Seorang pria bernama Rezameutia tersesat di sebuah hutan dan akhirnya menemukan sebuah rumah kecil 2 lantai di pinggir lembah dalam hutan tersebut. Ia mengetuk dan disambut oleh seorang pria yang tua bernama Hadingging dengan jenggot panjang. "Aku tersesat," katanya. "Bolehkah saya bermalam disini, Tanya Rezajembutia?" "Tentu," kata si tua Hadingging, "tetapi ada 1 syarat. Kalo sampai kamu menyentuh tubuh anak gadis saya, aku akan memberikan 3 jenis siksaan paling mengerikan "
"Oke," jawab sang Reza dengan pikiran sang putri pasti udah setengah tua seperti ayahnya juga, dan memasuki pondok itu. Sang gadis datang menyambut dan menyiapkan hidangan. Ternyata gadis ini sungguh bagaikan impian setiap pria. Wajah yang cantik, kulit yang putih, tubuh sangat menggairahkan dan kencang, ditambah parasnya yang polos menyedapkan. Gadis ini jelas-jelas sekali sangat terangsang kepada si Reza walaupun untuk ukuran pria normal, Reza itu jelek, karena mungkin belum pernah melihat pria lain selain ayahnya. Tak sanggup menahan godaan, malam harinya Reza diam-diam menyelinap masuk ke kamar sang gadis dan menghabiskan malam dengan permainan yang panas. Sungguh di luar dugaan, sang gadis pandai sekali melayani setiap keinginan si Reza, dan membalas permainannya dengan lebih menggebu-gebu lagi. Menjelang pagi, si Reza kembali menyelinap ke kamarnya di lantai 2 dan pelan-pelan membaringkan tubuhnya di sebuah ranjang besar yang berat, sungguh kelelahan, tapi sangat bahagia. Reza bangun siang dan merasakan beban berat menindih dadanya. Dibuka matanya dan terlihat sebuah batu besar di atas dadanya dengan catatan pada batu itu,"Siksaan Pertama: Batu di atas dada." Reza tertawa. "Yah, kalo cuma begini aku gak perlu terlalu kuatir." Reza mengangkat batu besar itu susah payah dan berjalan ke jendela dan melempar batu itu keluar. Saat itu barulah Reza lihat catatan kecil lainnya pada batu itu: "Siksaan Kedua: Batu besar terikat dengan buah pelir sebelah kanan." Dalam panik, Reza melihat ke bawah dan melihat ada tali yang mengikat buah pelir kanannya dengan batu yang sudah mulai menyeret tali itu keluar. Berpikir bahwa beberapa tulang patah lebih baik daripada pengebirian, Reza segera melompat terjun ke bawah. Saat Reza meluncur ke bawah, dia melihat sebuah kalimat besar tertulis di atas tanah:" Siksaan Ketiga: Buah pelir sebelah kiri terikat pada tiang ranjang." -- Salam, Great Pretender [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
