Setelah reformasi tahun 1998, orang kaya di Jakarta semakin banyak dan tidak terpusat kepada beberapa gelintir golongan seperti jamannya Soeharto. Kata 'Socialite' (so-shi-li-the) sudah mulai masuk daftar kata bahasa yang baru, adalah golongan orang yang punya uang banyak, hidup glamor, dan tidak takut untuk mengakui hal itu.
Designer Iwan Tirta, yang memperhatikan pola perbedaan diantara orang kaya selama 50 tahun, mengatakan sangat berbeda di masa lalu karena uang yang masuk dari the new elite (OKB). OKB ini menggantikan orang kaya lama yang lebih punya cita rasa yang tinggi. "It's all very new this whole society thing we have today," he says, adding wryly," many of those with class don't have money, and some of those with money don't have class." Butik "Louise Vuitton" yang sangat megah baru-baru ini dibuka di Pacific Mall. Ketika pameran Indonesian Auto Show, dipamerkan mobil Mercedez Benz "R Class", tidak semua negara di Eropa ada mobil Mercedez Benz "R Class". Peluncuran perdana produk Nokia Communicator dilakukan di Jakarta, karena pangsa terbesar Nokia Communicator di dunia adalah Indonesia. Bahkan top event organizer Amerika, Preston "The Gold Fingers" Bailey - the man Hollywood's A list when they need a glittering affair befitting their megawatts status, arranged 50th birthday Oprah Winrey, also Donald Trump nuptials - membuka kantor cabang di Jakarta untuk region Asia. Orang kaya, tentu saja, diperlakukan berbeda dimana saja, dan setiap saat. Sederhananya, saat mau parkir di hotel, mall, pastinya si satpam akan lebih mendahulukan BMW atau Benz dibandingkan Kijang, dengan harapan tip yang lebih besar. 'Talia', berumur 20-an, PR executive, dan berasal dari keluarga kaya, mengatakan bahwa pressure untuk membeli barang luxury dari lingkungan dan pergaulan sangat besar. Pada saat sekolah di Amerika, "...taking a bus, doing the laundry, just being normal, and then I came back to Jakarta and that pressure started again". Harga tas "LV" bervariasi dari US 1,500 sampe $5,000. Jam tangan yang dipake dengan berlian disekeliling bisa sampe berharga US$50,000. "With ladies who lunch, it's just a matter of time before one of them gets up to go to the restroom, pausing a moment so her friends can see the brand of bag she has today", Talia says, shaking her head. "And if she doesn't have the latest popular brand, then she had better leave it under the table." Pada masa lalu, tahun 80-an, market untuk remaja masih di dominasi oleh Gap, Benetton, Giordano, sementara luxury brand, seperti LV, Armani, Versace masih di dominasi oleh para yuppie, bisnis eksekutif umur 35-an dan para CEO mapan umur 40-an keatas. Sekarang, remaja SMA dan mahasiswi umur 20-an udah pake tas luxury brand, laptop papan atas terbaru, dan memakai baju designer. Seperti kata seorang gadis muda, "Well, fashion is being up to date" says Irene, holding Dolce & Gabbana shirt she has been eyeing for the last hour. "There is a pressure, of course. You can't be a fashionable person if don't keep up with the latest and the trendiest, you know?". Irene, is a 21 year old heiress to a multinational company whose monthly fashion budget is a cool Rp. 12 million, higher than a manager's salary in most Jakarta offices. Her wardrobe, filled with designer brand clothing and accessories she proudly refers to as her "treasures", takes up almost a quarter of her bedroom. She like to spend week end in Singapore and vacation in France, London, New York. Banyak juga kalangan socialite yang bergerak di bidang amal dan 'staying on the ground'. Mereka biasanya punya organisasi charity atau anggota sebagai kontributor besarnya. Biasanya, organisasi ini membantu pendidikan anak-anak yang kurang mampu, anak-anak jalanan. Mereka sering mengadakan gala fund, baru-baru ini mengadakan pesta 'masked ball' di Singapore. ~~ Dari Berbagai Sumber ~~ ------------------------------------ Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
