ternyata non hafsah juga setuju bahwa penduduk china bisa bekerja sama dengan 
mesra dengan orang Islam indon

--- On Thu, 9/4/08, Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [proletar] Re: Puasa Melahirkan Pelanggaran Nilai2 Kemanusiaan
To: [email protected]
Date: Thursday, September 4, 2008, 7:51 AM






> Abbas Amin <abas_amin08@ ...> wrote:
> begitu baik hatinya orang Islam Indon membuka diri; 
> di mana orang2 didunia tak mau kemasukan China;
> maka Kemanusiaan didunia sudah sangat TIPIS yang
> tinggal adalah keramahan orang Islam Indon menerima
> para China yang tak punya pilihan lain; kasihan deh
> loooo
> 

Orang2 Cina sudah masuk ke Indonesia jauh sebelum masuknya Islam ke
Indonesia.

Cina Indonesia bisa disamakan dengan Arab Palestina.
Jadi mau membandingkannya antara baik buruknya haruslah membandingkan
keduanya ini.

Cina Indonesia meskipun datang dari Cina namun mau berassimilasi dan
tidak mengusir penduduk pribuminya.

Arab Palestina datang dari Arab bukan berassimilasi dengan penduduk
aselinya melainkan melakukan genocide membasmi habis penduduk aselinya
yang menyembah behala maupun penyembah Yahwe.

Berdasarkan aturan dari PBB bahwa setiap negara yang baru mendapatkan
kemerdekaannya harus melindungi hak milik setiap penduduk diatasnya
dalam hal ini orang2 Cina yang ingin menetap di Indonesia setelah
proklamasi kemerdekaan diberikan hak untuk memilih.

Jadi tertinggalnya orang2 Cina di Indonesia bukan karena belas kasihan
umat Islam yang ada di Indonesia, melainkan sebagai akibat dari aturan
PBB yang harus dipatuhi Indonesia sewaktu melamar menjadi anggauta
PBB. Semua ini tertuang dalam Deklarasi Ham yang ditanda tangani
Indonesia. Kalo berdasarkan Syariah Islam, maka orang2 Cina ini halal
untuk dibunuh.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

> --- On Thu, 9/4/08, Hafsah Salim <muskitawati@ ...> wrote:
> 
> From: Hafsah Salim <muskitawati@ ...>
> Subject: [proletar] Re: Puasa Melahirkan Pelanggaran Nilai2 Kemanusiaan
> To: [EMAIL PROTECTED] s.com
> Date: Thursday, September 4, 2008, 12:23 AM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> > Abbas Amin <abas_amin08@ ...> wrote:
> > Realita adalah begini ; toke2 yang kebanyakan
> > orang cina konsumennya kebanyakan adalah orang
> > Islam dan cina2 senang hidup di Indon bersama
> > orang Islam yang jadi konsumen mereka. Itulah
> > realita sehari hari yang aku saksikan.
> 
> Apakah toke2 itu bisa masuk jadi WN Cina, atau WN Singapore, atau WN
> Taiwan..... Jelasnya toke2 itu bukan senang tinggal di Indonesia,
> melainkan mereka tidak punya pilihan.
> 
> Apakah umat Ahmadiah itu senang tinggal di Indonesia? Sama saja,
> mereka tidak punya pilihan, bahkan mau masuk ke Malaysia juga ditolak.
> 
> Kalo saja negara lain membuka kan diri untuk masuknya orang2
> Indonesia, maka bisa lebih dari separoh bangsa ini kepingin pindah tak
> mau tinggal di Indonesia.
> 
> Sama halnya dengan Arab2 Palestina yang tinggal di Gaza, maunya mereka
> pindah ke Mesir, pindah ke Yordania, pindah ke Syria atau pindah ke
> Libanon..... . Namun ditolak enggak bisa, bahkan mau pindah ke West
> Bank saja tertutup sudah, apalagi pembuatan pasport untuk keluar dari
> Gaza hanya bisa dilakukan oleh pemerintahan Abbas sedangkan
> pemerintahan Hamas tidak diakui sehingga tak mungkin bisa menerbitkan
> pasport untuk keluar negerinya.
> 
> Negara2 yang mayoritas Islam sudah dianggap sebagai resiko tinggi
> adanya terorist sehingga mau kenegeri manapun juga pasti ditolak. 
> Bahkan mau kerja di Arab Saudia sekalipun makin diperketat karena
> Kerajaan Arab Saudia tidak mau kecolongan dihancurkan terroris sesama
> Islam.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

 














      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke