Sassis bener, sutan sontoloyo aka jusfiq maradjolelo itu tidak tahu diskusi 
yang adalah dialog, tahunya khotbah yang adalah monolog...

Makanya sungguh jarang sutan sontoloyo bisa berpendapat. Dan ngoceh rada 
panjang begitu tanda pernya kesenggol. 

Bisanya cuma mengutip "kata PBB"; "kata Vatikan"; "kata bonobo" dlsb. Lalu 
dikhotbahkan bertubi-tubi seolah itulah satu-satunya kebenaran. Seolah dia 
adalah Musa yang mau menyelamatkan seisi dunia. 

Padahal, jusfiq sutan sontoloyo hanyalah kusir delman yang ngaku ngetem di 
depan Pasar Kaji. Ribut berulang-ulang menggiring orang naik dia punya delman 
agar sampai ke tujuan. 

Padahal, semua orang liat - cuma dia sendiri yang nggak mau liat - bahwa itu 
delman tanpa kuda. Mau menuju ke mana sir, kusir? 

Delman mandeg tanpa kuda ngakunya ngetem di pasar kaji. 

Dasar jusfiq, bisanya unjuk kedunguan, ngibul dan memfitnah... 
http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/108960


"My refuge is humanity" 
— ini kata rabindranath tagore 

Lantas, apa kata jusfiq si pengungsi? 

Di mana dia berlindung? 



--- utusan.allah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Dipo ini jelas orang yang nggak begitu waras...
>
> Dan tidak tahu diuntung.
>
> Saat berita tentang orang kurang gizi dan buruk gizi begitu banyak
> kita baca di koran Indonesia, sejak berbulan-bulan dipo tetap 
> saja ribut tentang orang miskin di negeri Belanda yang adalah 
> negeri makmur yang punya jaminan sosial dan jaminan kesehatan 
> yang termasuk paling bagus di Eropa.
>
> Udah entah berapa kali saya bilang bahwa yang dibilang miskin di
> negeri Belanda yang makmur itu nggak bisa disamakan dengan miskin
> dengan ukuran Indonesia..
>
> Dengan bermacam subsidi seperti subsidi sewa rumah, subsidi 
> pembeli perabotan rumah tangga dll. orang yang berpenghasilan 
> rendah bisa hidup dengan memadai. 
>
> Lha gembel aja dapat tunjangan tiap bulan dan, sekali setahun, 
> dapat...tunjangan untuk pakansi..
>
> Tapi ada yang dililit hutang kredit dan....dibantu oleh voedsel 
> bank. 
> 
> Negeri Belanda itu negeri makmur.
> 
> Lalu dia bilang saya nggak bekutik ketika dia reposted foto dari
> "magnum" sebagai bukti kemiskinan.. .
>
> Pertama, sekali lagi, mereka itu tidak bisa disebut miskin menurut
> ukuran Indonesia, lihat aja apa yang ada di meja makan disalah 
> satu foto itu dan handphone yang ada di beberapa foto...
>
> Kedua, tidak ada yang bisa membuktikan bahwa mereka semuanya  
> adalah penduduk Belanda.
>
> Di Eropa ada gipsy yang suka berpindah-pindah dan orang ilegal... 
>
>
> --- ajegile <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > Jadi, jusfiq nggak bekutik lagi setelah ngotot ngibul nggak ada
> > kemiskinan di Belanda 
http://groups. yahoo.com/ group/proletar/ message/205145
> 
> > Padahal, hadi bawa bukti yang sangat valid: 
> >
> > http://www.magnumph otos.com/ Archive/c. aspx?VP=XSpecifi c_MAG.StoryDetai 
> > l_VPage&pid= 29YL53018CMR
> >










      

------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke