Opo wong Kristen do gak mikir,kalau benar Nabi nyontoni pedofili kok
yang demen meniru sunah tsb malah pastur2 dan Kardinal kipiye?
Jarang lo denger ada AA Gym kawin dg bocah,tapi kalau dg wanita dewasa
sih banyak,dan itu halal.Makane Hidayat Nurwahid yo kawin dapat wanita
cantik,itu syah syah saja.La Paus di Ustrali kok malah memintakan maaf
akibat petugas rohaniwannya merkosani uwong,opo sudah mewabah sih kok
sampai Paus turun tangan?

Shalom,
Tawangalun.

- In [EMAIL PROTECTED], Penggembira
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

hehehe sekarang loe baca aja yach. penjelasan berikut ini:

Pernikahan Muhammad SAW dengan Aisyah RA

Oleh Faiz Abdurrahman | Disiarkan  07/9/2007 | Ilmu Hadits | Rating:
 
Apakah Muhammad SAW seorang Pedhopilia ?

 Pertama kali kita harus mendefinisikan apa arti pedhopilia dan kemudian 
kita masukkan apakah Muhammad SAW termasuk dalam kategori tersebut atau 
tidak

 "Pedofile : juga dapat disebut Pedofilia, penyakit kejiwaan seksual, 
dimana seorang dewasa distimulasi atau kepuasan seksual yang muncul 
dasarnya melalui hubungan seksual dengan anak-anak yang belum masuk masa 
puber. Tipe pedofilia tidak dapat menemukan kepuasan ketika melakukan 
hubungan seksual  dengan sesama orang dewasa dan mungkin mempunyai 
penghargaan terhadap seseorang yang rendah, Melihat melakukan hubungan 
seksual dengan anak-anak lebih sedikit ancaman dibandingkan berhubungan 
dengan orang dewasa."[14]

 Dari definisi diatas maka kita dapat simpulkan seorang pedofilia tidak 
mungkin mencapai kepuasn seksual dengan orang dewasa, bagaimana dengan 
Rasulullah Saw ?, Rasulullah Saw mempunyai 13 orang istri, stu orang 
dinikahi pada usia 50 tahun (Sauda Bint Zama), satu orang dinikahi pada 
usia 40 tahun (Khadija bint khawilad), 4 orang dinikahi dengan usia 
lebih dari 30 tahun (Zainab bint Khuzaima, 30 tahun; Zainab Bint 
Jahash,38 tahun; Umm-I-Habiba bint Abu Sufyan, 36 tahun; Maimuna bint 
harith, 36), tiga orang dinikahi pada usia lebih dari 20 tahun (Hafsa 
Bint Umar bin Khattab,22 tahun; Umm-I-Salma bint Abu Umayia, 26 tahun; 
Juwaeria Bint Harith, 20 tahun), dan 2 orang dinikahi pada usia 17 tahun 
(Marya Qibtiya bint shamun,Safia bint Hayi bin Akhtab), dan Aisyah yang 
dinikahi pada usia 9 tahun.[15] Jadi apakah Rasulullah Saw seorang 
pedofilia, sebab beliau menikahi semua istrinya bukan pada usia 
anak-anak, kecuali Aisyah itupun berkumpul dengan Rasulullah Saw ketika 
memasuki usia puber atau baligh.

 "pe.do.phil.ia n [NL] (1906): kelainan seksual dimana anak-anak lebih 
menjadi obyek seksual."[16]

 Dari definisi kedua kita mendapatkan bahwa yang dimaksud dengan 
pedofilia adalah menjadikan anak-anak menjadi obyek seksual, sekarang 
mari kita simak apa arti anak-anak menurut kamus

 child (ch?ld) n., pl. chil·dren (ch¹l"dr...n). Abbr. ch. 1. seseorang 
yang berada diantara masa kelahiran dan masa puber.[17]

 Kita sudah membahas masa puber dan kita juga sudah membahas masalah 
Aisyah  yang baru berkumpul dengan Rasulullah Saw setelah memasuki masa 
puber, artinya ada jeda waktu beberapa tahun setelah pernikahan 
Rasulullah dengan Aisyah artinya Rasulullah baru berhubungan seksual 
dengan Aisyah ketika memasuki masa puber ini berarti Rasulullah Saw 
bukan seorang pedofilia sebab tidak berkumpul dengan Aisyah walaupun 
secara adat masyarakat waktu itu pernikahan beliau dianggap sah.Jeda 
waktu juga membuktikan bahwa Muhammad Saw bukanlah seorang pedofilia 
sebab seseorang yang memiliki penyakit pedofilia tidak dapat mengontrol 
dirinya terutama dengan berhubungan seksual dengan anak-anak

 "Tidak adanye kontrol terhadap dorongan dari dalam diri.Pedhopilia 
sangat sulit untuk menghadapi dorongan didalam dirinya yang memiliki 
kecenderungan melakukan hubungan seksual dengan anak-anak.Mereka juga 
amat mudah untuk tidak mengontrol keinginannya dalam melibatkan 
anak-anak dalam pratek hubungan seksual."[18]

 jika memang benar Muhammad Saw seorang Pedhopilia maka buat apa dia 
menunggu dengan waktu yang begitu lama (muslim dan Bukhari mengatakan 
sampai 3 tahun, thabari 2 tahun) untuk mengajak Aisyah untuk hidup 
bersama Rasulullah saw. Sebab tidak mungkin seorang yang mengidap 
Pedhopilia menunggu waktu yang lama untuk berhubungan seksual dengan 
seseorang karena tekanan hasrat seksual yang begitu tinggi didalam
dirinya.

 masa menunggu Muhammad Saw juga dapat dikatakan bahwa beliau menunggu 
masa pubersitas Aisyah yang berarti adalah masa kedewasaan Aisyah, yang 
juga berarti bahwa Aisyah memasuki usia dewasa ketika menikah dengan 
Rasulullah Saw.Orientalis yang bernama Karen amstrong menggambarkan 
dengan tepat keadaan ini dengan mengambil kesimpulan tidak hanya 
berdasarkan umur akan tetapi kesiapan Aisyah untuk menikahi Rasulullah
saw.


Tabari mengatakan bahwa usia Aisyah sangat muda ketika ia berada dalam 
rumah orangtuanya, dan pernikahannya baru dilaksanakan ketika ia berada 
pada masa puber.[19]

 Pernikahan Aisyah dengan Rasulullah Saw merupakan kekerasan terhadap 
anak-anak ?

 Setelah kita membahas tentang pedofilia, maka tuduhan yang berkaitan 
dengan hal itu menjadi penting dibahas seperti tuduhan bahwa Rasulullah 
Saw melakukan tindak kekerasan terhadap anak-anak, untuk itu mari kita 
merujuk lagi kepada encyclopedia encarta apa yang dimaksud dengan 
kekerasan terhadap anak.

 Kekerasan terhadap anak, juga disebut sebagai perlakuan kejam terhadap 
anak, dengan sengaja dan tidak dapat dimaafkan mengakibatkan rasa sakit 
dan penderitaan pada anak-anak. Kata ini juga bisa digunakan untuk 
banyak sekali penyiksaan fisik, kekerasan secara verbal yang tidak dapat 
dibenarkan, kegagalan untuk memberikan perlindungan yang pantas, 
makanan, perawatan kesehatan, atau dukungan emosional, incest, pada 
kasus lain penganiayaan seksual, atau pemerkosaan, dan membuat 
pornografi anak. Sering digambarkan oleh ahli medis sebagai 
"battered-child syndrome," kejamnya perlakuan terhadap anak hampir 
secara mnyeluruh dilarang oleh undang-undang criminal. Kekerasan anak 
dapat mempunyai konsekuensi serius dimasa depan dari korban yang 
terkena. Lambatnya perkembangan fisik, gangguan berbahasa dan kemampuan 
kognitif, dan gangguan dari perkembangan kepribadian, belajar, dan 
tingkah-laku umumnya segera mengikuti dari kekerasan anak atau 
pengabaian.[20]

 Setelah melihat definisi kekerasan terhadap anak pantaskah Rasulullah 
Saw kita masukkan kedalamnya?, kita mungkin bisa tidak sependapat 
tentang definisi kekerasan terhadap anak, tapi kita hampir dipastikan 
memiliki kesepakatan terhadap apa akibat yang ditimbulkan dari kekerasan 
terhadap anak. Pertanyaan bagi kita sekarang adalah, apakah Aisyah Ra 
mempunyai sifat-sifat seorang korban dari kekerasan seorang anak ?, 
apakah Aisyah memiliki permasalahan mengenai kecerdasannya, tingkah laku 
dia dimata para sahabat, apakah Aisyah memiliki kelainan seperti itu?. 
Jika ,kita memang ingin jujur maka jawabannya adalah tidak sama sekali, 
Aisyah adalah orang yang sangat aktif dimasyarakat Islam pada waktu itu, 
dia menjadi ibu kaum muslimin dan segala tingkah lakunya menjadi contoh 
teladan masyarakat muslim sampai sekarang. Mengenai kecerdasan Aisyah, 
tentu saja kita tidak dapat memungkiri bahwa pemikiran Aisyah menjadi 
salah satu rujukan dari sahabat diwaktu itu, beliau sendiri termasuk 
dari empat orang sahabat yang meriwayatkan hadits terbanyak selain Abu 
Hurairah, Ibnu Umar dan Anas bin Malik, beliau meriwayatkan tidak kurang 
dari 2210 Hadits dan 174 Hadits yang diriwayatkannya masuk kedalam kitab 
shahih hadits Bukhari dan Muslim. Dari dua faktor ini Aisyah bukan 
korban dari kekerasan terhadap anak oleh karenanya Rasulullah Saw bukan 
pelaku tindak kekerasan terhadap anak

 Pubertas = Kedewasaan = Waktu menikah

 Catatan sejarah tentang kebudayaan  masa lalu memperlihatkan bahwa 
pernikahan dilakukan ketika seseorang mencapai masa pubersitas adalah 
sesuatu yang niscaya.

 Hampir semua kebudayaan terdahulu memberikan perhatian mengenai 
pubertas dan ritual pernikahan, walaupun secara umum ada tedensi untuk 
lebih memperhatikan pubertas laki-laki daripada perempuan. Karena 
pubertas dan pernikahan merupakan simbol anak tersebut siap untuk 
memperoleh kehidupan dewasa.[21]

 Wanita menikah segera setelah mencapai pubersitas.[22]

 Bahkan Umat yahudi dan kristen juga melakukan hal yang sama terhadap 
anak gadis mereka.

 Penganten wanita diambil dari lingkungan keluarga besar ( biasanya pada 
saat memasuki usia puber atau sekitar umur 13 tahun) didalam menjaga 
kemurnian garis keluarga.[23]

 Harus menjadi catatan bahwa bagaimanapun juga wanita menikah dimasa 
biblical pada usia dini.[24]

 Maria mengandung pada usia 12 tahun.[25]

 Hal ini kemudian berlanjut ketika gereja menikahkan seorang wanita pada 
usia 12 tahun di rumania.[26]

 Di Amerika pada akhir abad yang lalu, batas izin pernikahan adalah 10 
tahun, California adalah negara bagian pertama yang mengganti batas izin 
pernikahan menjadi 14 tahun, yang dilakukan pada tahun 1889, setelah 
California, negara bagian lainnya bergabung dan menaikkan batas izin 
pernikahan juga.[27]

 Catatan yang sama pada situs tersebut juga memperlihatkan bahwa prancis 
baru meningkatkan izin usia pernikahan daru 11 tahun menjadi 13 tahun 
pada satu abad yang lalu, bahkan inggris baru pada tahun 1929 
meninggalkan hukum yang berdasarkan pada budaya kristen kuno yang 
mengizinkan seorang wanita menikah pada usia 12 tahun.

 Perbedaan dalam menilai sejauh mana kedewasaan seseorang yang 
ditentukan dalam batasan usia pada masa sekarang adalah sangat berbeda 
dengan proses kematangan seseorang pada masa terdahulu. Saya ingin 
mengambil satu contoh yang amat simpel dari sejarah kenabian yaitu 
dimana usamah bin zaid bisa memimpin pasukan perang dan memikul 
tanggungjawab yang amat besar pada usianya yang baru menginjak 17 
tahun[28] bisakah kita membandingkan usia Usamah dengan anak muda usia 
17 tahun dimasa sekarang?, tentu saja kita akan mengalami kesulitan 
sebagaimana kita akan menemui kesulitan dalam menentukan kapan dan 
bagaimana seseorang dapat dikatakan dewasa apabila kita mengambil 
batasan usia sebagai patokan utama.

 Persoalan selanjutnya apakah perbedaan usia antara Muhammad Saw dengan 
Aisyah yang begitu jauh adalah salah secara moral?. Jawabannya adalah 
Aisyah dinikahi Muhammad saw secara sah dan setiap pernikahan bukan 
hanya berujung pada hubungan seksual semata akan tetapi bagaimana adanya 
pengertian dan hubungan yang baik dalam komunikasi antara keduanya dalam 
menjalankan bahtera pernikahan tersebut.

 Ketika perbedaan usia jauh, umpamanya melewati limabelas sampai 
duapuluh tahun, hasilnya mungkin lebih membahagiakan.Pernikahan orang 
yang lebih tua dan tentu saja laki-laki yang tua yang menikahi wanita 
yang sangat muda,seringkali lebih sukses dan lebih harmonis.[29]

 Hal inilah yang menyebabkan Rasulullah saw lebih banyak bersabar 
kematangan usia rasulullah saw telah membawa Aisyah sebagai wanita yang 
paling banyak meriwayatkan hadits dibandingkan dengan sahabat-sahabat 
lainnya ribuan hadits telah didokumentasikan atas nama Aisyah didalam 
kitab kitab hadits, bisakah seorang korban pedhopilia melakukan hal ini, 
seorang korban pedhopilia  biasanya akan mengalami goncangan psikologi 
yang menyebabkan adanya gangguan emosional dalam tindakan dancara 
berpikirnya, adakah hal ini terdapat dalam disi Aisyah, adakah diantara 
kaum misionaris dan orientalis yang mengatakan bahwa Aisyah adalah 
korban dari pedhopilia membantah hal ini?. Jawabannya adalah Aisyah 
adalah muslimah terbaik yang dilahirkan oleh sosok besar Muhammad saw 
dan tidak ada seorangpun meragukan hal itu akan tetapi bagaimana mereka 
bisa mengatakan bahwa hubungan rasulullah saw dan Aisyah ra adalah suatu 
penindasan terhadap Aisyah, bahkan mencari-cari alasan yang seakan-akan 
ilmiah untuk mendukung pendapat mereka tanpa menghiraukan hubungan yang 
harmonis diantara keduanya, dan tanpa menghiraukan standar nilai yang 
melegalkan seorang wanita berhubungan dengan seorang laki-laki tanpa 
menikahinya dan meninggalkan keturunan tanpa laki-laki itu 
bertanggungjawab terhadap kebutuhan financial dan emosional sang anak, 
atau bahkan melegalkan pembunuhan anak tersebut sebelum ia keluar dari 
kandungan dan menyusahkan keduanya, dengan alasan "hei kita cuman 
bersenang senang; dan apabila saya hamil itu bukan kehendak saya, dan 
apabila bukan kehendak saya maka sebaiknya lenyapkan saja", maka kami 
juga berhak bertanya kepada anda standar nilai apa yang hendak paksakan 
kepada kami?.

 Atau jika kalian adalah seorang yang memakai satandar nilai kristiani 
maka lihatlah standar nilai yang ada dikitab suci kalian, dan 
perbandingkanlah dengan standar nilai yang kami miliki.

 Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan 
juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah 
kamu bunuh. Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum 
pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu. 
(Bilangan: 31:17-18)


Apabila ada seorang menjual anaknya yang perempuan sebagai budak, maka 
perempuan itu tidak boleh keluar seperti cara budak-budak lelaki keluar. 
(Keluaran 21:7)

 Maka temukan jawabannya bahwa Islam adalah standar nilai yang terbaik 
yang bisa dibandingkan dengan segala sistem nilai yang anda temukan 
dimuka bumi ini.


Wallahu A'lam Bishawab.

 
[14] Encyclopedia Britannica, 1998

[15] The Prophet of Islam, the Ideal Husband, by Syed Abu Zafar Zain, 
Kazi Publications, Lahore, Ist Ed., pg. 10-12

[16] Merriam Webster's Collegiate Dictionary

[17] American Heritage Dictionary

[18] Understanding the Pedophile Psyche, courtesy of the Police 
Federation of England & Wales

[19] Karen Armstrong, Muhammad:  A Biography of the Prophet, Harper San 
Francisco, 1992, page 157

[20] Encyclopedia Britannica, 1998

[21] "primitive cultures",  An Overview of the World's Religions

[22] "Central Africa", The New Encyclopaedia Britannica, 15th Edition 
(1987), Volume 15, page 646.  See also "Aboriginal Australia", The New 
Encyclopaedia Britannica, 15th Edition (1987), Volume 14, page 425.   
For additional references to the marriage customs in Biblical times, see 
Israel: Its Life and Culture, by  Johannes Pedersen, Volume 1, page 60ff

[23] Ancient Israelite Marriage Customs, by Jim West, ThD

[24] Gerald Sigal, The Jew and the Christian Missionary, Ktav Publishing 
House,1981, page 28

[25] "Oxford Dictionary Bible" commentary

[26]
http://www.cnn.com/2003/WORLD/europe/09/30/romanian.gypsy.ap/index.html

[27] http://www.ageofconsent.com/comments/numberone.htm

[28] http://ismaili.net/histoire/history03/history333.html)

[29] Theodor H. Vandevelde, Ideal Marriage : Its Physiology and 
Technique, Greenwood Publishing Group, 1980, p. 243.
 

great pretender wrote:
> Oh... ini toh... beritanya...?
>  
> Saya jadi mengerti? Gimana nih Ki Gondrong? Penggembira, Mas Boy dll?
> Apa itu bener?
>  
> Saalm
> GP

--- End forwarded message ---



------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke