Saya usul anda pergunakan waktu luang anda untuk baca-baca buku
pengantar linguistik.

Sejak Ferdinand de Saussure (1857-1913) cabang ilmu itu telah banyak
berkembang.

Ringkasnya: tiap bahasa itu hidup, artinya selalu berubah. Tiap
pemakai bahasa itu ikut mendorong perubahan itu. 

Bukan hanya tata bahasanya saja yang berubah, tapi juga khasanah
kata-katanya juga berubah, artinya ada kata-kata baru diciptakan atau
dipinjam dari bahasa asing, ada pula kata-kata yang kemudian tidak
dipakai sama sekali, ada pula  kata-kata yang berubah artinya.

Macam-macam yang terjadi dengan khasanah kata-kata itu.

"Penyusun atau pengarang musik", doeloe, seperti diingatkan oleh
"krikil" yang tulisannnya saya repost, di Indonesia dipinjam dari
bahasa Belanda: komponis (yang tentu saja ejaannya di Indonesiakan).
Ketika saya di Indonesia dulu hanya kata itu yang dikenal orang Indonesia.

Sekarang ada dua kata baru yang dipakai orang, yaitu komposer yang
jelas-jelas dipinjam dari bahasa Inggeris, dan kompositor, yang
berkemungkinan sekali dipinjam dari bahasa Perancis.

Semua kata pinjaman itu dipakai di Indonesia dan tidak ada orang yang
bisa menyalahkan Ade Kim Hook yang lebih senang memakai kata
kompositor, sedangkan saya lebih senang pakai kata komponis, karena
kata itulah yang saya pelajari ketika saya sekolah di Indonesia. Bila
ada yang mau pakai kata komposer juga - tentu saja - tidak ada yang
bisa melarangnya.

Ada contoh lain. 

Di bahasa Indonesia mula-mula ada kata pelajar. Lalu ada yang meminjam
 kata murid dari bahasa Arab. Tapi kalau tidak salah setelah Sekolah
Taman Siswa didirikan orang juga memakai kata siswa.

Ketiga kata itu hingga sekarang juga masih dipakai. 

Kesalahan orang islam tipikal yang memang rata-rata dungu kayak anjing
serta berpengetahuan dangkal kayak comberan di musim kemarau di
Jakarta dan pongah kayak katak yang menyangka dirinya segede sampi
bunting adalah bahwa mereka itu, sejak tahun 2002 (johny indon) hingga
sekarang (hadingrh) mengatakan bahwa Ade Kim Hook keliru  memakai kata
kompositor.

Ngaco.

Ade Kim Hook tidak salah, karena kata kompositor itu dipakai orang,
dan buktinya telah saya tunjukkan, disamping kata komponis dan kata
komposer.

Dia tidak ngaco.

Ade Kim Hook benar.

Yang ngaco itu johny_indon dan hadingrh.
 

--- In [email protected], [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> Rasanya Hadi benar. Kompositor bukan kata yang lazim dipakai dalam
berbahasa Indonesia yang benar.
> 
> Tapi Jusfiq dan Kimhook juga tidak salah kalau dia bilang ada yang
> menggunakan kata itu di Indonesia.
> 
> Kesalahan Kimhook dan Jusfiq adalah menggunakan alibi "dipakai" dengan
> konotasi bahwa kompositor itu telah diterima dengan baik oleh "
bahasa Indonesia yang benar "
> 
> Jushook ( jusfiq dan kimhook ) akan menjadi benar jika dia meracu
kompositor dengan GAS alias gerakan ngaco yg keluar dari kaidah bahasa
> indonesia baku. Saya akan dukung satu itu...
> 
> gitu aja kok susah
>



------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke