Pendapat orang ini sesuai dengan sinyalemen yang diberikan Suryana
beberapa waktu yang lalu...

----



    * KOMPAS.com
    

Sulit, Dapatkan Caleg Berkualitas
KOMPAS/PRIYOMBODO
Direktur Eksekutif Centre for Electoral Reform (Cetro) Hadar Gumay
menunjukkan sejumlah kesalahan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum
(KPU) dalam Daftar Calon Sementara (DCS) anggota DPR Pemilu 2009
setelah dilakukan pemeriksaan DCS di kantor KPU, Jakarta, Senin
(6/10). Hadar menyayangkan masih adanya kesalahan kecil, yang dinilai
dapat merugikan calon dan masyarakat.

JAKARTA, JUMAT- Pemilu 2009 diperkirakan sulit menghasilkan anggota
legislatif berkualitas. Pragmatisme partai politik dalam menyusun dan
mengajukan daftar calegnya ke Komisi Pemilihan Umum dikhawatirkan
bakal menghasilkan wajah lembaga legislatif yang tidak
bersungguh-sungguh memperjuangkan nasib dan kepentingan rakyat.

Demikian diungkapkan peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia, Indria Samego, di Jakarta, Kamis (9/10). Calon anggota
legislatif (caleg) yang ditempatkan di nomor urut jadi di setiap
daerah pemilihan rata-rata adalah elite partai politik beserta
keluarga dan koleganya serta selebriti.

Sedangkan anggota DPR yang selama ini dinilai vokal dan berkualitas
justru banyak yang ditempatkan di nomor urut bawah. "Partai politik
masih mengutamakan perolehan suara daripada menempatkan kader-kader
yang berkualitas di DPR," katanya.

Ketentuan caleg terpilih yang minimal memperoleh 30 persen suara dari
bilangan pembagi pemilih di setiap daerah pemilihan diyakini tidak
akan banyak membantu para caleg berkualitas.

Berdasarkan pengalaman pemilu lalu, hanya 89 orang atau 16,18 persen
dari 550 anggota DPR yang berhasil memperoleh suara minimal 30 persen
bilangan pembagi pemilih.

Hal senada diungkapkan Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen
Indonesia Sebastian Salang. Susunan caleg dalam Daftar Calon Sementara
dinilainya mencemaskan.

DPR yang dihasilkan pemilu mendatang diperkirakan akan dipenuhi elite
partai beserta kerabat dan keluarganya, serta selebriti yang tidak
memiliki kompetensi dalam bidang politik. "Parpol memiliki andil besar
atas merosotnya kualitas parlemen ke depan," ujarnya.

Masyarakat juga tidak dapat diharapkan dapat memilih caleg-caleg
berkualitas yang ada di nomor urut bawah. Banyaknya pilihan partai
politik dan caleg akan membuat masyarakat cenderung memilih gambar
parpol. Konsekuensinya, nomor urut caleg menjadi hal penting.

Caleg perempuan

Menurut Direktur Eksekutif Centre for Electoral Reform Hadar N Gumay,
semua parpol peserta Pemilu 2009 tidak memenuhi kuota 30 persen caleg
perempuan per daerah pemilihan (dapil). Sebagian besar parpol hanya
memenuhi kuota 30 persen perempuan secara nasional.

Misalnya saja, Partai Golkar, yang mengajukan caleg di 77 dapil, tidak
mampu memenuhi kuota 30 persen caleg perempuan di 40 dapil. Partai
Amanat Nasional, yang mengajukan caleg di 77 dapil, tidak mampu
memenuhi kuota 30 persen di 39 dapil.

Data Cetro juga menyebutkan sebagian besar parpol menempatkan caleg
perempuan di nomor tiga. (MZW/SIE)


© 2008 — Indonesia Memilih



------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke