> "rezameutia" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > bangsa aceh, paling nggak, berjuang dulu. > masalah berhasil atau gagal perjuangannya itu, > lain lagi ceritanya. imigran pemalas seperti lu, > jusfiq, kan nggak ada kerjaannya. cuman > ngomong kagak bener dan komplain seperti > tipikal pecundang. >
Anda enggak bisa bilang bahwa masalah berhasil atau gagal perjuangannya itu sebagai lain cerita lagi. Perjuangan kemerdekaan ini bukanlah cerita, tapi perang bunuh2an sehingga enggak bisa dianggap sepele karena nyawa rakyat yang tidak berdosa itu dijadikan taruhan oleh pemimpin2nya yang sebelumnya memaksakan untuk memerangi TNI sampai mati. Sebagai orang Aceh yang baik seharusnya anda menghormati harga diri maupun nyawa orang Aceh keseluruhannya, bukan mengorbankan rakyat banyak untuk memperkaya pemimpin2 pemberontak Aceh yang akhirnya mengkhianati perjuangannya sendiri dengan mengabaikan korban2 yang jatuh dulu yang berjuang untuk sang pengkhianat sekarang ini. Kita khan harusnya berhitung apakah perang ini bisa menang atau pasti kalah. Saya sendiri yang bukan orang Aceh, sangatlah yakin bahwa kemenangan perjuangan GAM untuk mencapai kemerdekaan Aceh hanyalah seperempat langkah saja lagi. Karena situasi politik Aceh dikancah Internasional sudah sangat dominan lebih kuat dukungan dunia luar dibandingkan Timor Leste. Celakanya, situasi kemenangan yang sudah diambang pintu, mendadak diambrukin begitu saja oleh para pengkhianat Aceh yang dikirim sebagai wakil2 Gam dalam perundingan Helsinki maupun Tokyo. Masih segar dalam ingatan saya, panglima GAM sebelum mati ditembak TNI akibat pengkhianatan pemimpinnya telah dengan tegas berkata, bahwa "PERJUANGAN GAM ADALAH UNTUK MENCAPAI KEMERDEKAAN ACEH BUKAN UNTUK MENENTUKAN BENTUK ATAU DASAR HUKUM APA YANG AKAN DITERAPKAN". Panglima GAM menyatakan, bahwa dasar hukum maupun bentuk negara Aceh yang merdeka itu akan ditentukan rakyat Aceh setelah kemerdekaan. Setelah panglima GAM menegaskan pernyataannya ini, dia mati ditembak TNI yang berhasil mendapatkan bocoran rahasia lokasi tempat kediamannya dari para pemimpin GAM lainnya yang berkhianat akibat mendapatkan bayaran yang tinggi. Dengan matinya panglima GAM, Aceh makin dicengkram dengan kekuatan brutal yang dinamakan Otonomi Syariah. Andai kata pun Rakyat Aceh berniat menggunakan hukum Syariah untuk negaranya, tentu bukan caranya bentuk Syariah itu diterapkan melalui bentuk otonomi Syariah, karena landasan Syariah bukanlah otonomi melainkan negara yang berkuasa penuh yang tidak didikte sebagai otonomi dari pusat yang bukan Syariah. Ny. Muslim binti Muskitawati. ------------------------------------ Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
