http://www.republika.co.id/launcher/view/mid/19/news_id/5172

Intelektual Spanyol Nyaman Dengan Islam
By Republika Contributor
Jumat, 26 September 2008 pukul 14:17:00 
 
MADRID -  Ribuan warga Spanyol terutama kaum intelektual, akademisi, dan 
aktivis anti globalisasi mengaku menemukan kenyamanan dan kedamaian di dalam 
Islam.

Penerimaan terhadap Islam meningkat terlepas dari kampanye kebencian media 
Barat," ujar Abdul Nour Barado, kepala Masyarakat Islam Catalonia seperti yang 
dikutip oleh IslamOnline.net.

Perkiraan menyatakan antara 3.000 hingga 4.000 warga Catalonoia memeluk Islam 
akhir-akhir ini. "Bisa jadi angka yang sesungguhnya lebih tinggi dari itu," 
ujar Barado.

Media lokal melaporkan, mereka mencatat jumlah cukup masif  di kalangan 
intelektual, akademisi, dan aktivis anti globalisasi yang menjadi Muslim di 
Spanyol.

Catalonia pertama kali menerima Islam yaitu pada tahun 1960, saat itu jumlah 
Muslim masih sangat sedikit. Kini ribuan warga Catalonia percaya dan jumlah 
yang bergabung dengan Islam berlipat ganda.

Catalonia,propinsi otonom di Spanyol meliputi area seluas 31,950 km² dengan 
jumlah populasi resmi sebesar 6,3 juta. Ibu kota negara Barcelona, terletak 
dalam propinsi itu. Wilayah itu merupakan rumah bagi sekitar 10.000 imigran 
Maroko, terlebih secara geografis berdekatan dengan Maroko.

Negara Eropa selatan ini diperkirakan memiliki warga minoritas Muslim sekitar 
1,5 juta dari populasi total sebesar 40 juta penduduk. Islam menjadi agama 
kedua setelah Nasrani dan telah diakui oleh undang-undang kebebasan beragama 
yang dikeluarkan pada 1967.

Bukan hanya Catalonia, lebih banyak warga Spanyol di Palencia, propinsi 
Utara--tepatnya di bagian utara komunitas otonom Castile  dan Leen, juga banyak 
yang mengaku menemukan kedamaian dalam Islam.

"Sekitar 4.000 orang di Palencia menerima Islam setiap tahun," ujar Saed Al 
Ruttabi, kepala Dewan Islam Palencia. Ia mengatakan jika mereka sering kali 
mengawali dengan pencarian pribadi dan menemukan kesan mendalam sebelum 
berpindah ke Islam.

"Dan ketika mereka melakukan itu, mereka menemukan jika keimanan dalam Islam 
sangat berbeda dengan presepsi awal yang mereka miliki," ungkap Saed.

Saed juga menambahkan jika dari 150.000 Muslim di Palencia, hanya 90.000 yang 
memiliki latar belakang imigran. Ini mencerminkan trend global, tidak hanya di 
Spanyol, melainkan di seluruh Eropa dan juga Amerika Serikat.Namun jumlah 
muslim yang bertambah menciptakan 'masalah budaya' di negara Eropa Selatan itu. 

"Muslim baru (muallaf) cenderung tidak mendatangi sholat jamaah di masjid 
mayoritas Imigran Muslim," ujar Barado merujuk pada perbedaan budaya. "Ini 
karena para muallaf mempercayai jika masjid semacam itu telah menjadi pusat 
masyarakat untuk Muslim Imigran," kata Barado lagi.

Sementara Mohamed Halhul, jurubicara  Dewan Kebudayaan Islam Catalonia malah 
melihat sisi baik hal tersebut. "Perbedaan antara Muslim imigran dan muallaf 
adalah tanda positif dalam sebuah negara demokrasi," tekan Mohamed./it


foto : Para Muslim di Spanyol sedang sholat berjamaah.


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke