--- Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 

At 11:48 AM 05-12-08, ajegile wrote:
> >
> > Sekali lagi, kalau partai / caleg dst. yakin 
> > tidak pernah meninggalkan rakyat, mereka tidak 
> > perlu takut ditinggalkan rakyat. Percayalah.
> >
> > Persoalan dengan golput di sini bukanlah 
> > memenangkan Budiman cs (peluang menang mereka 
> > besar kok), tapi bagaimana mendorong partai 
> > untuk mulai bekerja memenangkan tujuan akhir, 
> > memenangkan cita-cita bersama.
> >
> > Golput adalah barometer. Kalau kinerja partai 
> > membaik, dengan sendirinya angka golput mengecil.
> >
> ini juga bohong.. buktinya di amrik.. golput (kalau definisinya orang yg 
> gak ikut nyoblos) tetap besar  walau semuanya berjalan baik... begitupun 
> di smeua negara demokrasi yg sudah matang..

Lantas apa persoalannya? 
Kalau di semua negara demokratis boleh ada golput (dan 
"tetap besar") kenapa di Indonesia nggak boleh? 

> >
> malah aneh kalau pesertany anyampai diatas 80 persen
> disana mrk tahu.. , bhw kalau kurang jumlahnya gak ngaruh, cuma di 
> bilang letigimasinya kurang tapi tetap legitimate..

Legitim secara de jure. Tapi de facto, tidak 
didukung mayoritas (yang 80% itu). Mana sebutan yang 
tepat untuk kondisi seperti ini, "demokratis" 
atau "minoritas otoriter" (otorita dengan dukungan minim)? 

> >
> sebenarny ayg sataya gak setuju mojok tapi kira dpt buat erubahan, kalau 
> di Amrik,, yg gakmilih memang percaya bhw tanpa dia  ikut aspirasinya 
> sdh tertampung dan gak akan repot   teriak golput..( eh pakar ttg 
> Amrik.. betul gak sih pendapat ku ?/ smile))

Coba sekali-sekali belajar buka kuping. Dengarkan 
pendapat orang. "Mojok" itu kan menurut Anda, 
dan itu sudah dibantah beberapa orang di sini. 
Rusaknya negara ini juga karena para wakil rakyat 
nggak mau dengar suara rakyat. Maunya cuma  
"suara pemilih" dalam pemilu. 
Layanan mereka terhadap rakyat dalam 
membuat undang-undang juga kebanyakan tidak 
berdasarkan suara rakyat & pemilih, 
tapi berdasarkan kepentingan sesaat partai. 

> >
> sangat amat tidak yakin.... bhw yg anda sbeut golpout ( kalau yg 
> dimaksud yg gak ikut milih) punya kesamaan pandang.
> pastinya  ada yg alamatnya salah, ada yg udah mati, ada yg memang gak 
> perduli..

Anda nggak perlu yakin, nggak perlu percaya, 
bahkan nggak perlu mendengar. Anda kan cuma 
kasih "usul", dan maunya usul itu diterima tanpa syarat 
- sambil melupakan cita-cita orang banyak. 
Anda juga nggak perlu mikir. 

> >
> justru pandangan spt anda ini kalau benar .. ya 
> bikin aja partai.. wong ada kesamaan poendapat 
> kok..pasti bisa menjadikan anda dan Suhaimi di Senayan..
> lebih jangan gede gede in dee..smile..

Anda ndableg. 
Sudah berulangkali dikasih tau bahwa golput 
nggak akan jadi partai. Kalau pun ada yang 
coba bikin "partai golput", jelas itu bukan 
menyuarakan golput. Silakan pakai nama lain. 

> > 
> ah  kalau kata saya .. kemajuan ada.. tapi lambat dan itu.. krn salah 
> pemilihnya kenapa milih mrk ??

Nah, sekarang Anda menyalahkan pemilih. 
Anda rupanya belum tau ya kalau dalam pemilu itu 
orang punya hak untuk memilih siapa saja dan, 
tentu, hak untuk tidak memilih. 

> >
> kenapa gak tahu bhw mrk akan bgt ?/ cerdaskan diri kita ( jangan mojok),
> diskusikan kenapa kita hrs milih a tau b dan bukan c secara objektip..

Yang pasti mereka bukan Anda. 
Dan Anda nggak boleh memaksakan kehendak pada 
semua orang. Nggak demokratis itu namanya. 
Kalau didiskusikan, dengan "diskusi" seperti apa? 
Yang mendengarkan pendapat orang lain atau yang 
memaksa orang menyetujui usulan Anda? 

> > >
> > Jadi, golput memang bukan kumpulan yang punya 
> > kesatuan cita seperti di organisasi-organisasi 
> > itu. Golput adalah kumpulan manusia dari latar 
> > beragam tapi punya kesamaan pandang tentang 
> > upaya politikus menggapai cita-cita bersama.
> >
> ini saya amat ragukan.
> jika ini merujuk kepada jumlah yg  tidak memilih.., kalau merujukke anda 
> dan Suhaemi mungkin betul..,

Sejauh ini Suhaemi dkk. betul karena tetap 
berpegang pada cita-cita bersama. Anda salah, 
karena terus mojok dengan cita-cita sendiri. 
Bermain dengan pikiran sendiri lalu menyalahkan 
orang lain, semua orang. Yang golput maupun 
yang memilih. 
Selanjutnya siapa lagi yang harus Anda salahkan 
dalam hidup ini? 

> > >
> > Setiap orang bebas untuk "masuk" atau "keluar" 
> > golput (tentang kebebasan ini barangkali masih 
> > ingat obrolan di: 
> > http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/message/105628 
> > http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/message/105628 
> >
> ah ini bohong besar kok 

Begitukah? 
Oke, jadi Anda menyatakan Budiman Sudjatmiko 
berbohong soal 'menang-kalah'? 
Anda juga mau bilang surat suara jaman Orba 
(untuk DPR, DPRD-I, DPRD-II) warnanya putih semua? 

Anda ini mau usul, diskusi, atau lagi frustasi 
lantaran kenyataan tidak sesuai dengan khayalan Anda, 
kok ngotot amat mandang diri paling bener.. 

Gini aja deh, sebelum Anda tambah ngawur dan 
mumpung masih dalam suasana lebaran haji, 
mendingan Anda bicara soal "Pohon Soekarno" yang 
di Arafah itu. Kasih kita-kita di sini pencerahan 
soal apa itu "Pohon Soekarno" sebab keliatannya 
Anda ahli betul soal tumbuhan (dan ternak). 

Besar lho pahalanya ngasih pencerahan - yang benar - ke 
orang banyak, apalagi pas musim lebaran haji.. 


> > > 
> > Atau, boleh jugalah golput itu diurai dengan 
> > kata-kata seperti ini:
> >
> > “There are strong democratic pressures 
> > almost in the air without them having to be 
> > organised in a systematic way”
> > 
> > - ólafur ragnar grimson
> > presiden Islandia
> > (tanah es yang ternyata punya kehangatan)





      

------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke