masalah si erik, emang keliatan konyol.

itu kan udah ada hukumnya, dilarang menyebarkan berita spekulatif
negatif seperti itu, dan lagi 'most likely' berita itu dari singapore.  

masalahnya si erik cuman 'copy and paste' aja berita negatif kayak
gitu pada saat dikirim ke customernya.  kalo ditambahan kata "ini
gosip", nggak akan kena tuh erik.

stupid mistake...




--- In [email protected], ajegile <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> Kalaupun ketololan itu ada, maka tugas pemerintahlah untuk memimpin
penggusurannya dari wilayah Indonesia. Bukan malah memeliharanya untuk
memakai cara-cara kuno. 
> 
> ajeg= 
> 
> --- Adhie Massardi <massardispoke@> wrote: 
> 
> > Saya jadi ingat lagi sama kasus Erick Ardiansyah staf PT Bahana 
> > Securitas yang masih dipenjarakan Mabes Polri, akibat email...!
> >
> > PERTANYAANNYA
> >
> > 1. Apakah pemerintah kita ini begitu tidak percaya diri sengga 
> > sepotong email dianggap bisa mengganggu stabilitas?
> >
> > 2. Apakah stabilitas di negeri kita begitu rapuhnya sehingga bisa 
> > diguncang oleh sepotong email?
> >
> > 3. Apakah kita semua begitu bodohnya sehingga bisa diteror untuk 
> > khaos oleh sepotong email?
> >
> > 4. Apakah pemerintah menganggap kita begitu tololnya sampai-
> > sampai sepotong email dianggap bisa membuat kita berlaku tolol?
> >
> > 5. Apakah kita begitu tololnya sehingga setuju dengan klaim 
> > pemerintah bahwa kita, rakyat Indonesia, memang amat sangat tolol 
> > sehingga orang seperti Erick harus dibui agar tidak mengacaukan 
> > kehidupan kita?
> >
> > 6. Jangan-jangan kita memang tolol karena ternyata ya kita diam 
> > saja...!
> >
> > 7. Atau jangan-jangan saya sendiri yang tolol karena 
> > mempersoalkan persoalan yang hanya menjadi persoalan bagi orang 
> > tolol?
> >
> > Salam!
> > 
> > Adhie M Massardi
> >
> > --- ajegile <ajegilelu@> wrote: 
> >
> > > Mungkin kepingin gaya-gayaan biar mengundang pesona "seperti 
> > > Amerika". 
> > >
> > > Masih segar dalam ingatan, setelah serangan 11 September 
> > > pemerintahan Bush melakukan pengawasan ketat terkait Patriot 
> > > Act sehingga digambarkan sampai memata-matai tempat tidur 
> > > rakyat segala. Dalam hal P2P (peer to peer) pengawasan 
> > > pemerintah diejek sebagai "the anarchist in the library". 
> > >
> > > Di Indonesia bukan sekali ini pemerintahan SBY menyalahgunakan 
> > > sains-teknologi. Upaya membenturkan teknologi dengan masyarakat 
> > > semacam ini memang perilaku kuno yang akan mengatar bangsa ini 
> > > ke alam kebodohan. 
> > > 
> > > --- From: http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/12/01/02175298/
kuno.amat
> > > > 
> > > > Ada yang salah dengan pemerintahan yang akan berakhir 
> > > > kekuasaannya pada pertengahan tahun depan sampai terpilihnya 
> > > > presiden dan kabinet baru ini. Jarum jam kemajuan dan 
> > > > reformasi sepertinya mau dibawa mundur ke era kekuasaan Orde 
> > > > Baru yang ekspresif dengan rencana untuk membentuk instansi 
> > > > yang akan memonitor situs web, termasuk blog. 
> > > > 
> > > > 
> > > 
> >
>



------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke