Soal obat tidur dan soal kecanduan saya nggak tahu karena nggak ada pengalaman, tapi jelas perlu ada panduan dari tabib dan saya denger emang perlu kesabaran.
Kembali kemasaalah di Indoneia, kayaknya emang lagi kayak rambut dikais ayam. Saya ketemu minggu yang lalu orang kampung yang sudah lama nggak ketemu dan lagi pakansi ke Eropa. Biasanya dia optimis, tapi kali ini dia melihat situasi di Indonesia memang suram. --- In [email protected], "gsuryana" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Aku membutuhkan obat tidur dari psikiater karena aku salah makan obat tidur > di tahun 80-an sd 95 an, dimana kebiasaan tidur siang malam bangun mendadak > berubah karena bekerja di kantoran, akibatnya aku pontang panting mencari > obat tidur cespleng agar bisa kembali menjadi manusia normal, dan obat tidur > cespleng tersebut aku dapatkan dari dokter biasa, yang kemudian dosisnya > bertambah, ikut yoga gak banyak membantu, berenang/olah raga hanya tahan > beberapa minggu, sampai pernah pil BK dengan bir hitam, terakhir Frisium dan > obat perut, semua tetap mengakibatkan kecanduan, dan ditahun 97 an aku ke > psikiater untuk mencoba menghilangkan ketergantungan obat > tidur.......terjadi Mei, sang dokter terkena stroke dan ganti psikiater ( > jago penyakit jiwa lainnya ) eh malah di ketawain, dan bilang bahwa obat > yang aku minum enteng gak apa apa, akhirnya ganti lagi psikiater ( sekarang > psikiaternya perempuan ), masih dalam taraf detoknisasi kecanduan obat tidur > yang lama ( esilgan dan sejenisnya ), khamar tidak membuat saya tidur, malah > jadi panas, sedang minum sesloki idem ditto. > > Saran ku, jangan coba coba memakan obat tidur rutin, apalagi sampai > kecanduan rese banget, semisal bagi yang suka bepergian keluar negeri ( > mengalami jetflag ) lebih baik minum viagra daripada obat tidur ( biasanya > dokter ngasih resep esilgan )..... > > sur. > Allah ntu emang bloon, mending Lucifer dia demen dangdut. > ps. > Bola sudah tidak ada, kita lihat berita di Indonesia apakah ada topik > masyarakat miskin lagi ?, jujur saja menayangkan kondisi masyarakat miskin > tidak memiliki nilai berita, dengan kata lain nyawa di Indonesia memang > murah................menyedihkan memang. > ----- Original Message ----- > From: "utusan.allah" <[EMAIL PROTECTED]> > > > > Emang sialan tu Allah, bikin apa-apa salah design melulu. > > > > Dan bukan cuma itu, udah dungu tu Allah biadab juga: masak ummatnya > > disuruh berperang. > > > > Tapi ngomong-ngomong, untuk obat tidur kok mesti ke psikiater? > > > > Di negeri Belanda, setahu saya (saya nggak pernah minta atau dikasih > > obat tidur, tapi saya tahunya dari temen) kalau cuman untuk obat tidur > > bisa ke dokter umum. > > > > Minum susu anget atau bandrek atau klhamar se sloki juga bisa menolong > > untuk bisa cepet tidur. > ------------------------------------ Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
