http://www.fpi.or.id/artikel.asp?oy=sik-24
        
    11/27/2008 5:17:51  
SIKAP FPI

25 November 2008
FPI Menolak Keras Produksi Film LASTRI
Setelah mempelajari sinopsis Film LASTRI dan Catatan Penggagas dan Sutradara 
(Director's Note) serta pendalaman informasi dari berbagai pihak di beberapa 
kota, maka Dewan Pimpinan Pusat FRONT PEMBELA ISLAM menyatakan MENOLAK KERAS 
segala upaya dan fasilitasi untuk produksi film yang berjudul LASTRI.

FPI sangat menghormati kebebasan berekspresi dan berkreasi sepanjang tidak 
ditujukan, atau berpotensi atau mengakibatkan kerusakan akhlak, melanggar 
keadilan dan mengganggu hak-hak umat Islam dalam menjalankan ibadahnya. Artinya 
kebebasan berekspresi dan berkreasi dibatasi oleh hak-hak masyarakat umumnya 
dan penghormatan terhadap nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat umumnya.

DPP-FPI dengan TEGAS MENOLAK KERAS upaya-upaya dan fasilitasi terhadap produksi 
film LASTRI yang digagas dan disutradarai oleh Eros Djarot bekerjasama dengan 
rumah produksi film Keana Production ini, karena :

ALASAN 1 :

Film LASTRI secara sengaja atau tidak sengaja merupakan suatu bentuk STRATEGI 
PROPAGANDA untuk membangun SIMPATI masyarakat dan penonton TERHADAP PAHAM 
KOMUNISME.
Strategi Propaganda ini sangat jelas karena :
1.a. Kisah percintaan yang melatarbelakangi film LASTRI hanyalah suatu bentuk 
aksesoris dan bingkai cerita untuk suatu PESAN UTAMA yang bertujuan membangun 
simpati masyarakat penonton dengan cara membiaskan peristiwa kekejaman komunis, 
khususnya peristiwa Lubang Buaya tahun 1965.
Bingkai cerita dan isi cerita yang digunakan film LASTRI hanyalah upaya 
tersembunyi untuk membangun CITRA DAN PERSEPSI positif terhadap kelakukan PKI 
dan onderbouwnya dimasa lalu melalui suasana keterharuan dan keberpihakan 
terhadap tokoh-tokoh cerita. Ditambah lagi dengan penyimpangan-penyimpangan 
sejarah, maka pada akhirnya film ini berpotensi menciptakan terbentuknya 
SIMPATI pada aksi-aksi Partai Komunis Indonesia (PKI).
Suasana cerita masa lalu yang dipadukan dengan teknik-teknik perfilman yang ada 
juga sangat berpotensi untuk memperbodoh masyarakat dalam bentuk kerinduan semu 
terhadap romantisme paham-paham komunisme masa lalu yang telah terbukti gagal 
di masa kini.

1.b. STRATEGI PROPAGANDA yang digunakan melalui film LASTRI ini sangat jelas 
meniru cara-cara yang digunakan oleh YAHUDI dalam membangun simpati terhadap 
Israel dan bangsa Yahudi melalui propaganda korban holocaust / pembantaian 
Yahudi di Eropa sekitar tahun 1930-an, baik melalui film maupun penguasaan 
jaringan media massa dan rumah produksi perfilman. Karena itu walaupun Eros 
Djarot berkilah bahwa di film tersebut tidak ada simbol-simbol PKI atau 
penyebaran paham komunisme, maka kami sampaikan memang demikian pula halnya 
strategi Yahudi dalam membangun simpati dan keberpihakan masyarakat dunia 
terhadap Israel. Sehingga banyak warga dunia akhirnya berpihak pada Israel 
walaupun Israel mencaplok tanah Palestina dan bahkan saat mereka membantai 
ribuan warga Palestina.
Sekali lagi, film LASTRI adalah bentuk STRATEGI PROPAGANDA untuk membenarkan 
aksi-aksi PKI di masa lalu.
1.c. Dengan sangat jelas pula, Eros Djarot mengakui bahwa film LASTRI yang ia 
gagas diilhami oleh sebuah buku berjudul "Suara Perempuan KORBAN TRAGEDI '65 " 
yang ditulis Ita F. Nadia. Dimana Eros mengatakan dalam Director's Note 
(Catatan Penggagas dan Sutradara) bahwa, "… mereka memberi kesaksian bahwa 
peristiwa 1 Oktober 1965 di Lubang Buaya yang selama ini sengaja disebarluaskan 
seperti yang dipahami dan diyakini masyarakat sebagai kebenaran, ternyata hanya 
sebuah dongeng yang merupakan rekayasa politik belaka… Sikap kemanusiaan, 
menghormati dan meluruskan hak-hak mereka inilah yang juga menjadi tema sentral 
dari karya film yang akan saya buat ini" . Jadi semakin jelas bahwa MOTIF DAN 
NIAT penggagas dan sutradara film ini didasari keyakinan bahwa kekejaman PKI di 
masa lalu ia anggap sebagai DONGENG DAN REKAYASA POLITIK.
Ini berarti ia menganggap dongeng terhadap peristiwa pembantaian PKI dan 
onderbouwnya terhadap ribuan ulama dan santri di pulau Jawa dan penduduk sipil 
lainnya serta tentara dan para Jenderalnya. Sekali lagi, melalui fim LASTRI, 
Eros Djarot ingin MEMBENTUK CITRA DAN OPINI bahwa peristiwa pembantaian PKI di 
masa lalu hanyalah dongeng.

ALASAN 2 :

Pembuatan film LASTRI melanggar seperangkat perundang-undangan, yaitu :
2.a. TAP MPRS No.XXV Th.1966 ttg Pembubaran PKI & Larangan penyebaran paham 
Komunisme,Marxisme & Leninisme. TAP MPRS tsb masih berlaku & lebih tinggi dari 
UU, walau pun pernah diusulkan Gus Dur saat menjabat Presiden RI utk DICABUT, 
namun usulan tsb telah ditolak keras oleh DPR / MPR RI.

2.b. UU No.27 Th.1999 ttg Penambahan Pasal 107 KUHP mengenai sanksi pidana thd 
orang2 yg menyebarkan paham Komunisme,Marxisme & Leninisme.

2.c. KUHP Pasal 107 yg baru tsb mengancam siapa pun yg terlibat penyebaran 
paham Komunisme,Marxisme & Leninisme dgn pidana bervariasi dari 7 s/d 20 tahun 
penjara. Jadi, pembuatan film tsb, termasuk pemberian izinnya oleh Mabes Polri 
sebagai bentuk PEMBANGKANGAN thd KONSTITUSI & PERUNDANG-UNDANGAN RI. Anehnya, 
SBY sbg seorang Prajurit TNI, sekaligus Presiden RI masih belum bersikap thd 
film yg akan merusak citra TNI & membelokkan sejarah bangsa Indonesia. Patut 
dipertanyakan sampai sejauh mana keprajuritan SBY, bahkan mesti segera dijawab 
ada hubungan apa antara beliau dgn PKI, mengingat kehidupan mudanya di PACITAN, 
yg dulu juga dikenal sbg salah satu Basis PKI ? Ini bisa menjadi FITNAH 
BERBAHAYA jika SBY membiarkan film tsb diproduksi.

ALASAN 3 :

Karena tidak ada kesesuaian isi cerita film dengan fakta di lapangan, maka 
MABES POLRI harus MEMBATALKAN SURAT IZIN FILM LASTRI yang pernah diberikan oleh 
Kepala Badan Intelijen Keamanan Kabid Yamin Kombes Pol Edy Janto dari Mabes 
Polri tertanggal 28 Agustus 2008.
* Karena Kapoltabes Solo Kombes Pol Ahmad Sukrani melalui Kasat Intelkam 
Poltabes Solo Kompol Jaka Wibawa, pada bulan Nopember 2008 (harian Republika 13 
Nopember 2008), telah melakukan klarifikasi ke Mabes Polri dimana ditemukan 
fakta bahwa ternyata isi /nuansa ceritanya berbeda dengan saat izin diberikan 
oleh Kepala Badan Intelijen Keamanan Kabid Yamin Kombes Pol Edy Janto dari 
Mabes Polri tertanggal 28 Agustus 2008. Dengan temuan ini Kapoltabes Solo 
Kombes Pol Ahmad Sukrani tidak mengizinkan produksi film ini di Solo.
Dalam hal ini DPP-FPI mempertanyakan pula bagaimana Mabes Polri dapat memberi 
izin dengan mudahnya kepada film Lastri ini. Apabila ada perbedaan antara isi 
dengan fakta maka seharusnya Mabes Polri segera menangkap Eros Djarot karena 
telah melakukan penipuan. Sebaliknya kalau izin diberikan sedangkan Mabes Polri 
sudah mengetahui isi ceritanya maka seharusnya Mabes Polri memberi penjelasan 
kepada masyarakat mengapa dibiarkan diproduksinya film yang berpotensi 
membangkitkan semangat gerakan komunisme.
Seharusnya Mabes Polri dan juga TNI berada digaris terdepan untuk memberantas 
berbagai upaya bangkitnya komunisme di negeri Indonesia yang kita cintai ini.

ALASAN 4 :

Film LASTRI ini berpotensi menghambat upaya-upaya pemerintah menghindarkan 
keresahan sosial dan SARA dan upaya membangun kerukunan sosial dan beragama. 
Keresahan sosial / SARA telah dilaporkan beberapa komponen masyarakat, antara 
lain :

4.a. Gabungan berbagai Tokoh Masyarakat Solo, LSM, Praktisi Hukum dan 
Organisasi Massa yang ada di Solo dan sekitarnya telah beberapa kali mengadakan 
upaya penolakan melalui berbagai instansi pemerintah setempat dan langsung 
kepada Eros Djarot. Pada tanggal 18 Nopember 2008, sekitar 19 tokoh dan 
pimpinan Ormas yang ada di Surakarta membuat surat penolakan berjudul PETISI 
ANTI KOMUNIS DAN PENOLAKAN FILM LASTRI yang ditujukan kepada PRESIDEN REPUBLIK 
INDONESIA dengan tembusan Kapolri, Panglima TNI, Kejagung, Mendagri, dll.

4.b. Warga Desa Malangjiwan Colomadu, Karang Anyar, melalui surat yang dikirim 
Kades Parjoko. Suraji, selaku kordinator masyarakat Colomadu, menyampaikan rasa 
khawatir syuting film dengan seting tahun 1965 itu dapat mengganggu 
kondusifitas di Malangjiwan dan membangkitkan semangat PKI. Masyarakat setempat 
menyatakan siap mengerahkan masa jika syuting tetap dilaksanakan.

4.c. Keberatan juga dilontarkan Veteran RI anak ranting Colomadu. Melalui surat 
yang dikirim ketuanya, Warigit, para veteran juga mendesak Bupati untuk 
membubarkan pembuatan film tersebut. Karena dikhawatirkan menghidupkan kembali 
PKI di Indonesia. Kesombongan Eros Djarot di berbagai media dgn mengatakan bhw 
FPI dkk yg menolak pembuatan film LASTRI adalah orang-orang buta, tidak kenal 
warrna & tdk paham cinta serta tdk menghargai ekspresi, bahkan dia menantang & 
berteriak ttg "suara siapa nanti yg lebih keras & yg akan menang", merupakan 
sikap kekanak2an sekaligus upaya penyesatan opini & pembodohan masyarakat. 
KONON, kabarnya salah seorang keluarga terdekat Eros Djarot saat menjelang 
wafat pernah minta dibacakan buku DAS KAPITALIS karya KARL MARX. Jadi, tidak 
heran jika Eros Djarot ngotot ingin bela PKI lewat filmnya tsb.

FPI siap mengemukakan argumentasi penolakan secara CERDAS, ELEGAN & BERWIBAWA 
serta sesuai perundang2an yg berlaku. Bagi FPI : PKI adalah PKI, pengkhianat 
Bangsa & Negara, yg telah mengangkangi Agama & Pancasila, serta merongrong 
keutuhan NKRI. PKI adalah PEMBANTAI Ulama, Santri, Rakyat & Para Jenderal 
pemimpin Bangsa. Walau TNI & POLRI masih bungkam, maka FPI tdk akan pernah 
bungkam. Katakan yg HAQ walau PAHIT rasanya.

DPP FPI memuji & mendukung sepenuhnya sikap FPI SOLO bersama komponen 
masyarakat lainnya di Solo yg menolak pembuatan film tsb. DPP FPI mendorong utk 
terus berjuang pantang mundur.

Demikian Pernyataan Sikap Dewan Pimpinan Pusat – Front Pembela Islam (DPP – 
FPI) ini dibuat untuk menjadi perhatian berbagai pihak.

Jakarta, 22 November 2008

DPP - FPI

artikel sebelumnya

Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam, Jalan Petamburan 3/17, Tanah Abang, 
Jakarta Pusat. Telp:021-534-1250.
Salurkan dana anda untuk mendukung FPI dalam perjuangan penegakan Amar Ma'ruf 
Nahi Munkar melalui Bank Muamalat No. Rekening 301.00360.15 Atas Nama DPP-FPI.
[EMAIL PROTECTED], All Rights Reserved. Comment and Suggestion, send to [EMAIL 
PROTECTED]
Developed By OYiE Creative.


 ---------------
Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo


Allah yang disembah orang Islam tipikal dan yang digambarkan oleh al-Mushaf itu 
dungu, buas, kejam, keji, ganas, zalim lagi biadab hanyalah Allah fiktif.



      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke