Kerajaan Yogya Bukanlah Bagian Indonesia ????
                                 
Pagi2 sekali sekitar jam 3:00 AM waktu Los Angeles, saya membuka
internet membaca koran Tempo.  Ternyata ada berita besar menyatakan
kemarahan Sultan Hamengkubuwono terkait pernyataan sekretaris SBY yang
menyatakan Monarki Absolut harus diubah menjadi Monarki
Konstitusional.  Hamengkubuwono bertekad menemui seluruh anggauta2
DPR/MPR untuk menjelaskan isi Maklumat.... (saya lupa tanggalnya) yang
katanya bahwa dalam perjanjian sebelum kemerdekaan baik Belanda,
jepang, Amerika, maupun Inggris mendukung penuh hak kekuasaan monarki
raja Hamengkubuwono dimana Negara RI harus menghormatinya kalo mau
diakui kemerdekaannya.

Sukarno waktu itu sudah tidak punya pilihan, yang penting merdeka dulu
urusan kerajaan Yogya bisa dinegosiasi belakangan.  Akhirnya Sukarno
setuju dan menandatangani maklumat yang disebutkan oleh Sultan
Hamengkubuwono mengenai hak raja Yogya untuk merdeka bebas dari klaim
sebagai bagian dari RI.

Barulah setelah menanda tanganinya, Bung Karno bernegosiasi dengan
Hamengkubuwono yang akhirnya menyetujui bahwa Yogya bergabung dengan
wilayah Indonesia tapi terpisah dalam hal kedaulatannya.  Itulah
sebabnya, seumur hidup turun temurun keluarga sultan akan tetap
memegang daerah wilayahnya sebagai Gubernur yang dimasukkan kedalah
WILAYAH ISTIMEWA DAERAH ACEH.

Rupanya sejarah RI dipelintir sedemikian rupa sehingga sultan Yogya
ini naik pitam, dalam Tempo itu saya baca bahwa Sri Sultan
Hamengkubuwono bertekad untuk cerai dari Indonesia, dia ingin memiliki
pemerintahan sendiri akibat didholimi oleh pemerintah Indonesia yang
tidak lagi mengakui kekuasaannya.

Jelasnya, posisi Sultan Hamengkubuwono berada lebih unggul karena
perjanjian tsb ditanda tangani negara2 lain yang vital seperti
Belanda, Amerika, Inggris, dan Jepang.  Hal inilah yang dulu sangat
ditakuti Bung Karno sehigga Bung Karno memperlakukan kesultanan Yogya
benar2 sebagai anak emasnya.  Bahkan dizaman Suharto sekalipun
ternyata keluarga Suharto sangat tahu tentang pentingnya menjaga
hubungan dengan kesultanan Yogya yang dilindungi hukum Internasional.

Kali ini benar2 tidak main2, pertengkaran Hamengkubuwono dengan Andi
Malengreng telah diberitakan tempo pada jam 3:00 AM waktu LA, dan pada
sore harinya Jam 4:00 PM sewaktu saya balik kantor membaca kembali
koran Tempo Internet ternyata tulisan tersebut sudah dihapus sedangkan
tulisan lainnya masih tetap sama.

Rupanya koran Tempo Internet mendapat tekanan atau ancaman pemerintah
akibat pemberitaannya.

Mari kita dukung KERAJAAN YOGYAKARTA UNTUK MELEPASKAN DIRI DARI
REPUBLIK ISLAM INDONESIA.

RUU Pornografi akan berimbas fatal kepada kesultanan Yogya karena para
pengawal hulubalang sultan semuanya telanjang dada hanya pakai penutup
aurat dari batik yang jelas porno karena merangsang berahi banyak
wanita2 yang melihatnya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke