemikian serunya pembahasan ini
> > hingga beberapa
> > kali pihak security datang karena menyangka ada
> > pertengkaran.
> > Alhamdulillah, pada akhirnya semua pihak dapat
> > memahami bagaimana
> > sesungguhnya kedudukan poligami dalam Islam.
> > 
> > Yuri yang hari itu agak diam, hanya sesekali
> > tersenyum jika mendengar
> > argumentasi yang lucu. Hingga pada akhirnya kelas
> > berakhir dan semua
> > meninggalkan. Saya biasanya tidak langsung
> > meninggalkan kelas, selain
> > membenahi buku-buku rujukan, juga terkadang ada
> > beberapa murid yang
> > perlu konsultasi secara individu.
> > 
> > Tidak beberapa lama setelah kelas bubar, Yuri dengan
> > nampak berlinang
> > airmat dan malu-malu masuk kembali ditemani 3 orang
> > temannya.
> > Ketiganya adalah muallaf yang masuk Islam beberapa
> > waktu lalu. Saya
> > langsung tanya "what's happening?" Teman-teman itu
> > hampir serentak
> > menjawab "she is ready, Imam Shamsi". Saya tidak
> > sadar tentang Yuri
> > dan kembali bertanya "ready for what?". Yuri yang
> > kini duduk sambil
> > mengusap airmata mengatakan "I can not delay this
> > any more. I want to
> > be a Muslim right now!" katanya mantap.
> > 
> > Saya pun memulai dengan kembali mengingatkan Yuri
> > ketika pertama kali
> > datang ke kelas. Bagaimana dia pemalu, nampak lugu,
> > dan kelihatannya
> > nampak sangat belia. Mendengar itu, Yuri hanya
> > tersenyum sambil
> > mengusap air mata.
> > 



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke