Karadzic dan Soeharto
4 Agustus 2008 17:39:01

1

Radovan Karadzic (63) adalah seorang penulis puisi, seorang psikiater,
bekas politisi Bosnia Serbia, salah satu pendiri Serbian Democratic
Party, dan sempat menjadi presiden Republik Srpska pada tahun 1992-1996.

Setelah 13 tahun menghilang, Karadzic ditangkap pada 18 Juli 2008 di
Belgrad, dan tanggal 31 bulan dan tahun yang sama dihadapkan
Pengadilan Internasional di Den Haag (ICTY, International Court
Tribunal for the former Yugoslavia) dengan tuduhan pelaku kejahatan
kemanusiaan, kejahatan perang, dan genosida.

Karadzic dituntut hukuman penjara seumur hidup.

Apa yang telah dilakukannya sehingga dia mendapat tuduhan-tuduhan itu?
Apa yang menyebabkan dia sempat dijadikan salah satu most-wanted-man
oleh Interpol?

Membunuh delapan ribu orang (Muslim) Bosnia.

Pembunuhan itu dilakukan selama perang Bosnia-Herzegovina pada tahun
1992-1995 yang disertai dengan pengepungan kota Sarajevo selama 43 bulan.

Begini selengkapnya apa yang dituduhkan kepada Karadzic:

- Genocide
- Complicity in genocide
- Crime against humanity (extermination; murder; persecutions of
political, racial, and religious grounds; deportation; forcible transfer)
- Violations of the laws or customs of war (unlawfully inflicting
terror upon civilians; taking hostages)
- Grave breach of the geneva conventions of 1949 (wilful killing)

***

2

Proses pengadilan terhadap Karadzic untuk pembunuhan-pembunuhan yang
telah dilakukannya, yang sejumlah 'delapan ribu orang' (saja) itu.
Bukan untuk menyepelekan apa yang telah terjadi di Bosnia dan apa yang
telah dia perbuat, tetapi coba bandingkan dengan mendiang Soeharto,
Bapak Pembangunan tersayang, mantan Presiden Republik Indonesia yang
terhormat itu.

Apa yang telah dilakukan Soeharto?

Kalau Karadzic mengepung Sarajevo selama 43 bulan, maka Indonesia di
bawah kepemimpinan Haji Muhammad Soeharto menjajah Timor Timur selama
23 TAHUN; selama itu 18.600 orang dibunuh atau hilang, diikuti dengan
kematian antara 84.000 hingga 183.000 orang sebagai akibat langsung
dari tindakan Indonesia. Yang mana berarti pembunuhan terhadap
sepertiga dari populasi Timor Timur.

Kalau selama 43 bulan Karadzic "hanya berhasil" membantai 8.000 orang,
Soeharto telah menghilangkan antara 500.000 hingga 1.000.000 orang
dalam kurun waktu beberapa tahun saja sejak ia memulai kampanye
pembasmian PKI pada tahun 1965.

Diikuti pemenjaraan sekitar 200.000 orang tanpa pengadilan, termasuk
sekitar 13.000 orang yang dibuang ke pulau Buru hingga sebagian
(besar?) dari mereka mati di sana. Diteruskan dengan teror,
diskriminasi, penganiayaan secara mental, dan penindasan terhadap
(bahkan) keturunan-keturunan dari para terjagal dan terbuang itu.
Dilengkapi dengan pembodohan dan penggoblokan bangsa selama puluhan
tahun kemudian yang efeknya masih sangat terasa hingga hari ini.

Catat juga penyiksaan, pemerkosaan, dan pemutarbalikkan fakta yang
dilakukan atas izin, atau bahkan atas perintah, atau setidaknya atas
sepengetahuan Jenderal Soeharto.

Berkat diberlakukannya Daerah Operasi Militer (DOM) pada tahun
1989-1998, Soeharto telah berhasil mengubah Aceh, "Tanoh Meutuah",
Tanah Terberkahi, menjadi tanah yang berdarah-darah. Lima belas ribu
(15.000) orang sipil terbunuh.

Dengan pembekalan kesaktian otak militaristik, Dwi Fungsi ABRI, dan
DOM warisan Eyang Soeharto sang Guru Bangsa, Megawati meneruskan
perjuangan menambah pasukan jagal hingga 35.000 orang di Aceh, lebih
dari 100.000 orang menjadi pengungsi, dan pembunuhan menjadi hal biasa.

Tangan Bapak Soeharto bahkan telah berlumuran darah rakyat Papua
bahkan sejak sebelum ia resmi menjadi presiden Republik ini. Minimal
100.000 orang, ratusan ribu orang telah dibantai, disiksa, ditangkap,
difitnah, dan diteror demi menyerahkan tambang emas raksasa di tanah
itu kepada Freeport.

Daftar pembunuhan-pembunuhan yang telah dilakukan sang Jenderal masih
dapat diperpanjang lagi. Tanjung Priok, Lampung, Petrus, pembunuhan
petani dan buruh perkebunan di berbagai tempat, aktivis mahasiswa,
aktivis buruh, kerusuhan 1998, penggusuran di sini dan di sana, dan
lain-lain.

***

3

Pada dasarnya, dibandingkan Soeharto, apa yang telah dilakukan oleh
Karadzic tampak tidak ada apa-apanya (sekali lagi, bukan untuk
menyepelekan apa yang telah terjadi di Bosnia dan apa yang telah
dilakukan Karadzic).

Walaupun memang, jelas ada sangkut-paut politis dan ekonomis dalam
menentukan siapa yang layak didudukan sebagai pesakitan dan siapa yang
layak untuk dibiarkan terlupakan bersama waktu saja. Ini akan terlihat
jelas (terutama) jika membandingkan apa yang dilakukan dunia
internasional terhadap Pol Pot dengan Soeharto.

Pol Pot yang komunis telah menjadi pesakitan sejati di muka dunia.
Sementara Soeharto yang anti-komunis menerima lampu hijau, dukungan,
bantuan, dan bahkan kiriman persenjataan untuk meneruskan misinya
mengamankan daerah-daerah kekuasaan (misalnya) Exxon dan Freeport. Dan
Soeharto jelas sangat berjasa dalam mengamankan kumpulan pulau-pulau
ini dari bahaya komunis, dia yang telah memberantas ratusan ribu
hingga jutaan orang komunis di sana.

***

4

Tetapi kemudian di mana martabat bangsa ini?!

Darah telah ditumpahkan di setiap jengkal tanah negeri ini

Darah saudara-saudaranya sendiri!

Dalam nama Bapak Pembangunan, beratus-ratus ribu berjuta-juta manusia
dibunuh, dilenyapkan dari muka bumi.

Ditangkap, dirampok, dipenjara, disiksa, dibuang, dibunuh, dibantai.

DIBANTAI!

DIBANTAI atas sepengetahuan, atas izin, atas perintah, atas kehendak
Jenderal Soeharto yang terhormat.

Di balik senyumnya yang manis adalah seorang jagal yang telah mencabut
nyawa berjuta-juta nyawa manusia.

Di balik sosoknya yang lemah lembut kebapakan adalah seorang manusia
yang telah menyirami tanah negeri ini dengan darah berjuta-juta
saudaranya sendiri, bangsanya sendiri: Anak-anaknya sendiri!

Dalam nama keagungan dan kedigdayaan kekuasaan Haji Muhammad Soeharto:

SANG TIRAN!

Dan ia telah mati dalam layanan bagai kaisar. Dan ia dikuburkan dengan
upacara militer. Dan bendera setengah tiang berkibaran di mana-mana.
Dan pemimpin bangsa ini datang merangkak sesengukan ke hadapan mayatnya.

Dan bangsa ini mengusulkan gelar pahlawan untuknya.

Kalau bangsa ini tidak memberikan label pesakitan kepada Soeharto,
artinya bangsa ini menyepakati dan mendukung apa yang telah dilakukannya.

Maka itu adalah tanda yang sangat jelas:

Bahwa bangsa biadab dan hina dan terkutuk ini sudah tidak layak lagi
untuk tetap ada di muka bumi!



Catatan:

1
http://www.un.org/icty/indictment/english/kar-ai000428e.htm
http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe/876084.stm
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/08/01/00573799/karadzic.hadapi.sidang
http://en.wikipedia.org/wiki/Radovan_Karadzic
http://en.wikipedia.org/wiki/Bosnian_Serb

2
http://tapol.gn.apc.org/news/files/Suharto%20Obituary.htm
http://tapol.gn.apc.org/reports/r050430.htm
http://www.newint.org/issue344/madness.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Irian_Jaya
http://acehnet.tripod.com/begin.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Free_Aceh_Movement

3
http://insideindonesia.org/content/view/757/29/
http://www.converge.org.nz/abc/prsp25.htm
http://www.fair.org/extra/9809/suharto.html


camarmerah


------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke