tawang,
ini aliran kristen mana dulu?

mangkanya banyak yang disebut "protestan murtad"
yang bergerak di luar jalur. dan hanya bertujuan utk
mendiskreditkan Alkitab.

taw,
berarti pengetahuan mu ttg banyak aliran Kristen
masih terhitung SANGAT MINIM.
mirip dengan kyai haji atheist "nonnyah mousleem benteh moeskietawastie"
sok tau banyak, tapi nyatanya hanya segelintir
membaca banyak buku2 atau info2 lainnya.
tapi hanya baca judul2nya doang.
ato enggak hanya conclusionnya doang.

yang terpenting taw,
promosikan dulu ttg ke-eslaman jahudimu itu.
karna itu masuk dalam kategori produk terbaru 2008.
sapa tau kan banyak yg ngimanin?


si jasad.



--- In [email protected], "tawangalun" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> Sebuah Kesaksian Dari Kami para mantan Gembala dan Himbauan untuk
Gembala
> lainnya yg belum bertaubat
> PENGANTAR
> Kami adalah sekelompok Pendeta yang telah bertobat kepada Tuhan Allah
> dengan
> sesungguhnya. Dahulu kami adalah umat agama dari 4 kelompok besar
agama di
> luar Katolik & Kristen. Dulu kami masuk Kristen karena tertarik dengan
> nilai
> nilai ajaran kasih dalam Kristus & janji keselamatan Nya yang akan
> mengahantar kita semua masuk kerajaan surga dengan penuh kepastian.
Walau
> akibat iman Kristus ini kami harus menerima fakta dikucilkan keluarga
> kami,
> kami terima semuanya dengan lapang dada waktu itu, apalagi penghiburan
> para
> Gembala Gereja selalu menyatakan orang tua kami, keluarga klami, teman
> teman
> kami & orang  orang diluar Kristen adalah orang berdosa yang sesat dalam
> iman. Mereka adalah para penyembah setan & kitab sucinya diturunkan oleh
> Raja Iblis!. Kami sangat mensyukuri wejangan para Gembala Tuhan ini.
> 
> Apalagi setelah dibaptis, kami sangat diperhatikan, kami disekolahkan di
> Sekolah Misi Alkitab di kawasan Blok M   Jakarta, selama 6 bulan saja
> & kami
> lulus dengan menyandang gelar Sarjana Theologi. Karena kami orang
> bertobat,
> sekolah Misi Alkitab cukup ditempun 6 bulan saja, tidak perlu bertahun
> tahun
> seperti yang lainnya. Kami juga diberi uang saku bulanan yang lebih dari
> cukup, jauh berbeda ketika kami masih dalam agama kami dulu, hidup serba
> kekurangan & miskin. Bahkan pada saat awal kemurtadan kami ini, kami
> diundang untuk berceramah keliling Indonesia. Walaupun kami bukan mantan
> Ulama, Bikhu atau Pandhita, kami mengaku kepada umat bahwa kami adalah
> mantan pemuka agama, di Sekolah Misi Alkitab kami diajarkan untuk
> berperilaku & menghapal beberapa bacaan doa agama kami dahulu untuk
> memberi
> kesan bahwa kami benar benar bekas pemuka agama.
> 
> Bahkan Gereja membantu membuatkan kami ijasah ijasah palsu, surat surat
> keterangan & dokumen yang diperlukan untuk membuat bahwa kisah kesaksian
> kami adalah benar adanya. walaupun kami bukanlah bekas pemuka agama.
> Bahkan
> teman kami yang Islam sampai dibuatkan foto repro yang sangat hebat, dia
> memakai sorban & berjubah panjang, lalu di fotonya dibuat seolah pernah
> berfoto bersama beberapa tokoh Islam terkemuka seperti Mubaligh
> Kondang KH Zainuddin
> MZ & KH. Abdurrahman Wahid segala!. Kami juga disuruh menandatangani
> sebuah
> surat kesaksian yang panjang yang dipersiapkan oleh para staf Gembala
> Tuhan
> Bapak Ev. Soeradi Ben Abraham, dimana disana kami membuat kisah
kesaksian
> yang akan dibukukan & disebarluaskan dikalangan domba domba Gereja.
> 
> Waktu itu kondisi di atas kami terima saja, mau bagaimana lagi?, kami
> sudah
> tak punya siapa siapa lagi!, tak punya harta & penghasilan, menjual
> iman ini
> adalah pilihan hidup yang sangat menjanjikan. Bagaimana tidak?, kami
> keliling Indonesia, bahkan sampai ke negara tetangga Singapura segala,
> naik
> pesawat kelas bisnis, menginap di hotel berbintang, memakai jas mewah,
> dielu
> elukan orang banyak seperti artis, masuk koran & majalah rohani, &
> menerima
> pendapatan bulanan yang sangat besar!, siapa yang tak ingin, tokh kami
> pikir
> waktu itu, murtad ini jauh lebih baik dibanding kami jadi pencuri,
> pembunuh
> atau germo lokalisasi!.
> 
> Entah berapa ratus kali kami berdusta, disetiap KKR yang kami ikuti
secara
> terpisah, dimana ada skrenario yang disiapkan Gereja, kalau berlabel
> penyembuhan Ilahi, para Pendeta berdoa memanggil Roh Roh Jahat &
menyuruh
> beberapa dari para pelayan Gereja untuk berpura pura menjadi jemaat yang
> sakit!, & saat acara penyembuhan Ilahi dia harus berpura pura sakit
> parah &
> mendadak sembuh ketika diurapi oleh kami.
> 
> Ya Tuhan ampunilah dosa masa lalu kami, ini kan tak lebih dari gaya tipu
> tipu tukang obat pinggir jalan?!. Bahkan Jemaat terlihat sangat
histeris,
> sampai ada yang berteriak histeris & berjingkrak jingkrak segala, mirip
> sekali acara nonton konser musik rock brutal yang ditonton para ABG,
atau
> mirip suasana orang orang yang tripping di Diskotek & Pub!!. Bahkan
> sehabis
> acara KKR ada seorang jemaat wanita muda yang menghampiri rekan kami Ev.
> Andi Widjaja (yang paling ganteng diantara kami), menyatakan diri siap
> melayani dia, karena yakin bahwa persembahan tubuhnya yang molek itu
> adalah
> untuk melayani jiwa para roh kudus yang menyertai kami. Bung Andi lalu
> bilang, "kalau begitu ayo ikut ke kamar saya", wanita itupun mengikuti
> beliau & melayaninya sehari penuh hingga 5 ronde. Kami tahu persis
cerita
> ini karena kamipun memperoleh giliran menggarap wanita wanita jemaat
> serupa
> ini diberbagai kesempatan KKR keliling Indonesia.
> 
> Hampir selama 6 (enam) tahun melayani domba domba Gereja dalam
> rangkaian KKRyang melelahkan, menimbulkan kejenuhan di hati kami.
> Kadang kami berempat
> kongkow kongkow di Mc. Donnalds Sarinah Thamrin & saling bertukar
> cerita..lalu jalan bersama keliling kota. Kami tak mungkin ke Kafe atau
> tempat hiburan malam, Diskotik sambil tripping & nyabu segala!, karena
> menurut kami hal ini tak baik untuk pekerjaan kami sebagai Pelayan
Gembala
> Tuhan, walaupun rekan rekan gembala lainnya sering melakukan hal
itu, kami
> bahkan sering dibilang kolot & kampungan oleh teman teman Pendeta
lainnya,
> akibat tidak ikut tripping & nyabu bersama rekan gembala lainnya. Bahkan
> beberapa rekan Gembala yang sekarang terkenal seperti Gilbert Lumoindang
> konon, menggunakan Shabu Shabu & menenggak 1 butir pil Ectassy sebelum
> memimpin kebaktian di GL Ministry!. Menurut beliau Shabu Shabu & pil
> Ectassy
> adalah sarana jiwa untuk dapat bertemu dengan Roh Kudus & agar Roh
> Kudus itu
> selalu mengilhami kita (katanya)! . Itulah sebabnya kenapa para
Pendeta &
> Pengkhotbah Kristen selalu energik & tampil penuh percaya diri disetiap
> Kebaktian ataupun KKR, karena mereka menggunakan dopping berupa pil
> Ectassy
> atau Nyabu terlebih dahulu, bahkan terkadang keduanya sekaligus!!
> 
> PENYEBAB KESADARAN & PERTOBATAN KAMI
> Bermula dari cerita rekan kami Bung Nico (Nicolas), perihal tetangga
> barunya
> yang mengadakan kursus TPA bagi umat Islam, Bung Nico awalnya gusar
> sekali,
> karena anak anak kecil Islam itu selalu membaca surat Al Kafiruun,
> yang dia
> tahu persis artinya, dia piker nih tetangga gue nyindir gue
kali..awas aku
> murtadkan semiuanya!! & Bung Nico bersumpah untuk mewartakan kabar
gembira
> Cinta Kasih Yesus itu kepada mereka.
> 
> Bung Nico suatu waktu memberanikan diri bertemu para pengajar TPA itu,
> lalu
> berkata: mari kita buktikan siapa hamba Tuhan sebenarnya, para
> pengajar itu
> Cuma tersenyum: "maaf kami tak melayani ajakan anda", Bung Nico bilang:
> "Kalian pengecut"
> Mereka jawab: "Siapa bilang, kalau Bung Nico memaksa silahkan mulai
dengan
> anak anak itu saja"
> Bung Nico Menjawab: "Tapi saya nggak nanggung akibatnya ya..?"
> 
> Lalu Bung Nico mengumpulkan anak anak kecil itu, dia bercerita tentang
> kisah
> pengorbanan Tuhan yesus.. anak anak itu mendengarkan dengan
seksama.. tapi
> kemudian apa yang terjadi..? Anak anak itu tertawa terbahak bahak
semua &
> seorang anak kecil berusia 10 tahun lalu memberikan pertanyaan
pertanyaan
> yang sangat sulit & balik menjelaskan apa itu Alkitab & sejarahnya serta
> siapa Yesus sesungguhnya..
> 
> Bung Nico terpana!, lalu pulang dengan perasaan malu.. semenjak itu
> penjelasan anak kecil itu selalu membayang dipikirannya.. lalu dia
> coba baca
> Alkitab secara urut, suatu hal yang sangat dilarang oleh Gereja karena
> bisa
> menyesatkan iman!. Diketemukanlah ayat ayat yang sangat
> membingungkan.. Bung
> Nico juga lalu ingat ayah ibunya & teman teman lamanya, kalau dipikir
> pikir
> sangat beda sekali dengan rekan rekan gembalanya di Gereja.
> 
> Kami berempat lalu berdiskusi dari hati ke hati, eh ternyata semua juga
> mempunyai pikiran & perasaan yang sama, sepertinya kita semua hidup
dalam
> keimanan yang semu, kami adalah gembala gembala umat, tetapi yang kami
> jalankan hanyalah dusta & kepalsuan yang ditawarkan kepada orang orang
> yang
> haus akan kesegaran rohani..!!
> 
> Sejak saat itu, kalau memimpin KKR & Kebaktian, kami rasanya ingin
> muntah &
> berteriak kalau ada yang membacakan kisah kesaksian palsunya, bagaimana
> tidak palsu?, Kalau ada seorang bekas pencopet beragama Islam yang
seumur
> hidupnya tak tahu ajaran Islam & tak pernah bersekolah agama, dengan
> lantang
> menyatakan dirinya mantan calon Ustad?, padahal kisah karangan itu
kamilah
> yang menyusunnya.?!. Kisah kisah kesaksian palsu karangan kami bahkan
> sudah
> banyak yang dibukukan, beberapa kami lihat sepertinya pernah dikutip
lalu
> diposting disini.
> 
> Lalu secara sembunyi sembunyi kami berkunjung ke rumah ustad M. Hanafi
> tetangganya Bung Nico (Ev. Nicolas Albert Gerungan), kami utarakan
> kegundahan hati kami.. sungguh ajaib & mengejutkan pertanyaan Ustad Muda
> ini, dia tidak langsung menyodorkan 2 kalimat Syahadat untuk kami baca,
> tetapi menyuruh kami untuk mulai merenungkan & mohon petunjuk
Tuhan..! Dia
> juga Tanya apa agama asal kami & menyarankan untuk menjalin tali
> persaudaraan kami dengan bekas keluarga kami yang sekarang mengucilkan
> kami.
> 
> Akhirnya Bung Nico yang pertama memutuskan kembali masuk Islam,
sementara
> itu rekan Ev. Vincentus Rahardi Sudjatmiko (Gembala Kristen Pantekosta
> bertobat kembali ke agama Budha), memutuskan untuk mengunjungi orang
> tuanya
> & kemudian dikirim ke sebuah Vihara di kawasan Pondok Cabe, rekan
Ev. Gede
> Astra Suartiasa (Gembala Kristen Protestan bertobat kembali ke agama
> Hindu)
> mendatangi sebuah tempat sembahyangan agama Hindu di rumah seorang
pelukis
> Bali dikawasan Bintaro & rekan Ev. Andi Widjaja (Kristen (Gembala Gereja
> Nehemia) bertobat kembali ke agama Kong Hu Chu), mendatangi Kelenteng di
> Kawasan Glodok yang baru dibuka kembali. Hampir selama 2 bulan kami
jarang
> bertemu lagi, kami juga secara mendadak memutuskan untuk tidak akan
> kembali
> lagi ke Gereja kami.
> 
> Bayangkan, betapa geramnya para pengurus Gereja, mereka mencari kami
> ke mana
> mana!. Teror lewat HP pun gencar dilakukan, mereka pertama tama hanya
> marah
> masalah jadwal jadwak Kebaktian & KKR yang jadi berantakan, tetapi
ketika!
> kami secara terpisah menyatakan kami tak mau kembali lagi ke Gereja
& akan
> kembali bertobat ke agama asal kami, terorpun dimulai, mulai dari
telepon
> gelap hingga upaya intimidasi secara fisik melalui teror teror.
Kenyataan
> ini membuka mata hati kami, betapa jahatnya mereka ini, jauh lebih kejam
> dibanding keluarga, orang tua & teman teman kami yang hanya membenci
& tak
> mau kenal lagi dengan kami ketika kami dibaptis, tetapi kaum Kristen
bekas
> Gembala & Domba kami sangat murka sekali & berencana menghabisi kami
> segala.
> Akhirnya kami memutuskan untuk bertobat secara terpisah & kembali ke
agama
> masing masing.
> 
> Walaupun bekas Pendeta, kami tidak serta merta bisa menjadi pemuka
agama.
> Bung Nico sekarang ini digembleng di sebuah pondok pesantren di kota
> Sukabum, rekan Gede sekarang sedang digembleng oleh seorang Pandhita di
> kawasan Ubud   Bali, rekan Rahardi sekarang sedang bertapa & belajar
agama
> di sebuah rumah ibadah Budha d Pondok Cabe   Ciputat, sedangkan
rekan Andi
> sekolah agama Kong Hu Chu di luar negeri, yaitu di Taiwan.
> 
> TINJAUAN PANCASILA
> Seminggu yang lalu, di awal bulan Maret 2001 ini, via internet kami
> berdiskusi tentang Krismon & krisis negara Indonesia, lalu nyerempet
> nyerempet masalah iman kami & masalah Pancasila & Bhinneka Tunggal
> Ika. Kami
> lalu baca Pancasila & terkejut ketika membaca Sila Pertama Dasar Negara
> Indonesia berbunyi: KETUHANAN YANG MAHA ESA…
> 
> Ini berarti bahwa sesungguhnya konsep Ketuhanan yang diakui oleh bangsa
> Indonesia adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, tiada beranak & tiada
> diperanakkan, tiada beroknum ataupun bersekutu dengan unsur apapun.
> Artinya
> tiada Tuhan selain Allah. Jadi agama yang punya konsep Ketuhanan
yang semu
> seperti Kristen dengan konsep Allah Tritunggal Yang Kudus dalam dogma
> Trinitas, jelas jelas bertentangan dengan konsep dasar negara
Indonesia…
> 
> Kenapa agama Kristen dibiarkan keberadaannya?, mungkin inilah perwujudan
> dari rasa & jiwa besar para pemimpin bangsa Indonesia. Dilema ini sama
> seperti pengakuan kita akan eksistensi para penganut aliran kepercayaan,
> animisme & komunis. Keberadaan agama Kristen sama & sejajar dengan agama
> animisme, aliran kepercayaan & komunis yang kita perkenankan
keberadaannya
> di bumi Indonesia!.
> 
> Bahkan agama Kristen kedudukannya jauh lebih rendah & lebih hina
dibanding
> agama Budha, Hindu & Kong Hu Chu sekalipun, karena dalam ketiga
agama ini,
> walaupun mereka memiliki konsepsi sbb:
>   Manusia utama Sidartha Gautama dalam ajaran Budha, tetapi di atas
> Sidartha
> Gautama ada Tuhan Maha Kuasa yang kedudukannya jauh lebih tinggi
dibanding
> Sang Budha itu sendiri.
>   Dalam agama Hindu, walau banyak dewa, tetapi ada Sang Hyang Widhi
> penguasa
> tunggal tertinggi di atas para dewa itu.
>   Dalam Kong Hu Chu juga sama seperti ajaran Hindu, ada Sang Pencipta
> Tunggal yang berkuasa atas semua dewa dewi dalam mitologi China.
> 
> Melihat penjelasan di atas saja sudah jelas bahwa agama Kristen itu jauh
> lebih rendah & hina dibanding agama Budha, Hindu & Kong Hu Chu.
> Kedudukannya
> hanya sejajar dengan paham agama animisme & komunis.
> 
> Pemujaan Nabi Isa sebagai Tuhan membuktikan adanya Paganisme Baru ini,
> sebagai agama sempalan Yahudi (ini terjadi karena Paulus dari Tarsus
> beserta
> Petrus ternyata kecewa berat akibat ambisinya menjadi Rabbi Yahudi di
> tolak
> Sinagoge Betlehem).
> 
> Kembali ke dasar negara, jika saja kita semua tegas & tak punya rasa
belas
> kasihan kepada para penyembah Nabi Isa ini, sudah dari dulu sejak
> kemerdekaan Indonesia, agama Kristen dinyatakan sebagai agama terlarang,
> karena berbau kolonialisme serta bertentangan dengan Pancasila!.
> Bahkan jika
> sekarang saja ada yang menggugat keberadaan agama Kristen & menuduh para
> pengikutnya dengan pasal subversi ini bisa dibenarkan secara hukum.
> 
> baca juga : Sejarah Penghianatan para founding fathers terhadap umat
Islam
> 
> KENYATAAN SEJARAH BANGSA
> Apalagi bila dikaitkan dengan fakta sejarah bahwa agama ini dibawa
> oleh para
> penjajah Belanda, para pengikut pertamanya adalah pribumi pengkhianat
> bangsa, yang bekerja sebagai opas & tentara bayaran Belanda, mata mata
> Belanda & penjual informasi perjuangan para pahlawan demi gepokan Gulden
> Belanda!. Memang ada beberapa pahlawan nasional yang beragama Kristen,
> tapi
> mohon diingat, para pahlawan itu tidak pernah ikut kebaktian di Gereja
> Gereja mereka yang dipimpin Pendeta Belanda!.
> 
> Para pahlawan itu hidup bersama orang orang pribumi yang beragama Islam,
> Hindu & Budha. Ketika Indonesia merdeka & sang Meener meninggalkan
mereka,
> para pengkhianat bangsa ini serta merta bergabung dengan para orang
> tua kita
> menyatakan mengutuk penjajahan Belanda, tanpa rasa malu sedikitpun. Tapi
> semua pihak berjiwa besar. Kita memaafkan kesalahan mereka.
> 
> Tapi namanya juga orang tak tahu diri, ketika agresi Belanda datang
> kembali,
> mereka lalu ikut tuannya. mendirikan RMS di Maluku segala. Bahkan
beberapa
> diantaranya ikut pulang ke Belanda, tapi biarlah!! Setelah perundingan
> damai
> dengan Belanda di tahun 1950 an, Indonesia akhirnya merdeka, para
> pengkhianat yang beragama sesat bernama Kristen ini diakui
keberadaannya,
> walaupun sebenarnya bertentangan dengan Pancasila!
> 
> HIMBAUAN UNTUK PARA GEMBALA LAINNYA YANG BELUM BERTOBAT
> Nah umat Kristiani..hendaklah renungkan fakta ini, malulah pada diri
> sendiri
> & hargailah umat beragama lain, kami umat Islam, Budha, Hindu & Kong
> Hu Chu
> sudah lebih dari sabar menghadapi tingkah kalian!. mohon sadarlah &
> beribadahlah dengan cara masing masing, jangan lagi mengirim penginjil
> penginjil sesat kalian ke Mesjid Mesjid kami, ke Vihara Vihara kami,
> ke Kuil
> Kuil kami, ke Kelenteng Kelenteng kami, atau berusaha memurtadkan umat
> umat
> kami yang kebetulan ilmu agamanya kurang, jangalah kalian ulangi lagi
> perbuatan sesat & tidak terpuji ini. Janganlah beli iman umat kami yang
> miskin & bodoh dengan beras & janji janji muluk pekerjaan indah. Mereka
> miskin jangan lagi diberi impian palsu!. Mereka bodoh tapi janganlah
> manfaatkan kebodohan mereka dengan cara kalian menukar agama mereka
dengan
> agama sesat kalian. Kemarin kami baru menemukan sebuah kisah nyata,
> bahwa di
> sebuah desa di pelosok Sukabumi, suatu desa terpencil di kaki
gunung, yang
> menyatakan ketidaktahuannya & terkejut ketika ada yang bilang bahwa
kertas
> selembar yang ia tunjukkan pada orang lain itu adalah surat Baptis & ia
> telah menjadi Kristen!. Ia tak tahu hal ini!. Yang ia tahu kemarin ia
> menjual berasnya kepada mereka dengan harga yang sangat mahal, lalu
diberi
> uang & disuruh membaca kontrak perjanjian & dimandikan..ia tak tahu
> kalau ia
> telah dimurtadkan..
> 
> PENUTUP
> Mari kita hargai hak beribadah agama masing masing, hargai hak kami
> beribadah jangan intimidasi umat kami dengan agama sesat kalian, yang
> hanya
> jad bahan tertawaan anak SD saja, bukankah kami juga sudah melindungi
> kalian
> dari jerat hukum subversi karena agama kalian itu bertentangan dengan
> dasar
> negara kita tercinta PANCASILA..YAITU SILA PERTAMA: KETUHANAN YANG
> MAHA ESA
> ?.
> 
> Untuk saudara saudara sesama gembala atau domba Kristus, pintu
pertobatan
> belum tertutup, marilah kita kembali KE JALAN TUHAN YANG BENAR…JALAN
> KAUM
> ISLAM DAN PARA SABI'IN…jika anda bekas umat Islam, Budha, Hindu &
> Kong Hu
> Chu, kembalilah ke agama masing masing.
> 
> SEKIAN DARI KAMI
> Atas Nama Forum Pertobatan Mantan Gembala Gembala Tuhan Para Pendeta
yang
> telah Insyaf:
> Ev. Vincentus Rahardi Sudjatmiko (Gembala Kristen Pantekosta bertobat
> kembali ke agama Budha)
> Ev. Nicolas Albert Gerungan (Gembala Kristen Protestan bertobat
kembali ke
> agama Islam)
> Ev. Gede Astra Suartiasa (Gembala Kristen Protestan bertobat kembali ke
> agama Hindu)
> Ev. Andi Widjaja (Gembala Gereja Nehemia bertobat kembali ke agama
Kong Hu
> Chu)
> 
> Siapa menyusul bertobat…..???
> 
> Shalom,
> Tawangalun.
>



------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke