Dipo yang otakny& sudah rusak lagi unjuk kedangkalan pengetahuannnya dankebusukan fikirannnya..
Tiap suku di Minangkabau itu punya beberapa (biasanya empat) gelar pusaka dan gelar itu diberikan berdasar pertimbangan praktis: jangan ada gelar yang sama dipakai oleh beberapa orang, dan ketiga gelar lain sudah dipakai oleh laki-laki lain di suku saya dan gelar Sutan Maradjo Lelo kebetulan sudah lama tidak dipakai, maka gelar itulah yang diberikane kapada saya. Ni orang emang udah lama kudu pergi kee psikiater. Udah gawat. --- In [email protected], ajegile lu <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Diminta pendapatnya soal orang yang ngusul bangun surau malah pamer ketololan soal ngemis gelar: "sebagai tanda protes kecil-kecilan saya meminta kepada ninik mamak, dst..." > > Okelah, setelah main protes situ akhirnya dipilihin gelar: "Sutan Maradjo Lelo". Umumnya gelar itu kan sebutan yang diambil dari sifat / keadaan orangnya. Seperti misalnya, Habe "the babe" yang artinya, Habe yang kayak babe-babe. Nah, "Sutan Maradjo Lelo" itu apa arti sebenernya? > > (dan apa pendapatmu fiq soal itu?) > > --- utusan.allah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Karena otak dipo sudah rusak, maka macam-maam timbul fikiran > > busuknya tentang sebab kenapa saya meminta diizinkan, sesuai > > dengan adat Minankgabnau, unttuk juga memakai gelar pusaka suku > > kami. > > > > Pada hal saya sudah menjelaskan disini sebagai berikut: > > http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/140508 > > > > "Di Minangkabau, dizaman Orde Baru, nagari juga di ganti dengan > > desa, istilah wali nagari di ganti dengan kepala desa, seperti > > di Jawa. > > > > Ketika saya berkunjung ke kampung saya ditahun delapan puluhan > > abad yang lalu, sebagai tanda protes kecil-kecilan saya meminta > > kepada ninik mamak, sesuai dengan adat, untuk diizinkan memakai > > gelar pusaka dan sesuai dengan adat gelar itu dipilihkan oleh > > anggota perempuan di suku kami. > > > > Sejak itu gelar itu saya pakai. > > > > Agar dimaklumi: budaya itu selalu berubah, dan yang namanya > > budaya Minagkabau itu juga tetap dan akan selalu berubah, tapi > > saya menentang perubahan yang dipaksakan. > > > > Saya selalu mengutip ucapan seorang pastor Inggris (Griffith) > > tentang resistensi terhadap perubahan yang dipaksakan itu, yang > > disebutnya euthenasi." > > > > > > --- ajegile lu <ajegilelu@> wrote: > > > > > Itu? Pendapat?! > > > > > > Payah nih, nggak bisa bedain antara pendapat & hayalan! > > > > > > Sekarang coba kita tes: apa pendapatmu soal orang yang ngusul > > > bangun surau di kampung halaman tapi trus ngemis gelar? > > > > > > > > > > ------------------------------------ Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
