Sedih.. harus meninggalkan Batu Hitam... GP
2008/10/2 Sunny <[EMAIL PROTECTED]> > http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008093001335415 > > Selasa, 30 September 2008 > > > Teori 'Big Bang' Menyadarkan Allah itu Ada > > SAAT logika tidak bisa menjabarkan kekuasaan dan kebesaran Allah, Hj. > Arofah Nizarwan berkonsultasi dengan ahli agama. Dia bersyukur disadarkan > melalui training emotional spiritual quotient (ESQ) saat mendengarkan > penjelasan Ary Ginanjar Agustian tentang teori Big Bang (letusan besar) > asal-muasal terjadinya alam semesta. > > Februari 2005, Arofah mengikuti training ESQ. Dadanya terasa ingin pecah > saat mendengar penjelasan Ary Ginanjar tentang teori Big Bang. Hal itu > menyadarkan dia bahwa Allah itu benar-benar ada. > > Dia tidak harus melihat Zat Allah, tetapi cukup dengan dengan membaca dan > memaknai Alquran dan Hadis Rasulullah. "Dari mana Muhammad saw., mengetahui > tentang teori Big Bang ini kalau bukan dari Allah," kata Arofah mengutip > perkataan Ary saat itu. > > Perempuan kelahiran Kedondong, Pesawaran, 21 April 1965 langsung menjerit > Allahu Akbar. Dia menangis dan meminta ampun kepada Allah. > > Kepercayaannya ingin mendalami agama Allah setelah pulang menunaikan ibadah > haji pada Maret 2003. Menurut dia, kepergiannya ke Mekah atas keinginan > suaminya, Nizarwan. Saat itu, Arofah merasa belum siap, berat meninggalkan > dua anak kesayangannya. > > Makin dekat hari keberangkatan, dia makin tertekan. Bahkan, mantan Wakil > Ketua KNPI Lampung itu sempat membuat surat wasiat bagi anak-anaknya. "Saat > melihat anak-anak saya sedih, bayangannya mati terus. Saya mohon ampunan > Allah, banyak-banyak istigfar," kata Koordinator Wilayah (Korwil) Leadership > Center ESQ Lampung. > > Dengan kondisi yang masih gamang itu, Arofah tetap berangkat ke Tanah Suci > menyempurnakan keimanannya sebagai seorang muslimah. Sesampainya di Mekah, > pemikiran tentang anak-anaknya belum hilang. > > Ketika melihat Baitullah (Kakbah) saat melaksanakan tawaf pemikiran tentang > dunia hilang seketika. Dia tidak lagi berat memikirkan anak-anaknya. Tidak > ada lagi pikiran tentang duniawi. "Saat itu, saya malah tidak ingin pulang, > saya ingin tetap di Baitullah," kenang dia. > > Keinginan tinggal di Baitullah terus mengiringinya sampai 40 hari setelah > kepulanganannya dari Tanah Suci. "Selama 40 hari setelah pulang dari Tanah > Suci, malaikat masih bersama kita dan mengamini tiap doa. Sebab itu, > pascapulang haji, saya sedih dan menangis." n RINDA MULYANI/L > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > -- Salam, Great Pretender [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
