Ya. Hampir di segala bidang orang lebih suka bolak-balik bicara "to teach, to educate, to teach, to educate". Akibatnya, semua orang, terutama ortu / senior, asyik tenggelam dalam praktek 'mengajari' (dan 'mendidik-i'?), alias 'menggurui'. Bahkan sering dengan nada perintah.
Kita lupa, bahwa untuk melakukan ini mengerjakan itu anak manusia tidak lagi cukup hanya dengan diperintah. Dia perlu tau apa-bagaimananya seputar pekerjaan / masalah yang dihadapi. Yang sederhana saja, mengikat tali sepatu, misalkan. Tidak banyak lagi anak sekarang yang diajak belajar mengikat tali sepatu. Kebanyakan tinggal disuruh 'memakai' sepatu - dan pabrik sepatu menangkap gejala ini dengan memproduk sepatu tanpa tali :) Orang sering lupa bahwa "to teach & to educate" harus diimbangi dengan menggugah kemauan untuk belajar (to 'L'). Kalau tidak imbang, ya jomplang. Dan, yang terjadi selanjutnya hanyalah pemeliharaan bentuk masyarakat yang lucu. Masyarakat yang pasrah menunggu perintah dari atas. Bukan menunggu untuk mengerjakan, tetapi untuk diestafetkan terus ke bawah. Walhasil, banyak kerja yang tidak selesai di negeri ini. Semua persoalan ditimpakan ke bawah. Menumpuk di wong cilik. Menyelamatkan perekonomian nasional saat krismon '97.. Bayarin utang konglomerat & pemerintah.. Direndam lumpur.. Monorail.. Busway.. KPU.. dsb. ajeg= --- bakri arbie <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ada Pendidikan yang berdasarkan pada 3 hal yaitu Otak,Watak dan > Otot. > > Otak jernih dan cerdas,Watak penuh integritas,amanah dan Badan > sehat berkat Olahraga sehat.Begitu pula perlu dibedakan definisi > "to teach" and "to educate". > > Mungkin ada ahlinya yang bisa mengutarakan dengan baik.Trims. > > --- ajegile lu <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Pada dasarnya pendidikan bertujuan membantu anak-anak agar bisa > > mengatasi sendiri masalah mereka yang hadapi. Bahasa > > pasarannya, mengembangkan akal-budi anak. Jalannya pendidikan > > mestinya diarahkan ke tujuan tersebut, berapapun jumlah mata > > pelajaran - dan guru - yang tersedia. > > > > Lebih bagus lagi kalau dunia pendidikan tidak melupakan > > pelajaran olahraga. Bukan untuk mencetak atlet (syukur kalau > > bisa begitu), tapi untuk bergembira bersama; berkeringat sambil > > berkenalan dengan suasana kompetitif dan sifat sportif. > > > > ajeg= > > > > --- Forum Ortua Murid Sdnp Ikip <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > Kami juga heran nich, apa sebetulnya tujuan dari pendidikan > > > dasar ? > > > > > > salam > > > > > > > > > > http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/11/15/13473776/cukup.3.pelajaran.di.sekolah.dasar > > > > > > > > MEDAN, SABTU - Idealnya siswa Sekolah Dasar (SD) cukup > > > > hanya diberikan tiga mata pelajaran, sebab semakin banyak > > > > mata pelajaran yang diberikan hanya akan menambah beban dan > > > > membuat mereka bingung. > > > > > > > > Pengamat Pendidikan Universitas Sumatera Utara (USU), > > > > Zulnaidi, di Medan, Sabtu (15/11), mengatakan, yang sangat > > > > dibutuhkan bagi anak didik ditingkat SD sebenarnya hanyalah > > > > tiga prinsip dasar pendidikan yakni pintar berhitung, > > > > pintar membaca, dan menulis. Dengan pintar membaca, apapun > > > > ilmu yang ingin diketahui bisa didapat dan jika memiliki > > > > pemikiran cemerlang siswa bisa menuangkannya dalam tulisan. > > > > > > > > "Jadi di SD secara esensinya mata pelajaran itu tidak usah > > > > terlalu banyak agar siswa didik tidak menjadi stres dan > > > > kreativitasnya bisa lebih berkembang," katanya. > > > > > > > > Selama ini pendidikan di Indonesia juga belum bisa mencapai > > > > tujuan seperti yang tercantum dalam UU tujuan pendidikan > > > > nasional. Pendidikan yang bermutu adalah yang mampu membawa > > > > sumber daya manusia kearah yang lebih unggul. > > > > > > > > Sesuai undang-undang, pendidikan itu harus mampu > > > > mengantarkan para siswa menjadi warga negara yang memiliki > > > > kepedulian dan kesadaran terhadap kemajuan bangsa, sehingga > > > > acuan kesuksesan pendidikan tidak hanya diukur dengan mampu > > > > menghasilkan uang banyak dan menjadi kaya. > > > > > > > > Kalau pendidikan hanya sebatas mampu menghasilkan uang, itu > > > > merupakan karakter pendidikan yang paling jelek dan > > > > sebaiknya para pelaku pendidikan harus berusaha mengubah > > > > orientasi pendidikan yang sudah terlanjur salah selama ini. > > > > > > > > "Bukan negara yang kaya yang bisa menjamin pendidikan > > > > bermutu, tapi pendidikan bermutu yang bisa menjadikan > > > > sebuah negara menjadi kaya. Jadi saat ini adalah bagaimana > > > > caranya kita semua termasuk pemerintah bisa mengendalikan > > > > pendidikan kearah yang lebih baik lagi," katanya.. > > > > > > > > WAH > > > > Sumber: Antara > > > > > > > > > > > > > > ------------------------------------ Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
