Sekitar 4 hari yang lalu, terjadi pembunuhan pembunuhan di Apartemen
Rasuna, seorang pria bujangan berumur 40-an, tewas ditikam sebanyak
lebih dari 30 kali tusukan.

Sadis...


=========


Akal Panjang Jagal Berantai


Sulit dibayangkan betapa panjang akal Ryan—pembunuh berantai—dalam
memperdayai korbannya. Setiap korban dirayu dengan cara berbeda. Ada
yang dijanjikan posisi bos di sebuah restoran, ada yang ditawari
bisnis ke luar negeri. Bahkan ada yang diajak berziarah rohani ke
Puhsarang, Kediri, Jawa Timur. Paling tidak 11 korban termakan rayuan
sang jagal, yang berakhir dengan pembantaian dan "pemakaman massal" di
sebidang lahan telantar di sekitar rumah keluarga sang
pembunuh—kemudian harta benda mereka dikuras.


SUATU malam, pertengahan Oktober, dua tahun silam.

Seorang pria menemui Very Idam Henyansah di Jatiwates, Tembelang,
Jombang, Jawa Timur. Ryan, demikian panggilan akrab pria yang
belakangan diketahui sebagai pembantai, mengaku tak begitu menyukai
­tamunya.

Ia mengaku risi setiap kali sang ke­nalan menelepon dan mengajaknya
­ber­sua. Tapi ada yang aneh. Kendati mengaku tak suka, Ryan ternyata
kerap mengajak pria seumurnya itu "tidur bersama" di rumahnya di
Jatiwates.

Hubungan ini tak berlangsung lama. Hingga suatu hari, di pengujung
Desember, Ryan menghabisi pria 30 tahun itu. Dengan sebatang linggis,
Ryan me­libas tengkuk sang "teman seketidur­an". Tewas.

"Itulah pengakuan Ryan pertama kali membunuh orang," kata Direktur
Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Rusli
Nasution. Kamis pekan lalu, Rusli meme­riksa kembali Ryan.

Menurut Rusli, mayat lelaki itu dikuburkan di bawah rerimbunan bambu.
Pengakuan ini boleh jadi sekadar bualan Ryan, yang memang suka
mencla-mencle dalam memberikan keterangan kepada penyidik.

Misalnya, semula hanya empat je­nazah yang diakui Ryan ditanam di
pekarang­an yang luasnya dua kali lapangan bola basket itu. Setelah
didesak, pelaku mutilasi Heri Santoso di sebuah apartemen di Margonda,
Depok, Jawa Barat, itu buka mulut: ada enam mayat lagi yang dikubur di
belakang rumahnya.

Walau berubah-ubah, pengakuan Ryan amat dibutuhkan polisi guna
mendapatkan identitas satu jenazah yang belum dikenali dan korban
lain. Di Kepolisian Resor Jombang, warga yang mengaku kehilangan
keluarganya terus mengalir.

Kuat dugaan, Ryan masih menyimpan rahasia, termasuk tentang mayat pria
yang kuburannya digali paling akhir, Senin pekan lalu. Lina Heni, 60
tahun, berharap mayat yang belum dikenali itu anaknya, Hendro Liyono,
30 tahun, yang hilang pada Desember 2006. "Waktu itu ia pamit
berangkat ke Malaysia," kata warga Kepuh Kembeng, Peterongan, Jombang,
itu.

Sebelum berangkat, anaknya menjual sepeda motor seharga Rp 3,5 juta.
Menurut anaknya, uang itu untuk bekal mengubah nasib ke negeri jiran
atas bantuan seorang pria bernama Antok.

Rabu pekan lalu, Leni melaporkan nasib anaknya itu ke Kepolisian Resor
Jombang. Leni tak mengenal Antok. Tapi, setelah mendengar penjelasan
Suprayitno, suami Nanik Hidayati, ia yakin Antok itu tak lain Ryan.

Menurut Suprayitno, sebelum Nanik dibantai bersama anaknya, Silvia
Ramadani Putri, 3 tahun, ia pernah bercerita akan berbisnis dengan
seseorang bernama Antok. "Antok itu ya Ryan," katanya.

Dari Nanik, Ryan menggondol sepeda motor, perhiasan, uang tunai Rp 25
juta, serta sejumlah uang lagi dalam ta­bungan di Bank Mega dan BCA.
Motif perampokan tampaknya lebih pas untuk menguak tabir kekejaman
jagal dari Jombang ini.

Dalam kasus pembantaian Heri Santoso, Ryan menguras uang korban sehari
setelah kejadian. Ditemui Tempo di rumahnya di Jalan Swatantra V,
Kampung Benda, Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi, istri Heri, Ayu
Wahyuningsih, mengatakan uang yang dicuri Ryan Rp 10 juta melalui
anjungan tunai mandiri. "Dua juta rupiah dari kartu kredit dipakai
belanja," katanya.

Beragam jurus dipakai Ryan untuk menjerat mangsanya, salah satunya
berlagak bagaikan motivator yang menawarkan kiat sukses. Korban
Vincentius Yudi Priyono, contohnya. Pria 30 tahun ini terpikat setelah
Ryan menawarinya menjadi bos sebuah restoran di Jakarta.

Pertama kali berkenalan, Ryan meng­aku peragawan sukses dan punya dua
rumah mewah di Jakarta. Ia pulang ke Jombang sedang mencari teman
berkongsi. Cerita gombal ini ­membius Vincentius, yang kemudian
memutuskan keluar dari tempat kerjanya, sebuah toko elektronik di Jombang.

Riwayat hidup Vincentius berubah pada 14 Maret 2007. Ia tak pulang ke
rumah kos di Jalan Merdeka 145, Jombang. Jenazahnya ditemukan pada 21
Juli lalu.

Kepada polisi, Ryan mengaku menyuruh Sumarsono, seorang kuli angkut,
membawa pulang harta korban berupa kulkas, televisi, dispenser, dan
pemutar VCD ke rumahnya. Heny Eryawan, teman bekerja Vincentius,
sempat mencegah korban agar jangan dulu berhenti bekerja. Tapi, "Dia
lebih percaya kepada Ryan," kata Heny.

Graddy Adam juga tak luput dari rayuan Ryan. Pria 30 tahun, yang
hilang pada Januari 2008, itu terpesona oleh kisah Ryan tentang gereja
tua. Pada suatu hari, berangkatlah mereka berdua, berziarah rohani ke
gereja kuno di Puhsarang, Kediri, Jawa Timur.

Gereja Katolik peninggalan Belanda itu berada di lereng pegunungan,
yang jadi salah satu obyek wisata. Pulang dari sana, Graddy bermalam
di Jatiwates. Sisa jenazahnya ditemukan satu lubang dengan Ariel Somba
Sitanggang dan Vincentius Yudi Priyono.

Kepada polisi, Ryan mengaku berkenalan dengan Graddy di bus rute
Jombang-Kediri. Tipu-tipu Ryan itu juga ampuh dipakai menjerat Guruh
Setyo Pramono. Insinyur pertanian dari Universitas Brawijaya, Malang,
Jawa Timur, itu diajak Ryan menjadi peng­usaha di Malaysia.

Guruh sudah bekerja di sebuah perusahaan peternakan di Kediri. Pria 28
tahun kelahiran Bagor, Nganjuk, Jawa Timur, ini hilang pada April
lalu. Kuburannya ditemukan di dekat lubang jenazah Graddy, Ariel, dan
Vincentius.

Menurut polisi, Ryan membantai korbannya ketika sang korban dalam
posisi tak siap melawan atau lengah, seperti sedang tidur, makan, atau
mengobrol. Ada yang dihantam tengkuknya pakai linggis atau dijerat
lehernya menggunakan ikat pinggang. "Pembunuhan dilakukan ketika
suasana di sekitar rumah sepi," kata Rusli Nasution.

Dari sepuluh korban yang dibantai Ryan, cuma tiga orang yang mencoba
melawan, yaitu Guruh, Graddy, dan Vincentius. "Kata Ryan, mereka
sempat berkelahi," Rusli menambahkan.

Nanik Hidayati dan Silvia dibunuh ketika duduk santai di ruang
belakang rumah Ryan. Pertemanan Nanik dan Ryan dijalin di klub
kebugaran Marcella Gymnastic, Jombang.

Sampai saat ini, belum ada tersangka lain. Padahal, "Sungguh tak masuk
akal kalau dilakukan sendiri," kata Kepala Kepolisian Resor Jombang
Ajun Komisaris Besar M. Khosim.

Menurut Khosim, sejumlah fakta menyebutkan kerabat pelaku ikut
menikmati hasil kejahatan. Di antaranya sepeda motor Suzuki Thunder
milik korban Muhammad Aksoni, yang ditemukan di rumah Mulyo Wasis.

Tapi kakak Ryan ini membantah jika disebutkan berkongkalikong dengan
adiknya. "Saya hanya dititipi," kata Wasis. Seluruhnya ada tiga unit
sepeda motor yang diduga milik korban.

Dua sepeda motor ada di sebuah bengkel, yaitu milik Zainal Abidin dan
Nanik Hidayati. "Belum ada kesimpulan keluarga Ryan terlibat," kata
Khosim. Ayah Ryan, Ahmad, sudah diperiksa polisi. Juga Siatun, ibu
Ryan, dan Mulyo Wasis. "Kalau tahu rumah saya jadi kuburan, saya tak
berani pulang," tutur Ahmad.

Sejumlah orang penggali lubang sudah pula diperiksa polisi. Di
antaranya Suwarto, yang mengaku diperintah Ryan membuat kolam ikan.
Belakangan, liang sedalam dua meter itu dipakai memendam mayat Graddy,
Vincentius, dan Guruh.

Penggali lubang lainnya, Sarto dan Budiono, mengeduk tanah sedalam
satu meter di sebelah barat septic tank, tempat mayat Nanik dan
anaknya dikubur. Ada satu titik lubang lagi yang digali Budiono untuk
mayat Zainal Abidin.

Penggali lubang berikutnya adalah Supardi, Slamet, dan Sunggono.
Mereka diupah Rp 20 ribu per lubang. Untuk mayat Agustinus Fitri
Setiawan, yang dalamnya cuma setengah meter, di dekat kuburan Guruh,
Ryan diduga menggali sendiri.

Menurut Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Herman
S. Sumawireja, pencarian korban diarahkan ke lokasi lain. Antara lain
di lantai kamar Ryan, yang pada Jumat pekan lalu, di kedalaman 30
sentimeter, ditemukan sebuah palu. Belum jelas apakah palu ini pernah
dipakai membunuh korban.

Elik Susanto, Hamluddin (Bekasi), Kukuh S. Wibowo (Surabaya), Dini
Mawungtyas (Jombang)


======


Termakan Bujuk Rayu Ryan

SAKING banyaknya, Ryan sampai tak ingat nama korban yang dibantai
kemudian dikubur di belakang rumahnya di Jatiwates, Tembelang,
Jombang. Ketika sebuah liang digali, Selasa pekan lalu, pria gemulai
itu lupa akan identitas korban yang dibunuhnya pada sekitar Desember
2006. Rata-rata korban terpancing bujuk rayu sang jagal berkongsi
bisnis. Polisi menemukan pakaian, sandal, sepatu kulit, tas pinggang,
telepon seluler, serta 16 macam perhiasan di kamar Ryan. Barang
tersebut diduga milik korban.

HERI SANTOSO
40 tahun
Dibunuh: 11 Juli 2008
Esoknya, mayat Heri dibuang di Jalan Kebagusan, Jakarta Selatan.
Sore pukul 14.00, Ryan menguras tabungan Heri melalui anjungan tunai
mandiri Rp 10 juta dan belanja di sebuah supermarket Rp 2 juta.
Keterangan warna:
# Ditemukan saat penggalian 21 Juli 2008
# Ditemukan saat penggalian 28 Juli 2008

MOHAMMAD AKSONI
27 tahun
Hilang: 21 November 2007
# Modus tipuannya belum diketahui.
# Sepeda motor Suzuki Thunder milik korban dititipkan di rumah Mulyo
Wasis, kakak Ryan.

ZAINAL ABIDIN
22 tahun
Hilang: Januari 2008
Ditawari kerja di Jakarta.
Sepeda motor dititipkan Ryan di sebuah bengkel.

GRADDY ADAM
30 tahun
Hilang: awal Januari 2008
Diajak wisata religi ke gereja kuno di Puhsarang, Kediri, Jawa Timur.
Dibunuh: April 2008

ARIEL SOMBA SITANGGANG
34 tahun
Hilang: 23 April 2008
Diajak menggarap proyek rumah sakit di Surabaya.
Dibunuh: April 2008
# Tiga telepon seluler, laptop, dan satu kamera digital diambil Ryan.

VINCENTIUS YUDI PRIYONO
30 tahun
Dibunuh: April 2008
# Ditawari bisnis restoran di Jakarta.
# Dispenser, pemutar VCD, dan kulkas di rumah kos diangkut ke rumah
orang tua Ryan.

NANIK HIDAYATI
32 tahun

SILVIA RAMADANI PUTRI
3 tahun

Hilang: 2 April 2008
# Teman latihan kebugaran.
# Sepeda motor, perhiasan, dan uang Rp 25 juta diambil Ryan.

GURUH SETYO PRAMONO
28 tahun
Hilang: 5 April 2007
# Ditawari pekerjaan di Malaysia.
Uang dalam tabungan di tiga bank diambil Ryan.

AGUSTINUS FITRI SETIAWAN
28 tahun
Hilang: Agustus 2007
# Bawa uang Rp 80 juta milik Koperasi Gotong Royong Jombang.
# Tertarik ajakan bisnis barang elektronik.

Mayat belum dikenali
Dikubur Desember 2006 di dekat liang jenazah Zainal Abidin.


=============


------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke