Ambil baris pertamanya saja:

"Pada awalnya sistem ketatanegaraan kita tidak mengenal partai
oposisi, sebab fungsi kontrol ada di tangan DPR."

Ini jelas omongan orang sedeng.

Fungi kontrol ada di DPR dan Indonesia punya DPR...

Tapi dibilang  "sistem ketatanegaraan kita tidak mengenal partai oposisi" 

Boleh dibilang tiap baris postignnya ini absurd.  
  
Ni orang jelas sedeng.

Bukan hanya postingnya ini yang isinya kacau.

Kayak Indoneisa yang katanya perlu membantu Beladna yang makmur saat
orang Indonesia banyak yang kurang gizi dan buruk gizi.

Kayak dia ribut-ribut tentang sejumlah oran Belanda yagn dililit
hutang kredit hingga perlu dapat bantuan bahan makanan, saat dunia
dilanda krisis yagn ditimbulkan oleh masaalah kredit perumahan di Amerika.

Dipo ini, tidak slah lagi, jelas sedeng.



--- In [email protected], ajegile lu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> Pada awalnya sistem ketatanegaraan kita tidak mengenal partai
oposisi, sebab fungsi kontrol ada di tangan DPR. Tentu akan
menyegarkan kalau anggota DPR bisa kompak berpihak pada akal sehat
(bukan pada partai) seperti kompaknya senator McCain-Hillary-Obama
menggempur presiden mereka. 
> 
> Lucunya, partai politik di sini malah senang membangun persekutuan
dengan pemerintah untuk mengontrol rakyat, sehingga kehidupan
bernegara tak pernah kunjung segar kendati riuh dengan lawakan. 
> 
> Gilenya lagi, persekutuan konyol menghadang rakyat itu diwabahkan
pula lewat pilkada. 
> 
> 
> > Oleh BUDIARTO SHAMBAZY
> >
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/09/02/01125584/politisi.tak.membosankan
> 
> [...] 
> 
> > Oke, kubu Republik menuding Obama juga bukan politikus 
> > berpengalaman. Ia baru menjadi senator tahun 2006 dan, tak seperti 
> > Palin, belum pernah menjadi pejabat eksekutif seperti gubernur.
> > 
> > Argumen itu dengan mudah dipatahkan: mengapa McCain, yang memberikan
> > cap Obama politikus masih hijau, justru memilih Palin yang masih bau
> > kencur? Dalam istilah populer yang dilakukan McCain "senjata makan 
> > tuan".
> > 
> > Terlebih lagi McCain hanya satu kali berbicara empat mata dengan 
> > Palin sebelum "meminangnya". Ibaratnya, ini bukan pernikahan ideal 
> > karena sang pengantin baru satu kali bersua untuk mengarungi 
> > bahtera yang luas.
> > 
> > Bandingkan dengan persahabatan McCain dengan kedua sekutu politiknya
> > di Senat, Hillary dan Obama, yang berlangsung akrab selama
> > bertahun-tahun. Sering terbukti bahwa aliansi tiga senator ini 
> > justru kompak menghadapi musuh bersama yang bernama Presiden Bush.
> > 
> > Pada akhirnya yang dilakukan McCain tak lebih dari perjudian besar
> > yang penuh risiko. Namun, dunia politik yang tak kenal "dua tambah 
> > dua sama dengan empat" butuh politikus sekaliber McCain yang tak 
> > pernah membosankan.
> > 
> > Berbeda dengan politisi di sini yang berkaliber artis (komedian), 
> > cuma mengandalkan iklan, dan nyaris tak berpengalaman.
>



------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke