Apakah musik sesuatu yang eksak?
Bagaimana saat ia berhubungan dengan perasaan?

Musik jelaslah pada dasarnya ilmu eksakta, terutama ketika berbicara
soal ilmu musik. Salah satu contoh, pelajaran (teori) musik adalah
berdasarkan dalil hitungan yang eksak. Proses aransemen musik merupakan
perhitungan notasi nada, ketukan dan tempo, dst. Juga dalam komposisi
lagu sederhana, adalah racikan chord progression dalam mengikuti tata
atur yang logis serta susunan not tertentu yang sengaja dibentuk.
Proses transposisi juga melibatkan hitungan yang sangat eksak,
hingga kombinasi antara elemen bunyinya.

Dari sudut pandang lain, pembuatan berbagai instrument musik,
jelas merupakan aplikasi eksakta karena menggunakan ilmu fisika
untuk memproduksi kualitas dan tipe suara demi bunyi tertentu.
Panjang dan ketegangan senar harpa harus dihitung secara tepat dan
ilmiah untuk menghasilkan 'alunan untuk para dewa'. Belum lagi kisah
Brian May (gitaris Queen) yang harus menebang sebuah pohon tua utuh
hanya untuk mendapatkan kualitas suara berikut berat tertentu pada
gitar legendarisnya yang kemudian dijuluki 'the reds special'.
Apalagi Brian May memang seorang musisi perfecksionis sekaligus
sarjana fisika.

Menyanyi juga merupakan hal yang eksak, bagi yang mempelajari voice
dengan serius. Penyanyi yang baik harus memahami bahwa suara yang
diproduksi berasal dari resonansi di rongga badan yakni head, nasal,
chest cavities dan tenggorokan. Pemahaman ini dapat digunakan untuk
mempelajari sekaligus eksplorasi tehnik vocal menggunakan diaphragm
maupun penggunaan falsetto dan whistle voice, tanpa membuat cidera
tenggorokan atau mengakibatkan nafas ngos2an. Semuanya adalah ilmu
yang nyata dan dapat dipelajari.

Jika ada jurusan matematika serta sejarah strata sarjana, maka
sepatutnya adapula jurusan musik di universitas. Dalam tuntutan
jaman, perkara musik sudah merambah kepada hal lain seperti
pengembangan tehnologi, perangkat bunyi serta media lain, sejarah,
bisnis, dan lainnya. Misalnya pengembangan software yang secara
matematis dapat menganalisa sound spectrum pada sebuah komposisi.

Sehingga bisa disebutkan bahwa beberapa lagu Pink Floyd misalnya
memiliki sonar frekwensi setara lolongan anjing sedang depresi,
atau beberapa lagu Norah Jones amat identical dengan komposisi
classical such as Beethoven, atau yang pernah jadi trend adalah
korelasi karya Mozart dengan pertumbuhan otak bayi.

Saya pribadi menyenangi karya Pink Floyd, juga amat menikmati
Norah Jones secara lagu maupun parasnya ehehee .. Dengan meninjau
analogi di atas, apakah lantas karya seorang Beethoven bisa berarti
punya kemiripan spectrum dengan lolongan anjing depresi tersebut?
Maka perlu tinjauan dan pertimbangan yang lebih sistematis dan
komprehensif, serta pada akhirnya memerlukan sebuah metodologi
dalam kerangka berfikir ilmiah maupun secara filosofis yang antara
lain bisa ditemukan dalam aspek keilmuan bernama ethomusikolog.

Meski pada dasarnya musik itu eksak, karena manusia adalah mahluk
emosional, maka pada tahap yang lebih tinggi telah menuntut nilai
musik sebagai apresiasi bernilai abstrak. Karena berbeda dengan
anjing, walaupun sesama hewan mamalia,  musik sebagai salah satu
aspek seni telah merupakan sarana berhubungan dgn emosi dan memori.

Maka manusia yang 'nyeni' telah memiliki  kemampuan dalam ber
ekspresi. Baik secara aktif (pelaku seni) maupun pasif (penikmat),
serta kemampuan yang disebut interpretasi. Konon faktor inilah yang
melengkapi manusia sebagai mahluk sempurna : musikalitas.

:This is just a little samba
:Built upon a single note
:Other notes are bound to follow
:But the root is still that note

:Now this new note is the consequence
:Of the one we've just been through
:As I'm bound to be the unavoidable
:.. consequence of you

:There's so many people who can talk and talk
:And talk and just say nothing or nearly nothing
:I have used up all the scale I know and at the end
:I've come to nothing or nearly nothing

:So I come back to my first note
:As I must come back to you
:I will pour into that one note
:All the love I feel for you
:Any one who wants the whole show
:Do - re - mi - fa - sol - la - ti - do
:He will find himself with no show
:Better play the note you know ..

*dengerin lagunya di:
[http://endyonisius.multiply.com/journal/item/43/Musik_Dan_Musikalitas]

-duke-


------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke