Pemilu tanpa massa pemilih ibarat bertepuk hanya dengan satu tangan.

Massa pemilih sangat diperlukan oleh para calon yang mencari suara untuk
memilih sang calon baik di tingkat Legislatif, Eksekutif maupun Presiden.

Didalam sistim kemasyarakatan Indonesia dikenal beberapa tokoh dari kelompok
masyarakat semisal
- RW dan RT
- Tomas ( Tokoh masyarakat setempat )
- Toga    ( Tokoh Agama setempat )
- Toda    ( Tokoh Pemuda setempat )
- Kelompok ibu PKK/Posyandu

Dimana kelompok kelompok ini kadang memiliki pandangan yang sepaham, dan
kadang bertolak belakang, terutama untuk hal yang berhubungan dengan pemilu,
sedang untuk kepentingan bersama di wilayahnya bisa memiliki kesepakatan
pandangan yang sama.
Dan para tokoh ini memiliki basis masyarakat diwilayahnya masing masing,
semisal

RW yang membawahi RT dan RT membawahi masyarakat yang memang memilihnya.
Tokoh Masyarakat dianggap memiliki massa dikarenakan aktivitas diwilayahnya
yang lebih banyak bersifat sosial sehingga diangkat masyarakat sekitar
sebagai panutan
Tokoh Agama memiliki massa diwilayahnya karena kemampuan dibidang agama yang
dianggap Masyarakat memang menguasai Agama ( termasuk kelompok ibu ibu
pengajian ).
Tokoh Pemuda memiliki massa dari kalangan anak muda.
Kelompok ibu PKK/Posyandu memiliki massa dari kalangan ibu ibu.
Kelompok Masyarakat diatas bisa dibilang eksistensinya sangat terlihat di
wilayah kota kecil/pedesaan/pinggiran kota besar, sedang di kota besar yang
masyarakatnya lebih bersifat egoistis kurang mendapat perhatian.

Dalam hal pemilu baik Legislatif, Eksekutif maupun Presiden, kelompok
masyarakat ini bisa berbeda pandangan, sehingga tidak heran hasil pemilu di
setiap wilayah bisa berbeda hasilnya.

Dengan memiliki kemampuan mendekati kelompok kelompok Masyarakat ini, bisa
dipastikan siapapun yang mencalonkan diri akan mendapat dukungan suara
diwilayah tersebut, tentunya dengan pola pendekatan yang berbeda beda antar
satu dengan lainnya, semisal Tokoh Masyarakat mempunyai wawasan yang lebih
dibandingkan dengan lainnya yang dikarenakan memiliki hubungan masyarakat
yang lebih luas dengan kelompok diluar wilayahnya, sehingga untuk bisa
diterima minimal pendekatan harus melalui pendekatan dengan memiliki wawasan
yang minimal sama.
Sedang RW/RT lebih memiliki wawasan dengan birokrat setempat seperti dengan
Kelurahan dan Kecamatan, sehingga pola pendekatan harus menitik beratkan
kepada informasi situasi aktivitas birokrat setempat.
Tokoh Agama yang memang memiliki wawasan dibidang keagamaan mau tidak mau
hanya bisa didekati dengan cara yang berhubungan dengan bidang keagamaan
yang dikuasai oleh Tokoh Agama tersebut.
Tokoh Pemuda yang berbasis kalangan anak muda umumnya lebih menyukai hal
yang berhubungan dengan olahraga seperti sepak bola dan bola volley.
Kelompok PKK/Posyandu yang memang berhubungan dengan kalangan ibu ibu dan
balita, pendekatannya yang berhubungan dengan kesejahteraan masyarakat
terutama yang berhubungan dengan balita.

Untuk Pemilu, tidak sedikit Partai Politik melakukan pendekatan kepada
kelompok kelompok masyarakat diatas, dengan pola pendekatan yang di
sesuaikan oleh arahan para kader diwilayahnya, dan bilamana seorang kader
diwilayahnya kurang mendapat simpati dari masyarakat sekitar jangan heran
bila hasil pemilu tidak memuaskan partai politik yang di embannya.

Untuk bisa memperoleh dukungan suara dari kelompok kelompok ini mau tidak
mau siapapun calonnya harus memiliki kemampuan kapital, dimana kapital
dibutuhkan bukan semata untuk sejenis serangan fajar, melainkan dapat
dipakai sebagai alat sosialisasi yang sehingga masyarakat awam bisa
mengetahui ada calon yang memperhatikannya.

Dan untuk bisa memperoleh simpati tersebut mau tidak mau dibutuhkan atribut
atribut yang berbeda, selain melalui pendekatan semata semisal
RW/RT lebih banyak membutuhkan atribut dalam hal yang bisa digunakan secara
langsung, seperti bantuan langsung untuk fasum dan fasos, minimal perbaikan
fisik gang maupun selokan dan yang berhubungan dengan birokrat seperti
perpanjangan KTP dan pembuatan surat surat yang berhubungan dengan
Kelurahan/Kecamatan.
Tomas lebih banyak ke atribut kaus, pin, stiker dan atribut partai lainnya.
Toga lebih banyak memfalitasi bangunan tempat ibadah seperti Mesjid dan
Mushola serta peralatan sembahyang.
Toda umumnya peralatan olah raga, dan kadang pertandingan lokal.
Sedang kelompok PKK/Posyandu untuk yang berhubungan dengan kebutuhan balita.

Sedang atribut partai seperti spanduk, baliho dan bendera lebih dibutuhkan
oleh kader partai diwilayahnya.

Tidak jarang antar kelompok masyarakat ini memiliki perbedaan pandangan
terhadap calon yang akan dipilihnya lebih dikarenakan pola pendekatan yang
saling provokasi, sedang hal utamanya yang berhubungan dengan politik
diabaikan, sehingga Massa Pemilih melakukan pemilihan bukan lagi berdasarkan
pengetahuan politik, melainkan karena pendekatan dari kepandaian sang calon
dalam mendekati para Tokoh Masyarakat tersebut.

( Bersambung )

sur.
http://indolobby.blogspot.com.


------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke