Fatwa Memukul Suami
By Republika Contributor

BELA DIRI : Dalam rangka membela diri dari kekerasan domestik, beberapa ulama 
memfatwakan sah bagi istri menggunakan kekuatan atau memukul balik suami.

KAIRO — Dua ulama dan cendikiawan Islam ternama meyakini para istri boleh 
memukul balik sang suami dalam rangka membela diri.

"Istri dapat menggunakan kekuatan untuk mempertahankan diri dari tindak 
kekerasan suami," ujar ulama Saudi Abdel Mohsen Al Abyakan seperti yang 
dilansir oleh IslamOnline.net.

"Jika suamia memukul istri, ia dapat memukul balik, dan jika suami mencoba 
membunuh, ia dapat membunuh pula jika itu satu-satunya cara untuk 
mempertahankan nyawanya," lanjut Abdel Mohsen.

Abdel Mohsen menekankan jika seorang wanita harus menggunakan semua cara apapun 
untuk mempertahankan diri sebagai cara terakhir untuk menghadapi kekerasan. "Ia 
dapat berbicara, menjerit, mencari bantuan dari tetangga, menelpon polisi atau 
siapapun yang mampu menolong dan membelanya.

Sementara Al Azhar, institusi pendidikan tinggi Islam di dunia Sunni menyetujui 
jika perempuan memiliki hak untuk melawan kekerasan. "Seorang Istri memiliki 
legitimasi untuk memukul suami demi membela diri," ujar Sheik Abdel Hamid Al 
Atrash, kepala komite Fatwa Al Azhar, seperti yang dikutip oleh suratkabar 
harian Mesir, Al Masri El Youm.

"Setiap orang memiliki hak untuk membela diri baik orang itu laki-laki atau 
perempuan, karena semua manusia sama di hadapan Tuhan,"

Salah satu ulama besar berpengaruh di Turki, Fethullah Gullen malah menyarankan 
wanita sebaiknya mempelajari seni bela diri untuk mempertahankan diri dari 
kekerasan domestik.

"Saya harap wanita mengambil kursus karate, taekwondo, atau judo," ujar 
Fethullah. "Jika si suami memukul sekali, sebaiknya istri membalas pukulan dua 
kali," imbuh Fethullah.

Fethullah mengatakan Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya tidak pernah memukul 
istri mereka. "Memukul istri merupakan tindakan kekerasan yang sangat 
dilarang," ujarnya, ia juga menganjurkan korban yang sering menerima tindak 
kekerasan dalam rumah tangga untuk mengajukan cerai.

"Para wanita, jika mereka tidak memiliki anak, sebaiknya bercerai," kata 
Fethullah.

Atas pendapatnya yang moderat pihak asing memberikan pengakuan terhadap 
Fethullah. Dalam bulan Juni, Majalah Kebijakan Luar Negeri Amerika mengeluarkan 
daftar 20 Intelektual publik terkemuka pilihan mereka, dan menempatkan 
Fethullah Gulen di posisi pertama.

Namun tentu tidak semua sependapat dengan pendapat Fethullah. "Ulama Islam 
dengan jaringan global hingga jutaan pengikut, Fethullah dipuji sekaligus 
dikecam oleh para warga asli Turki," begitu tulis majalah tersebut.

Bagi anggota pengikut Fethullah, ia adalah pemimpin menginspirasi yang 
mendorong kehidupan dengan panduan prinsip-prinsip Islam moderat. Untuk para 
penentangnya, ia mewakili ancaman bagi aturan sekuler Turki./it
 
http://republika.co.id/berita/12943.html






      

------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke