Saya benernya juga heran. Saya lagi baca lagi buku Changeux, Edelman dan juga baru lihat video Fred Gage (yang ternyata masih ada hubungn famili dengan buruh konstruksi jalan kereta api Phineas Gage yang benaknya ditembus besi di bahagian kedua abad ke XIX dan yang dibicarakan dengan panjang lebar oleh Antonio Domasio dibukunya The Error of Descartes)tentang stemcells di benak.
Dari tulisan dan video mereka itu saya nggak melihat alasan kenapa orang Islam itu begitu dungu. Mereka juga lahir dengan jumlah neuron yang sama dengan jumlah neuron yang ada di benak orang lain dan neuron mereka yang mati atau rusak juga bisa bertambah asal mereka rajin bergerak badan - saya sendiri jogging suka sampai setengah jam tiap pagi (tadi pagi kurangan dikit: 29 menit 56 detik). Tapi kenapa otak mereka itu nggak jalan? Dan tiap kita, di sekolah dasar udah diajar untuk minta bukti sebelum percaya omongan orang. Saya juga belajarnya di Cingkaring diajar guru saya untuk minta bukti. Dan ketika saya diajar di sekolah mengaji bahwa ada yang namanya Allah, saya juga nanya: mana buktinya? Emang suka didamprat oleh guru mengaji, tapi saya tetap aja nanya: mana buktinya? Lagian tiap kita juga belajar ilmu falak di sekolah menengah. Saya barangkali kecepatan belajar ilmu falak, soalnya di rumah bako saya, di Padang Luar, ketika saya masih di sekolah dasar, saya baca buku kecil pelajaran ilmu falak - kalau nggk salah ingat bikinan jaman Jepang. Nah di situ di jelasin bahwa bulan itu mengelilingi bumi, bumi itu disamping berputar disumbunya juga mengitari matahari dan disamping bumi juga ada planet lain yang mengelilikngi matahari, Venus, Mars, Uranus, Jupiter...(Pluto juga dianggap planet ketika itu). Lalu al-Quran asli yang katanya ada di sorga itu ada dimana persisnya? (Guru ngaji saya bilang di bulan, tapi buku ilmu falak itu nggak bilang ada al-Quran di bulan). Oke saya kecepatan tahu dasar-dasar ilmu falak, tapi yang lain juga pasti belajar dasar ilmu falak di sekoleh menengah. Lalu kenapa mereka masih percaya dengan kibulan guru mengaji yang bilang langit itu tujuh lapis? Dan ketika mereka makin besar dan bisa denger teori evolusi Darwin, kan mereka kudu ngah ada yang nggak bener dengan kibulan guru mengaji yang bilagn manusia itu keturunan nabi Adam yang dibikin Allah dari tanah liat? Buku yang bisa dibeli juga begitu banyak yang bisa memperluas cakrawala. Atau bagi yang ikut berbagai mailing list seperti 'proletar' kan ada inforamsi yang bisa dijadikan pembuka mata? Perhatian saya yang tadinya terpusat kepada hak-hak azasi manusia juga tertarik buat baca sejarah nabi Muhammad setelah baca posting anda tentang pembantaian yang dilakukan orang Islam terhadap orang Yahudi di Yathrib. Saya bergegas beli buku "Muhammad" karangan Rodinson lantas beli buku M. Watt dan Karen Armstrong serta sirah nabi dan CD yang berisi hadits sahih... Dan saya baca. Oke, ngagak semua orang yang ada di Indonesai berkesempatan beli buku semudah orang yang hidup di luar negeri. (Lucunya banyak orang Islam yang demen baca buku Bucaille dan Harun Yahya..) Tapi kan ada internet sekarang? Begitu banyak website yang bisa dikunjungi untuk memperdalam pengetahuan, seperti Wikipedia yang begitu rapi dan hampir selalu updated. Lalu ada Youtube, dengan ceramah Dawkins atau ceramah Sam Harris atau cerrramah Rrrrramachandrrran? Malah ceramah yang mirip kuliah kayak video Fred Gage yang bicara tentang stemcells itu. Sumber informasi untuk menambah pengetahuan dan mengecek omngan al-Mushaf dan sirah nabi itu berada dijangkauan tiap orang yang punya akses ke internet.. Lalu timbul pertanyaan kita memang: kenapa orang Islam itu masih tetap saja dungu-dungu kayak anjing itu? Dan malah banyak yang punya fikiran busuk seperti rezameutia yang bilang saya alkoholik karena saya rajin menunjukkan bahwa menurut kajian ilmiah yang mutaakhir khamar itu bisa bermanfaat untuk kesehatan bila ditenggak secara moderat - untuk membuktikan bahwa al-Mushaf itu sungguh dungu karena mengharamkan khamar. Ya saya juga heran. Tu otak ditaruh dimana? Harga diri mereka ada dimana? Kenapa ditahun 2008 ini mereka masih mau menyediakan diri mereka jadi korban kibulan orang Arab? --- In [email protected], Proletar Agnostik <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saudara Jusfiq , saya sangat setuju postingan anda , bahwa memang benar, bahwa kaum islam sungguh dungu seperti layaknya anjing, bahkan saya khawatir IQ mereka tidak lebih dari setengah angka ukuran sepatu yang mereka pakai . > Yang saya tanyakan adalah kenapa mereka bisa sampai sedungu itu di jaman yang sudah maju dan logis seperti ini ? Dan sudah terbukti dengan jelas bahwa ajaran islam tidak lebih dari omong kosong bullshit seorang arab yang sakit jiwa lantaran terlalu lama bertapa di dalam gua lantaran merasa akan dapat wahyu jadi nabi, akibatnya panasnya goa padang pasir mengakibatkan perubahan struktur otak sehingga yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa . > Ngaku nabi tapi jelas jelas barbar, rampok, pembunuh sadis berdarah dingin , cabul, pedofil, munafik, parasit yang hidup morotin janda kaya , narsis, megalomania yang haus kekuasaan yang lebih parah tarafnya daripada Hitler. Dan seenaknya dewe kalo ngeluarin ayat ayng katanya dari awloh si tuhan padang pasir. (Ayat dari Tuhan tapi koq semunya nyenengin dia isinya? soalnya orang lain ngak boleh kawin lebih dari 3 istri , trus dia boleh lebih lantaran dapat dispensasi karena nabi gitu? awloh versi dia koq plintat plintut kalo ngasi aturan? kalo boleh yah bolehin semua, tapi koq malah pilih kasih macam ini ?) > > Yang saya khawatirkan adalah fakta fakta bahwa orang islam dungu dungu macam anjing sehingga mau nurutin kata kata arab barbar yang merasa dan mengaku nabi , membuktikan bahwa teori Eugenika yang menjadi pedoman Hitler terbukti benar. Atas dasar teori evolusi Darwin bahwa manusia berasal dari evolusi monyet, sehingga pada ras ras tertentu evolusinya tidak sempurna sehingga taraf kedunguannya masih setara monyet yang bisanya ngikut saja , contohnya ya orang islam yang cuma kerjanya ngikut apa katanya arab barbar lantas ditelan mentah mentah tanpa mau dipikir lagi. > > Saya tidak mau dibilang hasil evolusi monyet tapi koq orang orang islam yang memang dungu dungu macam anjing malah membuktikan sebaliknya? Apa mungkin cuman mereka saja barangkali yang manusia hasil evolusi monyet dan itu terbukti dari tingkat kedunguannya? Kalo sudah begini mau dikata apa lagi ? > > Anyway jusfiq ...ente punya komentar apa soal ini ? > > > --------------------------------- > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
