Kalau terbukti salah, saya bersedia mengakuinya, dan saya minta maaf secara tulus dan khusuk...
Ini telah saya buktikan. Beda dengan orang Islam disini yang rajin menyebar fitnah tapi tidak bersedia mencabut fitnahnya, apalagi minta maaf secara tulus lagi khusuk. Mencabut dan membetulkan kesalahan adalah bahagian dari kejujuran intelektuil dan bukan perbuatan nista.. Yang nista itu adalah menolak permintaan maaf yang telah diajukan orang, seperti yang dilakukan Dipo yang telah menolak perminttaan maaf yang telah saya ajukan setelah ternyata saya salah karena mengira tulisan hadingrh sebagai tulisannnya. Yang nista pula adalah mengungkit kesalahan yang telah diakui dan yang telah diiringi dengan permintaan maaf serta telah diterima, seperti yang dilakukan hadingrh yang mengungkit masaalah kesalahan "great pretender" yang telah minta maaf dan telah pula diterima oleh Abbas Amien. Tapi mengungkit kenistaan tabiat orang yang menolak permintaan maaf yang disampaikan dengan tulus lagi khusuk adalah hak dan juga kewajiban moral guna menunjukkan betapa nistanya tabiat itu. ------------------------------------ Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
