AA: Masalahnya buat logika keimanan, brain manusia itulah merupakan Chip yang diciptakan Tuhan buat manusia sehingga dari situ manusia bisa mengenal TuhanNya; jadi cara berpikir keimanan adalah setiap manusia mendapat petunjuk; sesuai dengan USAHA individuu itu sendiri; masalah penggunaan; adalah tergantung manusianya sendiri; karena memiliki hak pilih bebas dengan brainnya itu.
Itulah sebabnya dinyatakan tak boleh ada paksaan dalam beragama atau melaksanakannya; semua terserah pada manusia itu sendiri --- In [email protected], "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > "abas_amin08" <abas_amin08@> wrote: > > Tidak juga ! Saya kan suah mengatakan > > bahwa segala Ilmu datangnya dari Tuhan; > > yaaa saya bisa belajar Ilmu apa saja yang > > saya maui; masalah penemunya siapa itu > > tergantung usaha masing2; itu bukan > > karena dia beragama atau tidak; itu > > hanya karena diri manusia itu > > sendiri yang membatasi. > > > > > Ya... enggak benarlah begitu, ternyata segala ilmu bukan datang tapi > diciptakan manusia itu sendiri. Contohnya saja ilmu aljabar, itu khan > manusia yang bikin. Buktinya Aljabar biasa berbeda dari boolean > algebra, meskipun keduanya sama2 algebra tapi penciptanya berbeda > sehingga isi dan kegunaannya juga cuma ciptaan dari si manusia yang > menciptakan itu saja bukan dari Tuhan. > > Lagi pula buat apa sih Tuhan ngasih2 ilmu kepada manusia??? Dengan > kesaktian dia khan enggak usah algebra2an cukup sim salabim dan angka > dua bisa berubah jadi dua juta. > > Jadi jelas ya, ilmu pengetahuan itu akal2an manusia bukan dari Tuhan > karena kalo tuhan sangat sakti sehingga tak perlu akal2an lagi. > > Tapi itupun karena ada orang yang percaya, sedangkan bagi yang enggak > percaya, tentu Tuhan itu juga jadi tidak ada. Ada yang bilang dari > Tuhan, ada yang bilang dari dewa, ada yang bilang dari jin, ada yang > bilang dari..... apa aja deh. Yang jelas apapun yang dibilangnya > tetap tidak mampu dibuktikan kebenarannya. > > Itulah sebabnya, orang lebih percaya ilmu pengetahuan daripada kepada > Tuhan. Akibatnya ulama2 agama terpaksa men-cari2 ilmu pengetahuan > untuk bisa digunakan atau dicatut dalam mempromosikan agamanya agar > bisa tetap dipercaya orang. > > Misalnya saja, kalo anda menderita rematik, tapi karena anda percaya > akar bahar itu bisa menyembuhkan, maka terjadilah keajaiban dan anda > merasa se-olah2 sembuh setelah memakai gelang akar bahar, padahal kalo > diperiksa dengan foto x-ray di rumah sakit, ternyata rematiknya tetap > ada tetapi cuma karena kepercayaan itulah yang bisa menipu persepsi > indera kita. Begitulah fisiologi kerja dari kepercayaan yaitu menipu > persepsi indera sesuai dengan apa yang kita ingini. > > Berbeda antara kepercayaan dan kenyataan, karena kalo kenyataan tidak > mungkin bisa menipu persepsi. > > Misalnya, anda naik pesawat terbang, biarpun sebesar apapun anda > percaya bahwa besi sebesar pesawat ini tidak mungkin bisa terbang, > ditambah doa2 kepada Allah, Tuhan, dan segala jin2 juga tetap saja > pesawat ini terbang. Disinilah bedanya kepercayaan dan kenyataan. > > Tuhan dan allah itu cuma lah kepercayaan bukan kenyataan, dengan kata > lain yang lebih jelas, Tuhan dan Allah itu hanyalah angan2 untuk > menghibur mereka yang percaya untuk bisa mempersepsikan hal2 yang > tidak mungkin mereka raih dalam kenyataannya. > > Memang harus saya akui, bahwa banyak kejadian dan hal2 yang tidak bisa > mencapai akal umat yang beragama !!! Tapi bukan berarti akal mereka > tidak bisa mencapainya kemudian juga menganggap akal orang lain juga > sama2 tidak bisa mencapainya. Bukan begitu kenyataan dalam hidup ini. > Contohnya saja, sipencipta aljabar tidak pernah terpikir bahwa bisa > diciptakan boolean algebra, sipencipta ilmu ukur tidak pernah terpikir > bisa menciptakan teori Mendel. Begitulah kerja masing2 penemu > hanyalah sebatas yang ditemukannya. Namun kita yang mempelajari > semuanya kemudian menggabungkannya ber-sama2, tentu bisa menciptakan > atau menemukan kemujizatan yang lain2 lagi tanpa harus berdoa > memintanya kepada Tuhan. Karena memang tidak mungkin kita meminta > sesuatu yang belum kita ketemukan, atau tidak mungkin kita meminta > sesuatu yang kita tidak tahu apa yang mau kita minta. > > Sebagai seorang peneliti, kita tidak tahu bahwa kita hari ini akan > menemukan sesuatu, lalu apa yang mau kita minta, dan kalo kita berdoa > juga Tuhannya jadi bingung apa yang mau dia berikan kepada kita. > > Kadang kala umat beragama itu rusak cara berpikirnya dengan menganggap > bahwa Tuhan itu bisa membaca pikiran kita sehingga tahu apa yang mau > kita minta, padahal kita sendiri tidak tahu apa yang mau kita minta. > Kalo memang Tuhan itu bisa tahu apa yang kita mau minta meskipun kita > sendiri tidak tahu apa yang kita mau minta, lalu kenapa harus berdoa > dan meminta ???? kalo bisa tahu langsung saja dikasih, karena kita > juga enggak tahu apa yang kita mau minta jadi tak perlu berdoa untuk > meminta. > > Sorry, semua yang saya ceritakan cukup sulit untuk dicerna mereka yang > cuma percaya kepada doa padahal berdoa dan percaya seperti yang saya > katakan diatas se-mata2 menipu diri sendiri untuk menyesatkan > perception agar bisa menikmati stimulus yang kita angan2kan yang dalam > realitasnya tidak mungkin kita capai. > > Celakanya, orang2 beragama ini sangat prejudice, kepada mereka yang > tidak percaya dianggapnya kafir, dianggap musuh, dan bisa menambah > pahala nanti untuk dibawa mati bila membunuh diri kita yang > dianggapnya menghina Tuhan atau Allah yang mereka percaya. Hasilnya > adalah terrorisme Jihad Islam. Korban2 berjatuhan se-mata2 karena > cuma angan2 mereka mau dipaksakan dicopy kan kedalam angan2 kita. > > Padahal angan2 kita khan milik kita, kenapa harus dipaksakan agar sama > angan2nya seperti angan2 mereka yang percaya ??? Disinilah kesalahan > fatal memaksakan UU Pornografi yang ternyata isinya bukanlah sebatas > gambar2 porno melainkan sangat luas yang mencakup nilai2 kepercayaan. > Bayangkanlah, dalam agama lain diluar Islam, letak aurat itu > diselangkangan, tapi dalam ajaran Islam ternyata aurat itu bisa ada > dimuka wanita. Jadinya susah untuk bisa dipercepsi umat lain diluar > Islam, akhirnya kalo dipaksa untuk dicopy agar percepsi tentang aurat > bisa sama dipaksakan jadi UU pornografi yang dalam hal ini sudah jelas > melanggar HAM dan Demokrasi yang melindungi percepsi setiap individu > untuk berbeda beda. > > Seperti juga yang berulangkali saya tulis, bahwa taik ayam yang anda > imani atau anda yakini bahwa itu adalah sate ayam, maka anda bisa > makan serasa betul2 sate ayam karena anda berhasil dengan keimanan > yang tinggi itu menipu percepsi indera anda. Teknik inilah yang > sekarang banyak digunakan dalam dunia hiburan maupun dunia perdukunan > dalam menyembuhkan atau menciptakan berbagai keajaiban2 yang > sebetulnya sama sekali tidaklah ajaib. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > ------------------------------------ Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
