http://www.gatra.com/artikel.php?id=117061


Jelang Eksekusi Mati
MUI Siap Dampingi Amrozi Dkk


Cilacap, 1 Agustus 2008 09:34
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cilacap siap mendampingi tiga terpidana 
mati kasus bom Bali I yakni Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudra, menjelang 
pelaksanaan eksekusi.

"Jika ditunjuk sebagai rohaniawan pendamping, kita siap melaksanakannya karena 
hal itu merupakan tugas dari negara," kata Ketua Umum MUI Kabupaten Cilacap, H 
Dzul Bashor, Jum`at (1/8).

Namun hingga saat ini, kata Dzul, MUI Cilacap belum menerima surat penunjukan 
dari kejaksaan untuk mendampingi tiga terpidana mati tersebut yang kini 
mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Batu, Nusakambangan.

Jika memang rohaniawan dari Cilacap yang ditunjuk, lanjutnya, pihaknya belum 
mengetahui apakah ulama tersebut akan diambil dari MUI atau Departemen Agama 
sehingga tidak bisa memberi komentar lebih banyak.

Secara terpisah, ulama MUI Cilacap lainnya yang biasa memberi ceramah di 
sejumlah LP di Nusakambangan, Hasan Makarim mengatakan, siap menjadi rohaniawan 
pendamping jika ditunjuk oleh kejaksaan. "Penunjukan tersebut biasanya datang 
beberapa hari menjelang pelaksanaan eksekusi," katanya.

Disinggung mengenai pengalamannya selama memberi ceramah di LP khususnya di 
hadapan Amrozi dan kawan-kawan, dia mengaku belum pernah mengalami kendala.

Menurutnya, penceramah harus bisa menjadi pendengar yang baik jika ternyata ada 
suatu ungkapan yang dikomplain oleh trio bom Bali itu karena mungkin tidak 
sesuai dengan pendapat mereka. "Saya pernah mendengar ada seorang ulama yang 
dikomplain oleh mereka karena adanya perbedaan pendapat," katanya.

Dengan demikian, menurut Hasan, seorang rohaniawan pendamping mereka saat 
menjelang eksekusi harus ekstra hati-hati meski selama ini tidak tampak adanya 
ketegangan pada wajah Amrozi dkk. Hal itu berbeda dengan kondisi terpidana mati 
lainnya yang selalu tegang jika menjelang eksekusi.

"Untuk menghadapi Amrozi dkk harus ekstra hati-hati meski mereka tidak tegang. 
Kita dengarkan dulu perkataan mereka sebagai pendengar yang baik sambil mencari 
celah untuk bisa memberikan siraman rohani," katanya.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Dewa Putu Alit Adnyana mengatakan, 
hingga kini pihak kejaksaan masih belum memutuskan mengirim rohaniawan dari 
mana. "Untuk mengirit biaya, ya mungkin rohaniawan akan kami kirim dari Jawa 
Tengah," katanya di Denpasar, Kamis (31/7). [EL, Ant] 


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke