Bagusnya, rata-rata umat Islam tak ada yg ribut soal ekskusi itu dan berusah 
membelokan isu. Kaga seperti Tibo Cs yg jelas2 pembantai ratusan orang, eh 
malah jadi seolah2 pahlawan, bahkan sampai ke vatikan. Usai ditembak orang 
rusuh pula di NTT. Gimana Bang Musklentit, congor anda sekarang?

--- Pada Sab, 25/10/08, Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: [proletar] Untuk Mengeksekusi Amrozy Perlu Uang Kopi !!!
Kepada: [email protected]
Tanggal: Sabtu, 25 Oktober, 2008, 2:33 PM










    
            Untuk Mengeksekusi Amrozy Perlu Uang Kopi !!!

                                    

Soal eksekusi Amrozy itu di-ulur2 bukanlah urusan masyarakat RI

melainkan menjadi urusan yang sedang dimanfaatkan jadi kartu truf oleh

pemerintah RI dibelakang layar dalam memeras beberapa negara diluar

negeri yang sedang menunggu dilaksanakannya eksekusi ini.



Kepada negara2 ybs dijelaskan bahwa eksekusi Amrozy belum bisa

dilakukan karena pemerintah RI belum siap mengantisipasi ancaman

keamanan apabila eksekusi dilakukan.



Semuanya itu terkait dana pemerintah untuk pengamanan yang tidak

memadai sehingga diharapkan negara2 lain ikut menanggung biaya

pengamanan eksekusi ini yang jumlahnya sekian puluh juta dollar. 

Transfer duit inilah yang sedang ditunggu pemerintah untuk

melaksanakan eksekusi ini.



Pemerintah RI ibaratnya hanya memenuhi harapan negara2 diluar negeri

apabila ada bayarannya.  Sama saja patung2 di Borobudur hilang

kepalanya, begitu dana rehabilitasi dibayar dari luar negeri, mendadak

patung2 itu ada kepalanya lagi.  Sayang enggak ada tentara asing yang

boleh masuk, padahal kalo ada tentara asing boleh masuk bisa langsung

kerumah pak lurah saja dan disanalah kepala2 patung itu disembunyikan

sementara dana rehabilitsinya belum tiba.



Patung2 Buddha itu dijadikan sandra, amoy2 dan toko2 cina juga

dijadikan sanderea, gereja2 juga dijadikan sandra dan sekarang Umat

Islam Ahmadiah juga sudah mulai dijadikan sandra.



Dan yang mengejutkan adalah ternyata rakyat Indonesia juga dijadikan

sandra oleh pemerintahnya sendiri seperti kasus Lapindo maupun kasus

Tsunami Aceh dimana bantuan luar negeri dilarang masuk apabila mereka

tidak memenuhi ini dan itu kepada pemerintah RI yang notabene dikorup

oleh para pejabat2nya.



Jangan dilupakan bahwa Papua juga sekarang jadi alat pemerasan oleh

pemerintah RI.  Cara2nya memang bisa sangat komplex sulit dimengerti,

tapi kalo anda yang pernah jadi pejabat tinggi tentunya bisa mudah

mengerti bagaimana cara2nya menyandra.  Kalo terroris diluar negeri

harus nekad ngadu nyawa hanya untuk bisa mendapatkan sandra,

sebaliknya pemerintah RI cukup menyandra dirinya sendiri untuk meminta

tebusannya dari luar negeri.



Contohlah kasus poso dan ambon tak mungkin bisa berhenti apabila

embargo pembelian senjata tidak dicabut sebagian.  Begitu bantuan dana

datang dari Amerika, maka kasus ambon langsung selesai dan panglimah

laskar jihad tanpa dipaksa langsung membubarkan diri, padahalkan

seharusnya dia ditangkap, diadili, dan dihukum.  Panglima laskar jihad

hilang, dibuat panglima baru dari FPI yang namanya habib rusak. 

Adakah cara mendapatkan dollar yang lebih baik dari permainan sandra

ini ???  Dana yang diberikan biasanya juga dibawah tangan.



Ny. Muslim binti Muskitawati.




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke