Maharani Yudhita <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya muslim dan pedoman saya Al-Quran dan Al Hadist, tapi saya tidak melakukan 
hal-hal radikal. Di dalam kitab saya diajarkan perdamaian. 
Pedomannya, kami cinta damai tapi kami takkan lari jika musuh di depan kami, 
tapi kami tak pernah sengaja cari-cari musuh.

Ah.. pernyataan anda itu juga diucapkan ummat FPI, HTI bahkan MUI... mereka 
juga bilang cinta damai... semua itu BULLSHIT !!!!
Pernyataan klise, membosankan, memuakan dan sekedar membela diri
Anda tak perlu komentari tulisan ini... tapi cukup nyalakan TV anda dan 
perhatikan
tingkah laku ummat islam... semua perbuatannya SUDAH sesuai Quran & Hadits
Apa yg disiarkan di tv itu FAKTA ... trus dimana DAMAI nya ???
Percuma anda membela Quran & Hadits... kalo ummat islam sendiri yg MERUSAK
jadi Quran & Hadits... bullshit bukan ?!

AY

--- On Fri, 6/27/08, Maharani Yudhita <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Maharani Yudhita <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [mediacare] Re: Islam Agama Damai - jawaban utk Jeph
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Friday, June 27, 2008, 7:59 AM










    
            Saya tergelitik mengomentari pernyataan Anda, Jeph Sim.

Maaf, jika Anda tidak tahu benar akan sesuatu, sebaiknya tidak perlu

memberi pernyataan-pernyata an yang akan menjurus ke fitnah.

Kalau Anda bilang mereka yang radikal itu hanya berpedoman dengan

Al-Quran dan Hadist, saya ingin tanya, tahukah Anda dengan persis apa

yang tercantum dalam Al-Quran dan Hadist? 

Apa yang Anda yakini baiknya saya ralat. Saya muslim dan pedoman saya

Al-Quran dan Al Hadist, tapi saya tidak melakukan hal-hal radikal. Di

dalam kitab saya diajarkan perdamaian. Pedomannya, kami cinta damai

tapi kami takkan lari jika musuh di depan kami, tapi kami tak pernah

sengaja cari-cari musuh.

Ajaran agama bisa ditafsirkan berbeda-beda oleh umatnya, dan itulah

mengapa dalam Islam ada larangan bagi siapa saja untuk tidak

menafsirkan satupun ayat dalam Al Quran jika tidak punya bekal ilmu

yang cukup. Akan halnya hadist, sulit dihindari bahwa ada banyak pula

hadist yang tidak benar. Saya kira di agama Nasrani pun ada perdebatan

dan perbedaan pula dalam kitab perjanjian lama dan baru bukan?

Namun, soal mengomentari ajaran agama lain (non Islam), saya tidak

berkapasitas untuk itu karena saya belum pernah betul-betul

mempelajari semua kitab suci agama lain. Jadi, saya cukup dengan

menghormati agama lain karena bagiku agamaku dan bagimu agamamu.

Saya yakin, setiap agama yang benar pasti mengajak pada kebaikan dan

kebenaran. Kalau toh ternyata banyak pemeluk agama tertentu

berperilaku menyimpang, merugikan orang lain, atau membuat keonaran

dan mengganggu kenyamanan hidup bersama, janganlah agama mereka yang

dihina dan dipersalahkan. Seperti misalnya, orang bilang cinta itu

indah tapi kenapa ada pengkhianatan dan perselingkuha? Bukan cinta

yang salah, tapi tanyakan kepada si manusianya atas keserakahan dan

ego dirinya. Bahwa manusialah tempat di mana banyak kesalahan berada.

Wallahualam bi shawab. 



Salam hangat



--- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, Jeph Sim <jephmansim@ ...> wrote:

>

> Saya kecewa berat dengan jawaban bu Ati karena semakin

> membenarkan pendapat saya sendiri.

> 

> Sebagai non muslim, saya berpendapat bahwa mereka yang

> moderat bahkan liberal atau muslim yang pandangannya

> "adem" itu bukanlah Islam yang pandangannya murni

> selalu BERASAL dari Alquran. Tetapi sudah tercampur

> dengan isme-isme seperti humanisme, orientalisme macam

> kejawen, bahkan sosialis seperti pengakuan bu Ati

> diawal.

> 

> Main comot ayat2 "Makkah" yang dipikir sesuai dengan

> pandangan hidup dan melupakan ayat2 "Madinah" karena

> dianggap tidak sesuai dengan perkembangan zaman, itu

> sudah menyatakan setengah percaya. 

> 

> Mereka yang radikal, macam FPI, HTI, Laskar2, justru

> yang MURNI 100% pandangannya hanya dari Quran dan

> Hadits. Rajin shalat sampai jidat kapalan, mengisi

> waktu luang dengan pengajian dan lain2. Seperti

> pernyataan seorang Proklamator FPI (saya lupa namanya

> tapi Kyai Haji) di TV bbrp wkt lalu kalau Islam itu

> bukan HANYA mengajarkan perdamaian, tetapi juga

> kekerasan. "Siapa bilang Nabi tidak menggunakan

> kekerasan, lha perang itu apa?" begitu tanya beliau.

> 

> Kalau sudah begini...i do know what to say juga bu!

> 

> 

> Salam,

> J.Simamora

> 

> 

> 

> --- ati gustiati <hatiku_rumahku@ ...> wrote:

> 

> > Hi Jeph, kita sudah melihat sikap kelompok radikal

> > Islam yg terang2an mengakui bahwa misi nya utk

> > menghancurkan orang2 yg mrk anggap kafir adalah

> > karena mereka mengenban pesan Tuhan atau "keinginan"

> > Tuhan, coba lihat sikap  Iran misalnya, Ahmadinejad

> > begitu semangat utk menghapus Israel dari peta

> > dunia, begitu juga keberanian nya  yg terus

> > melakukan program nuklir nya walau dalam ancaman US

> > sekalipun, tidak ada yg lebih memuaskan Ahmadinejad

> > selain membasmi Israel dan USA, entah utk alasan

> > politik maupun agama...jadi jelas memang tertulis

> > hadist utk pembasmian orang2 kafir, siapa penulis

> > nya? who the heck knows .

> > Apakah kamu percaya Tuhan menulis ayat2 itu ? apakah

> > kamu percaya Tuhan menyuruh umat Islam utk membantai

> > orang2 yg dianggapnya meng kafiri NYA? semua

> > pertanyaan atau misteri agama kembali kepada dirimu

> > sendiri.

> >  

> > Sudah terbukti setiap kelahiran agama2 baru akan

> > menimbulkan komplikasi/kekerasa n, bukan di Islam

> > saja, agama2 lain pun, karena ini adalah masa

> > peralihan iman, transisi faith utk kehidupan

> > manusia, so its a big deal, dan ya selalu diawali

> > oleh revolusi peralihan dan itu sudah terbukti.

> >  

> > Saya lebih Islam dari radikal karena my own

> > observation ? saya tidak berfikir kesana, saya tidak

> > lebih Islam, lebih Kristen, lebih Hindu, lebih

> > Kejawen atau agama/kepercayaan apapun dibumi ini,

> > semua agama adalah mata pelajaran utk saya, saya

> > tidak mengkiblat siapapun, saya hanya percaya bahwa

> > banyak ajaran2 agama yg secara "Logically" secara

> > rasional memang baik utk dijadikan sebagai penuntun

> > hidup, saya menyukai pilosophy Budha, fascinated

> > dengan ajaran2 Kejawen, Okay dengan ajaran2 Kristen,

> > feelin good dengan ajaran2 Hindu....

> >  

> > Hadist2, Sabda dan Firman dalam Al Qur an, semua

> > ditulis oleh tangan para Pemimpin agama dalam abad

> > tsb, saya tidak bisa focus utk menghayati semua

> > "AYAT2" yg anda maksud, karena ayat2 tsb dibuat

> > puluhan ribu thn yg lalu, dan yes absolutely,

> > hadist2 dalam kitab sudah tidak sesuai dengan

> > peradaban saat ini, karena kondisi jaman sudah

> > sangat jauh berubah, dulu mereka masih lalu lalang

> > dengan sebilah pedang dipinggang utk menyabet kepala

> > siapa saja yg membangkang agamanya, sekrang kita

> > bisa masuk penjara atau rumah sakit gila bila

> > berbuat demikian (sambil tersenyum geli saya

> > mengetik nya)...

> > Firman Tuhan ketinggalan jaman? ha ha ha ha

> > ha...saya senyum2 lagi baca pertanyaan mu ini Jeph,

> > I have no idea what to say Jeph, saya tidak percaya

> > Tuhan pernah menghembuskan firman nya utk ditulis

> > dalam kitab, itu menunjukan "keterbatasan" Tuhan,

> > Tuhan tidak perlu bantuan siapapun utk mewujudkan

> > keinginan2 NYA, firman Tuhan adalah hati nurani mu

> > sendiri, dan lewat kitab2 yg kita baca kita bisa

> > menarik kesimpulan dan memproses tafsir dengan

> > nalar/logik yg baik, pernah kah bertanya pada diri

> > sendiri, " Apakah alasan saya lahir kedunia sebagai

> > manusia? toh bisa saja kita lahir sebagai hewan,

> > seekor anjing yg kurus kelaparan, dilempari batu2

> > karena anjing dianggap hewan haram? lalu kenapa

> > nalar dan cara berfikir kita sangat berbeda dengan

> > hewan? itulah keuntungan kita lahir sebagai sosok

> > manusia, setidaknya kita diberi instrument secara

> > biologically utk memecahkan setiap misteri ber agama

> > dan ber intereaksi dengan kehiduapan lain nya.

> >  

> > Semua kembali kepada nalar kita masing2...

> >  

> > Salam

> > omie

> >  

> >  

> > --- On Mon, 6/23/08, Jeph Sim <jephmansim@ ...>

> > wrote:

> > 

> > 

> > Saya pikir pendapat seperti Bu Ati bahwa : "kalaupun

> > dalam kitab ada hadist ttg penghancuran bagi orang2

> > yg

> > dianggap kafir, saya rasa itu hanya salah penafsiran

> > saja," menunjukkan:

> > 

> > 1. Adanya ayat-ayat/hadist ttg penghancuran bagi

> > orang2 yg dianggap kafir.

> > 2. Ditafsirkan salah

> > 

> > Masalahnya ayat-ayat/hadis tersebut bukan HANYA

> > untuk

> > ditafsirkan. Tapi mrpkn bukti otetik dari sumber

> > Islam

> > sendiri kalau kekerasan itu pernah dilakukan

> > (diperbolehkan) .

> > 

> > "Penafsiran Salah" juga menimbulkan masalah2 baru:

> > 1. Penafsiran siapa? Apa "Islam-nya" bu Ati lebih

> > Islam dari kaum radikal? 

> > 

> > 2. INI PALING YANG PENTING : Apakah ayat2/hadis ttg

> > penghancuran bagi orang2 yg dianggap kafir itu hanya

> > untuk zaman dahulu? (sesuai dengan penafsiran)

> > 

> > Kalau hanya Hadis saya dapat menerima, krn "hanya"

> > perkataan manusia.

> > 

> > Tapi kalau AYAT-AYAT ALQURAN????? 

> > 

> > Ini sama saja bilang : 

> > Ada ayat yang tidak sesuai lagi dengan zaman

> > sekarang.

> > 

> > Ini masalah auzubillah peliknya karena sama saja

> > bilang : Tuhan Maha Tahu tapi firmannya ketinggalan

> > zaman ???

> > 

> > Setahu saya yang namanya Firman Tuhan itu sama

> > dahulu,

> > sekarang dan yang akan datang. Tidak pernah

> > ketinggalan zaman apalagi sama masalah inti ajaran

> > agama : Baik - Buruk dan Benar - Salah.

> > 

> > Tidak ada daerah abu-abu disana.

> > 

> > Salam,

> > J. Simamora

> > 

> > 

> > 

> > > 

> > >   ----- Original Message ----- 

> > >   From: ati gustiati 

> > >   To: [EMAIL PROTECTED] ps.com 

> > >   Cc: RumahKitabersama@ yahoogroups. com 

> > >   Sent: Monday, June 23, 2008 9:54 AM

> > >   Subject: Re: [mediacare] Re: Islam Agama Damai

> > > 

> > > 

> > >         Saya ada cerita sedikit, ditempat kerja

> > saya

> > > sering membagikan sebagian makan siang saya (apel,

> > > jeruk, sandwich atau apa saja yg saya punya)

> > kepada

> > > mereka siapa saja yg lupa membawa lunch box nya,

> > > banyak yg bertanya, " Kenapa kamu selalu memberi

> > > mereka sebagian makanan mu? bukan kah kamu

> > > membutuhkan nya?"

> > > 

> > >         Saya jawab, " Saya tidak bisa makan bila

> > > disamping saya ada orang yg lapar, selain dengan

> > > bersedekah kegembiraan pun diperoleh oleh kedua

> > > pihak, si pemberi dan sipenerima"

> > > 

> > >         Lalu di musim panas saya berikan sebagian

> > > pakaian2 musim panas, dimusim dingin saya berikan

> > > sebagian pakaian musim dingin dan selimut2 tebal 

> > ke

> > > penampungan2 yayasan sosial spt goodwill, gereja,

> > > ataupun wadah2 sosial lain nya, suami saya sendiri

> > > bertanya, " Tidak kah terpikir olehmu bahwa kamu

> > > harus mengeluarkan uang lagi utk membeli barang2

> > itu

> > > bila kelak kamu membutuhkan nya?"

> > >         Itulah keuntungan yg saya yg peroleh dari

> > > ajaran Islam, ajaran Islam membuat saya lebih

> > mudah

> > > memberi tanpa pamrih, karena saya percaya apapun

> > yg

> > > saya miliki sebagian adalah milik mereka yg

> > > membutuhkan nya, karena dalam Islam bersedekah

> > > adalah kewajiban manusia, walau pun teori itu

> > bukan

> > > alasan saya utk bersikap demikian, tetapi ajaran

> > itu

> > > telah membentuk suatu kepercayaan bagi saya. 

> > > 

> > > 

> > > 

> > >         Betul pak Danar, semua agama dibentuk utk

> > > tujuan perdamaian umat didunia, tidak ada agama

> > > apapun yg mengajarkan kekerasan, kalaupun dalam

> > > kitab ada hadist ttg penghancuran bagi orang2 yg

> > > dianggap kafir, saya rasa itu hanya salah

> > penafsiran

> > > saja, saya tidak percaya sama sekali kalau Tuhan

> > > maupun Nabi mengizinkan tindak kebiadaban apapun,

> > > semua hanya rekayasa manusia, hanya manusia yg

> > mampu

> > > memiliki kebencian diantara mahluk apapun didunia.

> > > 

> > > 

> > 

> === message truncated ===

>




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke