Persepsi Normal Harus Identik Dengan Realitas !!!
                                             
Dalam berbagai gangguan jiwa, muncul distorsi persepsi dimana
identifikasi realitas terganggu.
                  
Realitas itu adalah kenyataan yang tidak bisa berubah dan tidak bisa
diubah oleh angan2, keimanan ataupun oleh kepercayaan.

Persepsi itu adalah rangsang sensorik yang bisa berubah dan bisa
diubah oleh permainan angan2, brainwash, keimanan ataupun kepercayaan.

Persepsi yang normal adalah apabila persepsinya identik dengan
realitasnya.  Artinya persepsi harus mampu mengidentifikasi realitas
dan realitas tidak bisa menipu persepsi.

Meskipun untuk menemukan realitas dibutuhkan juga kemampuan penggunaan
persepsi, namun persepsinya haruslah bebas dari kepercayaan ataupun
angan2.  Karena persepsi adalah fungsi persyarafan yang sangat mudah
dipengaruhi oleh kepercayaan ataupun angan2.

Itulah sebabnya, Agama membrainwash umatnya untuk merusak persepsinya
dalam mengubah persepsi dalam mengidentifikasikan realitas yang
sebenarnya.

Yang disebut Realitas A adalah apabila Object A dipersepsi sebagai
Object A.  Disini tidak terjadi distorsi persepsi karena persepsinya
identik dengan realitasnya.

Yang disebut Realitas B adalah apabila Object B dipersepsi sebagai
Object B.  Disini tidak terjadi distorsi persepsi karena persepsinya
identik dengan realitasnya.

Apabila Object B itu dipersepsi sebagai Object A, maka disini terjadi
distorsi persepsi karena adanya penyimpangan persepsi dari
realitasnya, jadi bukan dinamakan realitas tetapi dinamakan
KEPERCAYAAN, disini terjadi distorsi antara persepsi dari realitasnya,
juga dinamakan angan2 dimana persepsinya berbeda dari realitasnya.

Realitas Object A hanya bisa dipersepsi sebagai object A apabila
persepsinya bebas dari segala bentuk kepercayaan maupun dogma2 yang
dicekoki sebelumnya.


> A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Beriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling
> utama. Jika seseorang sudah tidak percaya bahwa Tuhan
> itu ada, maka sesungguhnya orang itu dalam kesesatan
> yang nyata.


Sebelum anda berdebat mengenai agama, sebaiknya belajar dulu perbedaan
dua dunia yang beda dalam arti kata antara realitas dan angan2.

Kepercayaan itu adalah angan2 bukan realitas.
Realitas itu bukan angan2 karena apapun yang anda percaya maka
realitas tidak bisa berubah.

Lain halnya dengan kepercayaan yang bisa berubah sejalan dengan
perubahan angan2.

Misalnya, tahi anjing itu tetap realitasnya tahi anjing yang tidak
bisa berubah realitas menjadi sate ayam meskipun anda ber-angan2 itu
sate ayam.

Beda halnya, tahi anjing itu bisa mengubah persepsi dalam angan2 anda
apabila anda percaya itu adalah sate ayam.  Dengan kepercayaan anda
yang kuat bahwa itu adalah sate ayam, maka persepsi rasa sate ayam itu
akan menempati angan2 anda sehingga se-olah2 realitasnya berubah
padahal realitas tidak pernah bisa berubah melainkan hanya persepsinya
saja yang berubah karena persepsi itu merupakan bentuk permainan
angan2 yang bisa dikendalikan oleh setiap orang yang ber-angan2.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke