Sungguh besar biaya untuk menghidupi serdadu ini..

Dan buat apa?

Buat apa Indonesia punya serdadu begitu banya dan begitu boros?

Buat membikin kacau negara dan buat membunuhi manusia...

Di abad ke XXI ini; sungguh sudah saatnya orang Indonesia untuk menjadikan 
Indonesia itu bebas militer.

---


Home ยป Nasional 
Dephan/TNI Kuasai Aset Negara Rp112 triliun
By Republika Contributor
Rabu, 22 Oktober 2008 pukul 21:07:00 
 
JAKARTA
-- Ketua Badan Pemeriksa Keuangan RI Anwar Nasution mengemukakan,
Departemen Pertahanan (Dephan)/TNI selama ini menguasai aset negara
sekitar Rp112 triliun atau sekitar 17 persen dari seluruh jumlah aset
negara.

"Dan sudah menjadi rahasia umum, hanya sebagian
pengeluaran TNI yang bersumber dari APBN, tetapi dari berbagai kegiatan
bisnisnya yang tidak dilaporkan dalam APBN," katanya, di Jakarta, Rabu.

Berbicara
pada rapat laporan pertanggungjawaban keuangan Dephan/TNI, Anwar
mengatakan, sejak kelahirannya TNI bukan saja berperan sebagai produsen
jasa pertahanan dan keamanan, tetapi juga dalam kegiatan non militer.

Untuk
menjalankan peran militer dan non militer tersebut, Dephan/TNI menjadi
salah satu institusi yang menerima alokasi anggaran terbesar dalam APBN
yakni Rp30,6 triliun pada 2007 atau setara dengan 4,04 persen dari APBN
tahun tersebut, dan 0,75 persen dari PDB Indonesia pada tahun yang sama.

Karenanya,
tambah Anwar, pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Dephan/TNI selama
periode 2004-2007, memberikan opini Tidak Memberikan Opini (TMO) atau
disclaimer.

Penilaian itu didasarkan pada kenyataan Dephan/TNI
belum memiliki sistem akuntansi yang baku, belum memiliki personil yang
menguasai ilmu akuntansi, tidak memiliki sistem komputer yang baik,
serta tidak memiliki pengawasan yang baik terhadap pelaksanaan akutansi
itu.

"Bahkan SAI, juga belum dilaksanakan sehingga terjadi
perbedaan catatan realisasi yang signifikan antara Dephan/TNI dan
Depkeu," ujarnya menambahkan.

Selain itu, Penerimaan Negara
Bukan Pajak (PNBP) dan anggaran non bujeter belum menggunakan Surat
Setoran Bukan Pajak (SSBP) dan tidak melalui kas negara.

"Maka
tidak heran banyak aset negara yang dikelola Dephan/TNI tidak bernilai
nominal, hanya tanah luas sekian, lokasi di tempat tertentu,
inventarisasi tidak ada, penggunaannya juga bermasalah, ada yang pindah
kepemilikan dan lain-lain ," ungkap Anwar.

Namun, BPK kini
menilai Dephan/TNI telah memiliki komitmen kuat untuk memperbaiki
sistem pengelolaan aset negara dan penyusunan laporan keuangannya. "Ya
kalau brengsek banyak penyimpangan, di departemen dan instansi lainnya
juga begitu, sama brengseknya. Tetapi kini Dephan/TNI telah berupaya
untuk memperbaikinya," katanya.

Asisten Logistik Kasum TNI
Mayjen TNI Abdul Ghofur mengatakan, berdasarkan hasil inventaris
sejumlah aset negara di lingkungan TNI selama semester I 2008, tercatat
nilai sewa sebesar Rp135 triliun. "Itu merupakan hasil sewa terhadap
barang bergerak dan tidak bergerak, tetapi itu belum final
penghitungannya. Mungkin juga bisa lebih dari itu," ujarnya. ant/is

 ---------------
Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo


Allah yang disembah orang Islam tipikal dan yang digambarkan oleh al-Mushaf itu 
dungu, buas, kejam, keji, ganas, zalim lagi biadab hanyalah Allah fiktif.



      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke