--- On Thu, 7/3/08, Lembaga Sastra Pembebasan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:



From: Lembaga Sastra Pembebasan <[EMAIL PROTECTED]>

Subject: Pemberitahuan Untuk Mendapatkan Buku Kumpulan Puisi "JELITA SENANDUNG 
HIDUP" oleh NURDIANA

Date: Thursday, July 3, 2008, 4:34 AM





Salam Pembebasan! 

 

Buku  Kumpulan Puisi "JELITA SENANDUNG HIDUP" telah terbit dan bisa di beli 
di Toko Buku ULTIMUS -  Jl. Lengkong Besar 127, Bandung, 40261

 


Pesanan buku bisa hubungi sdr. Bilven melalui Telp./Faks. (022) 70908899, 
4237060; 
atau melalui E-Mail: [EMAIL PROTECTED]


 


Terimakasih atas perhatiannya,
 
R.Miryanti
 
***

 

NURDIANA: "JELITA SENANDUNG HIDUP"

Kumpulan Puisi



Editor: R. Miryanti, Heri Latief, Bilven 
Ilustrasi: A. Gumelar 

Gambar sampul: A. Gumelar 

Desain sampul: Ucok (TYP:O Graphics)

Layout: Bilven, R. Miryanti




Diterbitkan oleh Ultimus dan Lembaga Sastra Pembebasan




Cetakan 1, Maret 2008



Perpustakaan Nasional: Katalog dalam Terbitan (KDT) 
NURDIANA

Jelita Senandung Hidup, kumpulan puisi

Cetakan 1, Bandung: Ultimus, 2008

xviii + 178 hlm.; 14 x 20 cm.

ISBN: 978–979–17174–4–1 







Distribusi:


CV Ultimus

Jl. Lengkong Besar 127, Bandung, 40261

Telp./Faks. (022) 70908899, 4237060

[EMAIL PROTECTED]

www.ultimusbandung.info


***

Daftar Isi



Pengantar Penerbit, Puisi Sebagai Alat Untuk Menganalisa Sejarah Manusia – v 

Pengantar, Sajak-Sajak "Jelita" Nurdiana – viii

Pengantar Penulis – xi



Jelita



1.Mentari Pagi – 3

2.Yang Cemerlang – 5

3.Bahtera dan Prahara – 7

4.Nusantaraku – 11

5.Bebas dan Klas – 14

6.Adat Hidup – 17

7.Sejarah – 19

8.Lilitan Hutang – 20

9.Saling Mengandung – 22

10.Bagi Manusia – 23

11.Tiran – 24

12.Serba Ber-Anti-Poda – 25

13.Kerja – 26

14.Demi Laba – 28

15.Orba Kuasa – 29

16.Polusi – 30

17.Mausoleum – 33

18.Teluk Ha Long – 35

19.Senjang  dan  Harapan – 36

20.Peranginan Xun Yang – 37

21.Malam Di Pengasingan –
 39

22.Jembatan Jiujiang – 40

23.Kita – 42

24.Jantan-Jantan Jahanam – 44

25.Pengganti Prakata – 45

26.Patah Arang – 48

27.Minang Jelita – 50

28.Nusantara Bulan September (1) – 53

29.Tirani Orba – 54

30.Harapan dan Masa Depan – 55

31.Tanah Airku – 57

32.Alam Nusantara – 59

33.Dendang Zaman Edan – 60

34.Melati – 61

35.Jelita – 62

36.Duka dan Prahara – 65

37.Cemara – 66

38.Bunga Mei – 67

39.Mao Zedong: Belasungkawa Buat Kawan Aidit, Pejuang Komunisme Internasional – 
68

40.Sajak Dangdut – 71

41.Fajar – 73

42.Mawar – 75

43.Raksasa Tua – 76

44.Kebangkitan – 78

45.Sambutan Atas “Sambitan” – 79

46.Hikmah Sejarah – 82

47.Hikmah Alam – 84

48.Musibah (1) – 88

49.Musibah (2) – 90

50.Musibah (3) – 91

51.Musibah (4) – 92

52.In Memoriam Sobron Aidit – 93

53.Bunglon & Dulles – 96

54.Menyambut “Balada
 Petani Tua” – 97

55.Menyambut “Sajak Menanti Ajal” – 100

56.Tentang Laptop Yang Merisaukan – 101

57.Ceriyati – 103

58.Nusantara Bulan September (2) – 106





Senandung Hidup



1.Senandung Hidup (1) – 113

2.Senandung Hidup (2) – 114

3.Senandung Hidup (3) – 115

4.Senandung Hidup (4) – 116

5.Senandung Hidup (5) – 117

6.Senandung Hidup (6) – 118

7.Senandung Hidup (7) – 119

8.Senandung Hidup (8) – 120

9.Senandung Hidup (9) – 121

10.Senandung Hidup (10) – 123

11.Senandung Hidup (11) – 124

12.Senandung Hidup (12) – 126

13.Senandung Hidup (13) – 128

14.Senandung Hidup (14) – 129

15.Senandung Hidup (15) – 132

16.Senandung Hidup (16) – 134

17.Senandung Hidup (17) – 136

18.Senandung Hidup (18) – 138

19.Senandung Hidup (19) – 140

20.Senandung Hidup (20) –
 142

21.Senandung Hidup (21) – 144

22.Senandung Hidup (22) – 147

23.Senandung Hidup (23) – 149

24.Senandung Hidup (24) – 151

25.Senandung Hidup (25) – 154

26.Senandung Hidup (26) – 156

27.Senandung Hidup (27) – 159

28.Senandung Hidup (28) – 161

29.Senandung Hidup (29) – 164

30.Senandung Hidup (30) – 169



Biodata Penulis  – 177

 

***






Koran TADJUK 29-5-2008

 

 

Catatan dari 

Peluncuran Buku JELITA SENANDUNG HIDUP.

 

Judul:        JELITA SENANDUNG HIDUP

Jenis Buku:   Sastra (Antologi Puisi)

Pengarang:   Nurdiana.

Penerbit:     Ultimus Bandung

Tahun Terbit:  Maret 2008 (Cetakan I)

 

PELUNCURAN
sebuah buku bisa bermacam-macam cara dan bentuknya. Alhasil, sebuah
buku yang diluncurkan saat itu bisa menjadi magnet budaya bagi berbagai
pihak terkait. Magnet budaya buku bisa menjadi satu jalinan dan
jaringan kuat di antara personal maupun komunitas budaya yang hadir
dalam sebuah acara peluncuran buku..




Senin
lalu, 26 Mei yang dingin di pukul 20.00 karena angin kering musim
kemarau di Bandung, di ruang budaya terbuka milik Toko Buku dan
Penerbit Ultimus Bandung yang mojok di Jalan Lengkong Besar 127
Bandung, diam-diam perlahan tapi pasti telah terjalin ikatan jaringan
budaya personal dan komunitas yang erat saat buku Jelita Senandung Hidup
karya Nurdiana, nama pena Suar Suroso, yang lahir di Padang, Sumatera
Barat, 16 Mei 1930 dan dikenal sebagai aktivis politik yang gemar
bermain puisi lancar diluncurkan oleh Penerbit Ultimus dalam arahan dan
sambutan Syamsir, sang seniman gaek.




Nurdiana
memang tengah berulang tahun saat acara peluncuran dilangsungkan oleh
para seniman dan penyair Bandung yang tampil malam itu. Sebut saja ada
Stue Percussion Unisba, Matdon, Iman Abda, Dian Hartati, Yopie
Setiaumbara, Yunis Kartika, Evi Sri Rezeki, Widzar, Besti, Bojes, Semi
I, Udung, Seli, Opet, Kerensa Dewantoro, dll.




Sayangnya,
acara yang cukup menarik ini menjadi hambar di bagian tengah karena
terlalu banyak pengisi acara yang membacakan puisi sebab peak performancenya
memang sudah harus usai saat jam Matdon usai tampil. Hal ini harus
menjadi pelajaran berharga bagi penyelenggara acara agar kejenuhan
penonton tidak muncul saat parade berbentuk festival baca puisi terlalu
dominan bagi ghirah peluncuran sebuah buku.




Buku Nurdiana Jelita Senandung Hidup,
yang terbagi dua bagian itu, Jelita (58 puisi) dan Senandung Hidup (30
puisi) dengan pengantar dari Heri Latief dan Asahan Aidit M.A., Ph.D.
itu pun tidaklah terlalu istimewa dalam gagasan selain membawa pembaca
kepada nuansa tanah Melayu dan paradoks sosial yang umum digarap para
penyair lain di Indonesia. Tentu saja di luar cover buku yang terlalu
primordial dan tipografi huruf teks puisi yang dipakai kurang pas
mewakili suasana potret-potret sosial dalam keseluruhan puisinya.




Namun
di sisi lain, buku ini cukup memberi kelebihan yang patut dicatat juga
bahwa penyairnya mampu menangkap suasana sejarah sosial yang
berlangsung di Indonesia sebagai titik tolak penulisan karya-karyanya.
Mungkin juga ini karena pengaruh jam terbang aktivitas politik dan
usianya, misalnya beberapa petikan pada puisi “Hikmah Sejarah” yang
berbunyi, “…. sejarawan gadungan kian telanjang//sejarawan
patriotik bermunculan//pandangan ilmiah kian berjaya//sejarah adalah
hikmah//untuk berkaca//mencegah yang bathil//menegakkan kebenaran !!!”.

 

Erwan
Juhara, Ketua Umum Asosiasi Guru/Dosen/Tenaga Kependidikan
Penulis/Pengara (AGUPENA) Jabar dan Kordinator Liputan Koran Tadjuk.

  


Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/   
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/ 





      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke