Kalo memang mau menghilangkan egoisme, maka langkah pertama adalah bubarkan segala bentuk Cendikiawan Muslim.
Sama saja dulu juga pernah ada cendikiawan Kristen, cendikiawan catholic, dan macam2 lagi cendikiawan2 dari aliran2 agama yang sifatnya menjadikan ilmu pengetahuan sebagai tempat persaingan propaganda agama masing2. Barulah akhirnya dunia ilmu pengetahuan disadarkan bahwa ilmu pengetahuan milik bersama bukan milik agama tertentu saja bahkan tidak ada satupun agama dan aliran2nya memiliki andil dalam pengembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. Terbukti semua agama menjadi penghambat berkembangnya ilmu pengetahuan dimana dizaman sekarang agama Islam lah yang paling parah memblokade berkembangnya ilmu pengetahuan. Mengapa harus ada cendikiawan muslim sementara tidak ada satupun hasil karyanya yang pernah disumbangkan kepada ilmu pengetahuan ??? Ny. Muslim binti Muskitawati. --- In [email protected], "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Refleksi: Kalau apa yang dikatakan YMK adalah benar, maka dapat dimengerti mengapa Indonesia banyak koruptor dan tidak maju-maju dan oleh karena itu juga sekalipun sudah 63 yang disebut merdeka tetap saja rakyat mayoritasnya miskin melarat. > > http://www.tempointeractive.com/read.php?NyJ=cmVhZA==&MnYj=MTI5MzEw > > Wapres Minta Cendekiawan Muslim Dunia Hilangkan Egoisme > Selasa, 29 Jul 2008 | 21:06 WIB > > TEMPO Interaktif, Jakarta: > > Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Cendekiawan Muslim dunia mengurangi egoisme dan perbedaan ekonomi di negaranya masing-masing untuk mencegah timbulnya konflik dan ketidakpuasaan bagi negara Islam yang miskin. > > Demikian pernyataan Kalla saat silaturahmi di Depan Para Peserta International Confrence Of Islamic Scholar (ICIS) ke 3 di Kantor Wapres Selasa Malam (29/7). Konflik, kata Kalla juga bisa ditimbulkan karena perbedaan pendidikan yang jauh di negara-negara islam. > > "Saya mengajak para tokoh dan cendekiawan yang ada di sini untuk tidak menimbulkan persepsi yang melatar belakangi munculnya konflik agama," kata Kalla. Persepsi yang dimaksud Kalla adalah timbul anggapan bahwa membunuh dalam konflik beda agama bisa masuk surga. > > "Jangan terlalu jual murah surga," kata Kalla. Konflik yang akarnya ekonomi, politik maupun sosial, ujar Kalla, jauh lebih mudah diakhiri ketimbang konflik yang didasarkan pada persepsi ajaran agama yang keliru. > > "Jangan hanya bicara damai, mari pikirkan juga kenapa sebenarnya kenapa tidak damai," ujar Kalla. Semua konflik, ujar Kalla, tidak pernah ada yang disebabkan karena agama namun lebih pada sikap egoisme dan kesenjangan ekonomi. > > Saat ketidakadilan ada dalam sebuah komunitas, ujar Kalla, maka harus segera diperhatikan dan dicari solusinya sehingga tidak meluas dan berkembang menjadi konflik yang lebih besar. "Semua agama, tidak hanya islam mengajarkan semangat berdamai," kata Kalla. > > Anton Aprianto/Tempo Newsroom > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
