Sudah waktunya Indonesia juga memikirkan untuk membayar pampasan perangnya kepada Timor Leste atas korban jiwa dan harta rakyat yang dijajahnya !!!
Ny.Muslim binti Muskitawati. --- In [email protected], "utusan.allah" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Ni orang dungu kayak kebo satu lagi... > > Ngomong asal memamah biak propaganda nasionalis tukang jilat pantat > Jepang. > > Pernjanjian Linggarjati telah menyetujui kemerdekaaan Indonesia. > > > --- In [email protected], heri latief <herilatief@> wrote: > > > > belanda mulai maju selangkah utk membersihkan darah sejarahnya. > jaman kolonial kita diperas dan ditindas. jaman sekarang makin terbuka > semuanya: praktik kekejaman belanda terhadap rakyat jajahannya. > > > > kawan saya sabai nan aluih pernah bilang: "belanda minta tanah kita > udah tau praktiknya, tapi belanda minta maap dan menyesali > kekejamannya belum pernah terjadi". > > > > kayaknya kawan saya itu agak pesimis, kerna jaman perang 45-49 aja > adalah perang ilegal dari pihak belanda yang mau balik jadi penjajah > lagi. kalo belanda mengaku salah, ada kompensasinya, nah itu dia > persoalannya, yg bikin 49% anggota parlemen belanda gak mau ngakuin > sejarah berdarah kolonialnya di indonesia. > > > > harry van bommel dengan partai sosialisnya telah berani membuka arah > jalan setapak "pengakuan sejarah". jadi ada jalan setapak menuju > pencerahan sejarah bagi kedua belah pihak. > > > > salam, heri latief > > > > --- On Fri, 11/21/08, Batara Hutagalung <batara44rh@> wrote: > > From: Batara Hutagalung <batara44rh@> > > Subject: [ExHamburg] Re: Parlemen Belanda: Dubes Belanda harus hadir > di Rawagede 9 Desember 2008 > > > > Date: Friday, November 21, 2008, 11:34 PM > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Parlemen Belanda: Dubes Belanda harus hadir di acara > Peringatan di Rawagede 9 Desember 2008. > > Dua hari yang lalu, pada pukul 23.30 saya menerima telepon dari > Harry van Bommel dari Belanda. Harry van Bommel, anggota parlemen dari > Partai Sosialis, bersama Joël Voordewind dari Partai Uni Kristen dan > Harm Waalkens dari Partai Buruh (PvdA) di Hotel JW Marriott, Jakarta, > pada 19 Oktober 2008 telah bertemu dengan dua janda korban pembantaian > di Rawagede, Ibu Wanti, 84 tahun, Ibu Wisah, 81 tahun dan Pak Sa'ih > (86 tahun), korban selamat yang terakhir yang masih hidup. > > Harry van Bommel menyampaikan informasi mengenai MOSI yang > dimajukannya di Parlemen Belanda pada 18 November yang lalu. Dalam > mosi tersebut dia mengusulkan agar Duta Besar Kerajaan Belanda > menghadiri Peringatan Peristiwa Pembantaian di Rawagede yang akan > diselenggarakan di Monumen Rawagede pada 9 Desember 2008 yad (lihat di > bawah ini). > > Mayoritas di parlemen Belanda akhirnya menerima mosi Harry van > Bommel sebagai keputusan parlemen. > > Selain itu, Harry van Bommel juga menyampaikan jawaban Menteri Luar > Negeri Belanda, Drs. M.J.M. Verhagen atas surat yang dikirimkannya > bersama Joël Voordewind dan Harm Waalkens > > Di bawah ini saya lampirkan email Harry van Bommel tertanggal 25 > Oktober 2008. > > Bagi yang ingin mengetahui mengenai hal-hal yang sehubungan dengan > masalah Indonesia-Belanda, dapat membaca di weblog: > http://indonesiadut ch.blogspot. com > > Mengenai pembantaian di Rawagede dan perisitiwa sejarah lain, > silakan kunjungi weblog: http://batarahutaga lung.blogspot. com > > Salam, > > Batara R Hutagalung > > > > ============ ========= ========= ========= ========= == > > > > http://www.sp. nl/wereld/ nieuwsberichten/ 6208/081118- ambassadeur_ > naar_herdenking_ bloedbad_ in_rawagadeh. html > > Ambassadeur naar herdenking bloedbad in Rawagadeh > > 18-11-2008 Een meerderheid van de Tweede Kamer heeft ingestemd met > het voorstel van SP-Kamerlid Van Bommel om de Nederlandse ambassadeur > naar de herdenking van de massamoord in het Indonesische plaatsje > Rawagadeh te sturen. Van Bommel: "Ik ben heel blij dat de Kamer wil > dat de hoogste vertegenwoordiger van de Nederlandse regering in > Indonesië de herdenking bezoekt. Dit kan het langverwachte begin zijn > van de erkenning van de misdaden die toen door Nederlandse militairen > zijn gepleegd." > > De herdenking in Rawagedeh, een klein plaatsje op Java, vindt plaats > op 9 december. Op die dag in 1947 vermoordden Nederlandse troepen daar > ruim vierhonderd mensen uit wraak omdat zij een Indonesische strijder > niet konden vinden in het dorp. Op dit moment is nog een kleine groep > nabestaanden van slachtoffers en één overlevende van het drama in > leven. Ze vragen om erkenning van de misdaden van toen en om > verzoening nu. Zij hebben aangedrongen op aanwezigheid van een hoge > vertegenwoordiger uit Nederland op hun herdenking en zien dit als > belangrijke stap in het proces van verzoening. De Nederlandse regering > is in dit proces zeer terughoudend geweest tot nu toe. Pas in 2007, > zestig jaar na de feiten, werd een laaggeplaatste ambtenaar naar de > bijeenkomst gestuurd. > > Van Bommel hoopt dat naast de ambassadeur ook de Nederlandse > veteranen, die toentertijd verplicht waren in Indonesië te vechten, de > uitgestoken hand van de bevolking aannemen en dat sommigen van hen > naar de herdenking in Rawagadeh gaan. "Ik zal het goede nieuws over > het bezoek van de ambassadeur persoonlijk aan de vertegenwoordigers > van de bevolking van Rawagadeh overbrengen", aldus Van Bommel. > > ============ ========= ========= === > > Terjemahannya (Oleh Sarah Sayekti): > > Sebagian besar (lihat catatan di bawah) anggota parlemen Belanda > sepakat dengan usulan anggota parlemen dari partai Sosialis (SP), van > Bommel untuk mengutus Duta Besar Kerajaan Belanda ke peringatan > peristiwa pembantaian massal di Rawagede. Van Bommel: "Saya sangat > gembira karena parlemen menginginkan agar perwakilan tertinggi > pemerintah Belanda di Indonesia menghadiri peringatan tersebut. Hal > ini dapat menjadi awal yang telah lama dinantikan, dari pengakuan atas > kejahatan-kejahatan yang dilakukan militer Belanda pada saat itu." > > Peringatan di Rawagede, sebuah tempat kecil di pulau Jawa, akan > dilaksanakan pada tanggal 9 Desember. Di hari itu pada tahun 1947 > pasukan Belanda membunuh sekitar empat ratus orang sebagai balas > dendam karena mereka tidak dapat menemukan seorang pejuang Indonesia > di desa itu. Saat ini hanya ada sekelompok kecil ahli waris dari para > korban dan seorang saksi hidup dari peristiwa tersebut yang masih > hidup. Mereka menuntut pengakuan atas berbagai tindakan kejahatan dari > masa lalu dan perdamaian untuk saat ini. Mereka mendesak perwakilan > tertinggi Belanda untuk hadir dalam peringatan dan memandang hal ini > sebagai langkah penting dalam proses perdamaian. Pemerintah Belanda > sangat tertutup dalam proses ini hingga saat ini. Pada tahun 2007, > enam puluh tahun setelah peristiwa, seorang pegawai rendahan diutus > untuk menghadiri > > pertemuan tersebut. > > Van Bommel berharap bahwa selain Duta Besar, anggota veteran Belanda > yang pada saat itu sebagai wajib militer ikut berperang di Indonesia, > akan menerima uluran tangan masyarakat dan bahwa sebagian dari mereka > akan datang ke peringatan di Rawagede. "Saya akan menyampaikan kabar > baik tentang kunjungan Duta Besar tersebut secara pribadi kepada > perwakilan dan masyarakat Rawagede. " > > Catatan: > > Harry van Bommel memberi keterangan mengenai partai yang mendukung > dan yang tidak mendukung mosi yang disampaikannya di parlemen sebagai > berikut: > > Yang mendukung mosi adalah: > > Partai van de Arbeid (PvdA)/Partai Buruh, partai koalisi di > pemerintah 33 kursi > > Christen Unie (CU), Partai koalisi di pemerintah 6 kursi > > Socialistische Partij (SP), oposisi 25 kursi > > Groen Links (GL)/Hijau-Kiri, oposisi 7 kursi > > Democraten 66 (D66) oposisi 3 kursi > > Partij voor de dieren (PvdD)/Partai Penyayang Hewan oposisi 2 kursi > > Jumlah: 76 kursi > > > > Yang tidak mendukung mosi adalah: > > Christen Democratisch Appel (CDA) partai koalisi di pemerintah - 41 > kursi > > Volkspartij voor Vrijheid en Democratie (VVD), oposisi 21 kursi > > Partij voor de Vrijheid (PVV), oposisi 9 kursi > > Staatkundig Gereformeerde Partij, oposisi 2 kursi > > Verdonk, oposisi 1 kursi > > Jumlah: 74 kursi > > > > http://www.tweedeka mer.nl/images/ 18-11-2008_ tcm118-176070. pdf > > TWEEDE KAMER DER STATEN-GENERAAL > > STEMMINGSUITSLAGEN > > Dit bestand bevat de stemmingsuitslagen van de stemmingen in de > Tweede Kamer. Onder elke > > pagina is een legenda opgenomen met een verklaring van de gebruikte > afkortingen. Bij > > amendementen die uit meer onderdelen bestaan is de uitslag alleen > bij het eerste onderdeel vermeld. > > Indien de stemmen staken komt dit tot uiting door het opnemen van de > in dat geval geconstateerde > > stemverhouding. > > 18 november 2008 > > 31 700-V, nr. 31 -de motie-Van Bommel over de aanwezigheid van de > Nederlandse > > ambassadeur op de herdenking in Rawagade A (A = Aangenomen) > > > > ============ ========= ========= ======== > > Pada 24 Oktober 2008, sekembalinya dari Jakarta tiga anggota > parlemen Belanda, Harry van Bommel (Partai Sosialis), Joël Voordewind > (Partai Uni Kristen) dan Harm Waalkens (Partai Buruh) mengirim surat > kepada PM Balkenende (disampaikan pada 28 Oktober 2008). > > Di bawah ini email dari Harry van Bommel, dan jawaban dari Menteri > Luar Negeri Belanda, Drs. M.J.M. Verhagen, atas surat ketiga anggota > parlemen Belanda tersebut. > > RE: Follow up of the meeting in Marriott hotel > > Saturday, October 25, 2008 2:27 PM > > From: "Bommel van H." <[EMAIL PROTECTED] er.nl> > > To: [EMAIL PROTECTED] com > > Hello Batara, > > Yesterday the colleagues that attended the meeting and I filed > questions to the prime minister in order to stimulate that veterans > can go. We want our government to help the veterans in going there by > assisting them in the trip and in the airfare. > > As you can see; we are working on it. > > Harry > > ------------ --------- --------- --------- > > Jawaban Menlu Verhagen atas surat dari Harry van Bommel, Joël > Voordewind dan Harm Waalkens: > > > > Aan de Voorzitter van de Tweede Kamer der Staten-Generaal > > Binnenhof 4 > > Den Haag Directie Azië en Oceanië > > Bezuidenhoutseweg 67 > > Postbus 20061 > > 2500 EB Den Haag > > Datum 19 november 2008 Behandeld Lucille Merks > > Kenmerk DAO 744/2008 Telefoon 070 348 62 14 > > Blad 1/1 Fax > > Bijlage(n) lucille.merks@ minbuza.nl > > Betreft Beantwoording vragen van de leden Van Bommel, Voordewind en > Waalkens over > > massamoord in Rawagedeh in 1947 > > > > Naar aanleiding van de schriftelijke vragen van de leden Van Bommel, > Voordewind en Waalkens > > over massamoord in Rawagedeh in 1947, met kenmerk > 2008Z05220/2080903820, die werden > > ingezonden op 28 oktober 2008, wil ik u meedelen, mede namens de > minister-president en de > > minister van Defensie, dat het niet mogelijk is deze vragen binnen > de gestelde termijn te > > beantwoorden. > > De reden hiervoor is dat de kamervragen samenhangen met een claim > van de nabestaanden van > > Rawagedeh op de Nederlandse Staat. > > Deze claim is thans in behandeling bij de Landsadvocaat, die over > deze kwestie met alle > > betrokken departementen (Algemene Zaken, Buitenlandse Zaken, > Defensie en Justitie) overleg > > voert. > > Zodra de benodigde informatie beschikbaar is,wordt de beantwoording > u onverwijld aangeboden. > > De minister van Buitenlandse Zaken, > > Drs. M.J.M. Verhagen > > > > Terjemahannya (Oleh Sarah Sayekti): > > Sebagai tanggapan atas permohonan tertulis anggota-anggota anda, Van > Bommel, Voordewind dan Waalkens berkenaan pembantaian massal di > Rawagede pada tahun 1947, dengan nomor registrasi 2008Z05220/20809038 > 20, yang dikirimkan pada 28 Oktober 2008, kami sampaikan, juga atas > nama Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan, bahwa tidak mungkin bagi > kami untuk menjawab permohonan ini dalam termin yang diajukan. > > Alasan untuk hal ini adalah bahwa permohonan parlemen berhubungan > dengan tuntutan ahli waris dari peristiwa Rawagede terhadap pemerintah > Belanda. Tuntutan ini saat ini sedang diproses oleh pengacara > nasional, yang sedang membicarakan hal ini dengan semua departemen > terkait (urusan umum, luar negeri, pertahanan dan hukum). Segera > begitu informasi yang diperlukan tersedia, jawaban akan segera kami > berikan kepada anda. > > Menteri Luar Negeri, > > Drs. M.J.M. Verhagen > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------------------------------ Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
