Islam Gagal Bersaing Sebagai Kompensasinya: Timbulkan Bencana !
Ada agama bersaing dengan merebut hati penduduk dengan mem-bagi2
Supermie yang dibagikan kepada umatnya maupun kepada bukan umatnya.
Islam kalah bersaing karena tidak punya Supermie untuk di-bagi2kan
kepada umatnya sendiri apalagi kepada umat lainnya.
Meskipun Islam kalah bersaing dalam bagi2 kebahagiaan, tetapi Islam
lebih menang bersaing dalam bagi2 malapetaka bencana, baik bencana
kepada umat lainnya seperti bakar gereja, maupun bagi2 malapetaka
kepada sesama umat Islamnya sendiri seperti menjarah harta benda umat
Islam Ahmadiah.
Semua itu akhirnya terpulang kepada manusianya, apakah dia mau bahagia
atau memilih malapetaka. Biasanya tergantung hasil persaingan umum,
bila dia menang bersaing rasanya mau membahagiakan semua orang,
sebaliknya kalo kalah bersaing maunya menimpakan bencana kepada semua
orang.
> "Erwin Arianto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Saat ini ditengah kondisi Kompetisi yang
> sangat ketat, semua orang berlomba untuk
> menjadi pemenang, walau dengan cara apapun,
> hal ini baik kita berkompetisi, tetapi
> terkadang ketika kompetisi dimulai, kita
> menyiapkan mental untuk berani Menang, lalu
> bagaimana jika sebaliknya yang terjadi kita
> kalah, yang banyak terlihat jika kita
> mengalami kekalahan kita akan berbuat merusak,
> dan tidak dapat menerima kenyataan bahwa kita
> kalah.
>
Dalam semua bidang kehidupan selalu kita harus bersaing, yaitu
bersaing dalam pekerjaan, bersaing merebut pekerjaan, bersaing dalam
sekolah, bersaing dalam keahlian, bersaing dalam perdagangan, bersaing
dalam teknologi, bersaing dalam AGAMA, dan bersaing dalam menyebarkan
berita.
Demikianlah, umat Islam merasa tidak ada agama lain yang bisa dan
boleh menyainginya karena Islam adalah agama yang paling benar, paling
kuat, paling pandai, paling kaya, dan paling segalanya.
PADAHAL dalam persaingannya Islam dengan semua agama lainnya ternyata
selalu kalah meskipun tidak mengakui kekalahannya dan selalu mengaku
menang. Contoh saja Hizbullah yang babak belur dihajar oleh pasukan
Israel, mereka menggeh2 minta gencatan senjata yang akhirnya oleh
tekanan Internasional, Israel menghentikan pembomannya. Begitu bomb
berhenti, Hizbullah mengaku sebagai pemenang perang.
Semua yang bersaing tentunya bisa menang dan bisa kalah. Yang menang
harus bisa meningkatkan terus kemampuannya agar jangan terkejar oleh
mereka yang masih kalah, dan yang kalah tentu menyadari kelemahannya
untuk diubah, diperbaiki, dan ditingkatkan se-besar2nya agar bisa
mengejar si pemenang untuk dimenanginya dikemudian hari. DEMIKIANLAH
TEORI BERSAING YANG SEHARUSNYA.
Tetapi kaum muslimin memiliki cara bersaing tersendiri, kalo menang
bersaing, maka yang kalah harus didholimi dan dimusnahkan. Sebaliknya
kalo kalah dalam bersaing, maka yang menang juga akan dibakar
gerejanya atau dibakar mesjidnya. Dalam Islam tidak dikenal kata
"Kalah", karena kalah atau menang rumusnya sama, yaitu terror siapa
saja dengan Jihad Islam.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/