Bisakah Luka2 Pemerkosaan Massal Amoy2 Ditutupi Kebohongan2 !!!
                                                        
Berita2 di Indonesia menyebarkan dongeng2 bohong tentang dipilih dan
diangkatnya seorang bupati keturunan cina ditahun 2005.  Anehnya koq
beritanya tidak disebarkan ditahun 2005 tapi disebarkan sekarang
dimana tidak ada kenyataan pernah ada bupati keturunan cina yang
pernah diangkat.

Kesemua ini hanyalah akal2an untuk menyembuhkan luka2 yang dialami
oleh masyarakat Indonesia keturunan Cina akibat dihina harga dirinya
dengan pemerkosaan massal amoy2 oleh umat Islam tanpa satupun
pelaku2nya ada yang ditindak.  Bukan cuma amoy2nya saja yang diperkosa
massal, tetapi juga toko2nya dijarah dan dibakar ludes.

Bisa dibayangkan sakit hatinya, luka2 yang tidak mungkin bisa
disembuhkan selamanya.  Hal inilah yang membuat obsesi SBY yang setiap
berdialog dengan negara2 tetangganya selalu gagal.

Keturunan Cina di luar negeri marah besar, kedutaan Indonesia di
Hongkong dan Taiwan dilempari telur busuk.  Meskipun Megawati sudah
minta maaf, namun Gus Dur berkunjung juga ke Cina, meminta maaf
terhadap kejadian itu dan berjanji akan menindak semua pelakunya. 
Namun kembali Cina ditipu, tak ada satupun pelakunya yang ditangkap
bahkan semuanya dilindungi.

Wajar akibat kejadian yang memalukan ini dan mempermalukan keturunan
Cina akan menyebabkan gangguan hubungan kenegaraan Indonesia dengan
semua negara2 diseluruh dunia karena akibat kejadian itu Indonesia
dikutuk dan kena sanksi ekonomi dari Lembaga HAM melengkapi
pelanggaran2 yang terjadi di Timor, di Papua, di Aceh, bahkan yang
terakhir pelanggaran2 yang dilakukan terhadap umat Islam Ahmadiah yang
dijarahi harta bendanya dan dibakari mesjid2nya.


> Azura-Mazda <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bagaimana mungkin, seorang Tionghoa bisa
> dipilih di sebuah daerah berkomposisi 93%
> muslim pribumi. Tetapi di tahun itu, Ahok
> terpilih lewat mekanisme demokratis dan
> termasuk paling bersih dalam sejarah pilkada
> di Indonesia. 
>

Memang enggak mungkin orang cina bisa menjadi bupati, jangankan orang
Cina, orang batak yang beragama Kristen yang sudah diangkat jadi
kepala polisi di Cirebon pun ternyata harus dibatalkan pengangkatannya
karena bukan beragama Islam.

Cobalah anda baca Quran dan Hadist-nya ber-ulang2, cari ayat yang
menyatakan bahwa umat Islam boleh dipimpin oleh orang kafir.  Bahkan
bukan cuma Islam saja yang boleh jadi pemimpin, kalo ada orang Arab
maka orang Arab Islam inilah yang harus diangkat jadi pemimpin.

Jadi berita diatas itu bukanlah berita benar tetapi berita bohong yang
sengaja disebarkan dikalangan umat Islam dan keturunan cina untuk
memperbaiki luka2 akibat pemerkosaan massal amoy2 dan penjarahan toko2
Cina yang merugikan keturunan Cina milyardan dollar.

Pemerintah Cina, Taiwan, Hongkong, Singapore, Jepang, Korsel, dan
Korut sangat marah besar kepada Indonesia sehingga pada saat itu
mereka menghentikan semua eksportnya ke Indonesia sehingga Indonesia
pada saat itu benar2 hampir mati kelaparan apabila Gus Dur tidak
cepat2 meminta maaf kepada orang2 Cina diluar negeri dan menjanjikan
kepada mereka untuk menindaknya.  Kembali dunia Cina dibohongi,
ternyata para pelakunya bukan ditindak melainkan dilindunginya.

Demikianlah, luka2 perasaan hati, dan pikiran akan terus berlanjut
dalam berbagai hubungan Internasional ternyata Indonesia selalu gagal
untuk mendapatkan simpati di-mana2.  Atas dasar inilah pemerintah
melalui berbagai ormas2 Islam berusaha membuat sandiwara tentang
hubungan akrab antara keturunan cina dan umat Islam di Indonesia.

Dan pemilihan bupati ahok ini hanyalah satu dari sandiwara yang
didongengkan ke berita nasional.  Adakah keturunan cina yang percaya
kepada berita2 seperti itu ???  Saya yakin keturunan cina lebih cerdas
dari umat Islam dalam memamah kebohongan2 ini.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke