Walaupun penguasa sekarang tidak lagi rajin membreidel
koran dan juga tidak sering (if ever) menangkap
wartawan tapi saya berkesan bahwa berita yang kita
baca di prs Indoneisa tetap saja hambar...

Tidak ada kritik yang didukung argumen, tidak ada
analisa mendalam tentang berbagai masaalah.

Perbedaan pendapat lebih dinyatakan dalam pemilihan
berita dan bukan pada analisa.

Saya suka bilang: habis, baik orang Islam tipikal atau
orang Nasrani yang dungu pada berebut mnggerecoki
kebebasan pers.

Saya mulai meragukan bahwa hanya inilah yang menjadi
penyebabnya.

Apakah kesukaran yagn dihadapi oleh pers dengan mutasi
yang disebabkan oleh internet - artinya berkurangnya
iklan yang masuk misalnya, artinya bertambah
terbukanya kesempatan bagi yang punya duit (Bank atau
perusahaan besar) untuk menekan pemilik koran buat
mengarahkan pemberitaan sembari menyataakn kesediaan
untuk menempatkan adpertensi dengan tarif tinggi).

Ada yang bisa kasih komentar?


---------------
Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo

Allah yang disembah orang Islam tipikal dan yang digambarkan oleh al-Mushaf itu 
dungu, buas, kejam, keji, ganas, zalim lagi biadab hanyalah Allah fiktif.


      __________________________________________________________
Sent from Yahoo! Mail.
A Smarter Inbox. http://uk.docs.yahoo.com/nowyoucan.html



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke