Tulisan ini TIDAK meyakinkan sama sekali; tanpa referensi yang jelas...

--- In [email protected], "gsuryana" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Benar dan tidak nya walahualam
> 
> sur.
> ----- Original Message ----- 
> From: Hikayat Dunia
> 
> ASAL-USUL KABAH
> (Bisa dicek di Google)
> KABAH BEKAS KUIL HINDU?
> [Note: A recent archeological find in Kuwait unearthed a gold-plated
> statue of the Hindu deity Ganesh. A Muslim resident of Kuwait requested
> historical research material that can help explain the connection
between 
> Hindu civilisation and Arabia.]
> Artikel pembuka tersebut mengatakan telah menemukan bukti arkeologis
berupa 
> peninggalan Kuno abab ke 3-4 (sebelum Islam). Salah satu penemuannya
ialah 
> berbentuk piring (persisnya seperti kuali) yang dilapisi emas yang 
> mengambarkan/melukiskan patung Dewa Hindu Ganesha dan sekarang disebut 
> ‘Sayar-Ul-Okul’ berada di Makhtab-E-Sultania perpustakaan 
> Istanbul, Turki.
> Benda tersebut awalnya ditemukan terletak/tergantung di salah satu sisi 
> keramat Kabah dan diatas piringan tersebut terdapat teks yang terpatri 
> secara baik yang berisikan â€Å"keuntungan pernah terlahir dan hidup 
> selama pemerintahan Vikramaditya.” Dia adalah seorang pemberi 
> kemurahan hati dan di salurkan untuk tujuannya yang mulia, namun
ketika itu 
> kami bangsa Arab tidak mengenal Tuhan (mengabaikan). Tengelam dalam
hawa 
> nafsu yang tidak menentu. kebrutalan dan penyiksaan yang merajalela, 
> kekelaman telah menyelimuti negara kami bagaikan domba yang berada
dalam 
> cenkraman srigala yang buas demikianlah kami Arab berada dalam 
> ketidaktahuan.
> Demikianlah seluruh Arab diselimuti kegelapan yang seperti dalam
malam bulan 
> muda (sabit). Tapi subuh sekarang dengan sinar matahari pagi
pendidikan yang 
> telah menyinari kami oleh yang mulia Vikramaditya oleh kebaikannya
mengawasi 
> kami orang asing, Ia mengajarkan pendidikan agama keramat dari
negaranya, 
> diantara kami yang kecermerlangannya bersinar bagaikan matahari, para 
> pengajar dan pendidik tersebut lewat kebajikannya membuat kami
merasakan 
> kehadiran Tuhan, diperkenalkannya sampai keberadaan keramatnya dan 
> dipertaruhkan atas jalan kebenaran, yang telah datang kenegara kami
untuk 
> berkhotbah agama mereka, memberikan pendidikan sebagai amanat
Vikramaditya 
> yang dalam bahasa Arab-Roman, ialah :
> â€Å"Itrashaphai Santu Ibikramatul Phahalameen Karimun Yartapheeha 
> Wayosassaru Bihillahaya Samaini Ela Motakabberen Sihillaha Yuhee
Quid Min 
> Howa Yapakhara Phajjal Asari Nahone Osirom Bayjayhalem. Yundan
Blabin Kajan 
> Blnaya Khtoryaha Sadunya Kanateph Netephi Bejehalin Atadari Bilamasa - 
> Rateen Phakef Tasabuhu Kaunnieja Majekaralhada Qalador. As Hmiman
Burukankad 
> Toluho Watastaru Hihila Yakajibaymana Balay Kulk Amarena Phaneya 
> Jaunabilamary Bikramatum”.
> Pada bagian lain, jika kita membaca paragraf demi paragraf adalah bahwa 
> ternyata pengetahuan dan budaya Arab sempat dibentuk oleh Hindu
India lewat 
> raja Vikramaditya yaitu lewat pembangunan sekolah-sekolah dan 
> akademi-akademi. Hal ini telah membuktikan bahwa kekaisaran India
Kuno telah 
> terlentang hingga ke semenanjung Timur Tengah (Arab) dan yang
disebut Kutub 
> Minar (prasasti) di New Delhi telah menandakan perayaan atas kemenangan 
> perebutan semenanjung Arab.
> Yang paling menarik ialah koleksi terkenal di perpustakaan yang disebut 
> Makhatab-E-Sultani yang mana koleksi antologi tersebut tersusun
lebih awal 
> dari 1742 A.D. sultan Salim Turki. Antologi itu dikenal sebagai 
> Sayar-Ul-Okul, yang memberikan titik terang perdapan Arab, buku yang
berisi 
> gambaran rumit mengenai Arab Kuno, juga berisi gambaran mengenai
kegiatan 
> tahunan yang disebut OKAJ yang dulu di pegang sebagai kegiatan
setiap tahun 
> di seluruh bangunan kabah Mekkah. Inilah yang meyakinkan bahwa
kegiatan haji 
> telah terdapat jauh sebelum Islam. Namun juga diperkirakan bahwa
OKAJ telah 
> berlaku untuk kegiatan perkumpulan diskusi sosial, agama, pendidikan
dan 
> budaya yang telah dibentuk atas pengaruh tradisi Hindu India. Tempat 
> terpenting perkumpulan baik di India maupun Mekah adalah Candi Siva,
hingga 
> hari ini juga lambang Mahadev (Siva) dapat dilihat, yaitu berupa
batu hitam 
> yang telah diciumi oleh Umat Islam di Kabah.
> Penemuan peninggalan Vikramaditya telah memberikan petunjuk, Raja 
> Vikramaditya telah diketahui ketaatannya akan penyembahan Dewa Siva
sehingga 
> ia mengajar agama Vedic, yang mana memungkinkan dia untuk membangun
kabah di 
> mekah.
> upacaranya ialah remnants kebiasaan tua Vedic candi masuk Hindu
dalam keadan 
> bersih - dengan lembar-lembar putih yang tanpa kelim yang suci. Dan
juga 
> tempat keramat utama di Mekah, yang merupakan rumah lambang Siva,
dikenal 
> sebagai Kabah. Diungkapkan dengan sehelai kafan hitam.
> Berdasarkan Ensiklpedia Britanika di Arab terdapat 360 patung/dewa. 
> Berdasarkan cerita rakyat yang terekam pernah salah satu Dewa dari 360 
> patung tersebut musnah dalam sebuah penyerangan yaitu Zohal (dewa
Saturnus) 
> yang lain dianggap Bulan (Dewa) tetapi sebagian menyebutnya dengan
Allah. 
> Itu telah membuktikan bahwa di Kabah Arab pra-Islam telah mengenal 
> penyembahan kepada sembilan planet. Demikian juga di India dikenal
dengan 
> ‘Navagraha’ sebagai penyembahan sembilan planet, dua dari 
> antara ke 9 tersebut ialah Saturn (Saturnus) dan Bulan (sebagai Dewa).
> Di India untuk lambang Bulan selalu di cat di dahi Siva, di duga erat 
> berhubungan dengan Siva yang di Kabah yang di patrikan dalam Bendera
Islam.
> Tradisi Hindu lainnya yang masih berhubungan dengan kabah adalah sungai 
> gangga, menurut tradisi Hindu gangga tidak dapat dipisahkan dari
lambang 
> Siva sebagai bulan sabit, kemanapun lambang Siva berada gangga
selalu hidup 
> bersama, fakta dari persatuan tersebut terdapat di dekat kabah. Airnya 
> dianggap keramat karena secara tradisional sudah dianggap sebagai
gangga 
> sebelum Islam (yaitu Zam-zam).
> Catata : Hingga hari ini, para peziarah Muslim yang menyaksikan
kabah untuk 
> haji memandang Zam-zam ini dengan penghormatan hingga menaruhnya
kedalam 
> botol sebagai air keramat bagi mereka.
> Para peziarah Muslim yang berkunjung mengelilingi kabah tujuh kali,
selain 
> di tempat itu tidak pernah dilakukan. Hindupun tanpa kecuali
berjalan-jalan 
> disekeliling Dewata (Kabah) mereka, ini adalah contoh yang terlihat
bahwa 
> tempat Kabah pra-Islam sebagai bangunan Siva Hindu India yang
mempraktekkan 
> kebiasaan (upacara) Hindu yang rumit.
> Mungkin bahwa penggungkapan rahasia wahyu yang menarik dari kata
â€Å"Allah” 
> itu sendiri berasal dari Sanskrit (sebuah ungkapan dalam bahasa
Hindu India, 
> yang mungkin dalam kata Sansekerta), dibahasa Sanskrit kata Allah,
Akka dan 
> Amba adalah satu sinonim, mereka mengartikan Dewi atau Ibu, Kata
â€Å"Allah” 
> bentukan bahasa Sanskrit julukan untuk Dewa Dugra, yang juga diketahui 
> sebagai Bhavani, Chandi dan Mahishasurmardini. Kata Tuhan bagi agama
Islam 
> adalah belum mengalami perubahan tapi masih dari bahasa Sanskrit
yang masih 
> terus dipertahankan oleh Islam hingga kini. Allah arti awalnya
adalah Ibu 
> atau Dewi atau Ibu dewi.
> Satu bait Koranik adalah terjemahan satu bait stanza di Yajurveda.
Hal ini 
> dibuktikan oleh kehebatan penelitian sarjana Pandit Satavlekar Pardi di 
> salah satu artikelnya.
> Catatan : Sarjana lain menjelaskan mengajar dari Koran persis mirip
mengajar 
> Kena Upanishad (1.7).
> Al-Quran :
> â€Å"Tidak memandang penglihatanNya.” Tetapi Dia melihat
pemandangan 
> laki-laki; untuk Dia yang mengetahui rahasia, yang sadar.
> Kena Upanishad :
> â€Å"Yang tidak bisa dilihat pada mata tetapi lewat yang mata sendiri 
> melihat, tahu bahwa untuk menjadi Brahman (Tuhan) dan tak ada orang
yang 
> bersembahyang di sini (di dunia yang ditunjukkan).”
> Kedua Maksud diatas bila disederhanakan akan menjadi :
> Tuhan adalah sesuatu dan bahwa Dia di luar pengalaman indrawi
manusia. Itu 
> telah menunjukkan hubungan antara Unani Arab dan Ayurvedic.
> Hindu memiliki 33 Dewa, sebagian kecil orang asia juga memuja 33 Dewa 
> sebelum pengaruh Islam. Kalender bulan yang sesuai aturan India
dikenal di 
> Asia Barat. Bulan safar Muslim menandakan Bulan Ekstra (Adhik Maas)
dalam 
> kalender Hindu, Bulan Rabi Muslim juga merupakan pelencengan dari
Ravi yang 
> artinya Matahari, karena Sanskrit V diubah ke Prakit â€Å"B”
(Pakrit 
> adalah versu populer dari bahasa Sanskrit). Serta masih banyak lagi 
> persamaan-persamaan arti maupun kata-katanya.
> Vedic melukiskan mengenai bulan, perbedaan konstelasi bintang dan
ciptaan 
> alam semesta sudah dimasukkan dari Vedas di Al-Quran pada bagian 1
bab 2, 
> bait 113, 114, 115, dan 158, 189, bab 9, bait 37 dan bab 10, bait 4
sampai 
> 7.
> Pertunjukan Namaz lima kali sehari sebagai terima kasih kepada
keputusan 
> Vedic Panchmahayagna (lima pemujaan setiap hari Panch-Maha-Yagna) yang 
> sebagian Vedic tentukan sebagai ritual sehari-hari bagi semua individu.
> Orang Muslim diharuskan membersihkan sebanyak lima bagian badan sebelum 
> memulai doa, juga diharuskan berdoa sebanyak lima kali sehari. Ini
berasal 
> dari sumbangan Vedic ‘Shareer Shydhyartham Panchanga
Nyasah’.
> Tradisi otentik Nabi Muhammad yang tersusun oleh Imam Bukhari bahwa
suku 
> India Jats sudah ada di Arabia sebelum masa Muhammad. Satu kali
waktu Aisha, 
> istri Nabi, mengalami sakit, kemenakan laki-lakinya diberangkatkan
kepada 
> seorang dokter Jat untuk minta bantuan.
> Ini membuktikan bahwa orang India menikmati status tinggi dan mulia di 
> Arabia.
> Status seperti itu tidak bisa terjadi bagi mereka kecuali kalau mereka 
> adalah penguasa.
> Bukhari juga mengatakan kepada kami itu seorang Raja India (raja) 
> memberangkatkan guci acar jahe kepada Nabi. Ini menunjukkan bahwa Raja 
> Indian Jat menguasai bidang tertentu sehingga pada posisi berdampingan, 
> hanya dengan posisi yang seperti itulah dapat memberangkatkan hal
sepele 
> seperti mengirim acar jahe.
> Kata dalam Islam ‘Eed-Ul-Fitr’ berasal dari ‘Eed Of 
> Piters’ artinya didalam bahasa Sanskrit tradisi adalah
pemujaan nenek 
> moyang. Di India, Hindu memperingati nenek moyang mereka selama
Pitr-Paksha 
> selama dua minggu disediakan untuk peringatan mereka.
> Kebiasaan Islam mengamati kenaikan bulan sebelum menentukan perayaan
berasal 
> dari adat Hindu yang juga cepat memecahkan Sankranti dan Vinayaki
Chaturthi 
> setelah melihat bulan .
> Keterangan berikut direproduksi dari arsip Kebenaran.
> Seluruh Penggandaan Al-Quran Arab mempunyai bilangan misterius 786
yang di 
> cap mereka.
> Tidak satupun sarjana bahasa Arab yang mampu menyimpulkan jumlah angka 
> khusus yang luar biasa ini sebagai pilihan.
> Fakta nyata bahwa Muhammad buta aksara oleh karena itu nyata bahwa
dia tidak 
> akan dapat membedakan nomor dari surat. Jumlah â€Å"gaip”
ini tidak 
> lain tidak bukan berasal dari Vedic Suci Surat â€Å"OM YANG”
ditulis 
> di bahasa Sanskrit (Merujuk untuk menghitung 2).
> Siapa saja yang tahu bahasa Sanskrit bisa menguji membaca lambang
â€Å"OM” 
> ke belakang/terbalik dari bahasa Arab dan secara magis nomor 786 akan 
> muncul!
> Orang Muslim didalam ketidaktahuan mereka dengan sederhana tidak
tersadar 
> bahwa jumlah istimewa ini adalah tak lebih dari kesalahan membaca
lambang 
> Vedic yang paling suci.
> Terjemahan diatas adalah terjemaham bebas yang hanya menyertakan 
> bagian-bagian yang dianggap umum dalam persamaan budaya Hindu pada
jaman 
> pra-Islam di Arab dengan Islam Arab.
>



------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke