Bedanya dengan gelandangan di Jakarta khususnya ; kalau tiap lebaran bisa MUDIK dengan pakaian seperti orang kaya baru ! Itulah gelandanan di Indon. hehehehehe
--- On Thu, 9/4/08, utusan.allah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: utusan.allah <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [proletar] Re: jusfiq takut jujur To: [email protected] Date: Thursday, September 4, 2008, 7:14 AM Ni orang emang gila... Pertama dia pakai kata seekor gembel Belanda dan bukan seorang gembel... (Saya jadi teringat rezameutia yang memakai kata monyet ketika dia bicara tentang orang Darfur...) Kedua, persis apa yang saya katakan: orang miskin di negeri Belanda nggak bisa disamakan dengan seorang miskin di Indonesia. Orang gelandangan saja di negeri Belanda dapat tunjangan tiap bulan, dan puncak dari lux jaminan sosial.... dapat uang pakansi.. Uang pakansinya nggak cukup sih untuk pergi ke Seychelles tiap tahun, tapi cukup untuk berpergian ke tempat pakansi yang dekat-dekat. .. Dan gelandangan di negeri Belanda adalah terutama orang yang menolak untuk dapat rumah yang disediakan oleh pemerintah (makanya pemerintah empat kota besar pernah mempertimbaangkan untuk MEMAKSA mereka untuk punya rumah yang disediakan). . Akan halnya orang yang dapat bantuan dari voedselbank juga tidak berarti mereka sama sekali tidak punya uang untuk membeli bahan makanan, karena mereka sekurngnya masih punya 150 euro untuk pembeli bahan makanan (ketika angket dibikin). Dan dengan 150 euro seorang bila orang itu berbelanja di supermarkt Aldi atau Lidl yang barangnya murah tapi kwalitas Jerman dan di pasar untuk sayaur dan buah-buahan mereka tidak akan kekurangan makanan. Perhatikan apa yang tidak bisa dibeli oleh seorang ibu untuk anaknya di Rotterdam dan yang dapat bantuan voedselbank: ice cream. Bukan roti atau bahan makanan lain yang memang amat diperlukan, tapi makaknan lux. Dan anda masih mengungkit-ungkit penduduk Belanda yang dililit hutang lantaran kebanyakan mengambil kredit saat dunia dilanda oleh krisis moneter karena krisis yang ditimbulkan orng Amerika yang salah mengambil kredit. Sadarilah dipo: anda itu jelas bukan sekedar dungu kayak anjing, tapi betul-betul sedeng. Pergilah ke psikieter. --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, ajegile lu <[EMAIL PROTECTED] ..> wrote: > > > Well, kegoblokan Anda sudah melampaui batas yang diijinkan, padahal di tulisan itu Habe cuma mau bilang "lain ladang lain belalang" dalam konteks kemiskinan. > > Jadi, ini cuma soal kecerdasan membaca situasi. Seekor gembel Belanda Anda sangka nggak miskin cuma gara-gara dia punya televisi kreditan dsb. Padahal untuk menuhi kebutuhan primernya (makan!) dia malah mengandalkan bantuan sembako. > > Boleh-boleh aja situ ngotot bilang mereka nggak miskin. Tapi jelas, orang yang nggak bisa menuhi sendiri kebutuhan pokoknya ya berarti dia miskin. Itu standar di mana-mana; untuk bisa bertahan hidup orang wajib menelan sesuatu, bukan ngredit sesuatu. > > Anda sendiri kan ngakui di Belanda banyak gembel. Tapi karena goblok, tetep aja situ ngotot ngajak orang-orang ternganga liat blande-blande gile itu punya barang-barang lux kreditan. Elu aja gi dah ama keluarga lu ternganga bareng! > > Emang butuh kejujuran intelektuil kok untuk mengakui ada kemiskinan di Belanda. Kita-kita di sini mah nggak perlu ternganga liat situ blingsatan nipu diri sendiri. Sebab, situ memang terkenal melarat soal kejujuran & moralita. http://www.magnumph otos.com/ Archive/c. aspx?VP=XSpecifi c_MAG.StoryDetai l_VPage&pid= 29YL53018CMR > > > --- utusan.allah <utusan.allah@ ...> wrote: > > > Sadarlah dipo. > > > > Anda itu sungguh tidak normal. > > > > Nggak waras. > > > > Anda ngebayangin Indonesia yang dedel duwel mau bantu Belanda yang > > makmur hanya karena ada orang yang dungu ngomong tentang kwalitas > > sayur dan buah-buah di negera Belanda. > > > > Dan ribut-ribut tentang orang Belanda yang dianggap berada dibawah > > garis kemiskinan. > > > > Hasan Basri menulis: > > > > "Jelas ada perbedaan kwalitas kemiskinan. > > Orang miskin di belanda atau di amerika tidak > > setragis orang miskin di Indonesia misalnya. > > Tidak pernah di sejarah modern di negara barat > > orang mampus lantaran kelaparan misalnya." > > > > Anda itu sungguh tidak tahu diuntung dan berfikirann nggak normal > > hingga ribut-ribut tentang orang miskin di negeri Belanda yang > > berpenghasilan disekitar seribu dollar sebulan, dapat uang pakansi, > > punya asuransi kesehatan; mereka yang berada dibawah garis kemiskinan > > juga dapat tunjangan macam-macam. > > > > Jaminan sosial dankesehatan di negeri Beladna itu termasuk yang > > terbagus di Eropa. > > > > Orang gelandangan aja dapat tunjangan dan dapat uang pakansi di negeri > > Belanda. > > > > Anda betul-betul nggak waras dipo. > > > > Sadarilah. > > > > > > > > --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, ajegile lu <ajegilelu@ ..> wrote: > > > > Eits, cembokur? > > > > Nggak baek fiq udeh toku masih cembokuran. Habe tuh kalo komentar > > suka keterlaluan tapi tulus adanya. Apalagi kalo muja-muji, sering > > susah dibedain dari nguji. Liat aja nih, > > http://groups. yahoo.com/ group/proletar/ messages/ 205203 > > > > Ya kan? > > > > Nah, buat habe, nempelengin jusfiq gak perlu panjang-panjang. Yang > > penting sering. > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
