Layanan
www.pkpi.co.cc
:


7
Tatanilai Persatuan Indonesia Penjuru Stimulus Ekonomi




Buku UUD1945
Dan Perubahannya + Struktur Ketatanegaraan
[Indonesia Tera, ISBN 979-775-047-7] mensuratkan tentang 7 (tujuh)
Tatanilai Persatuan Indonesia adalah (1) Mampu menempatkan persatuan,
kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai
kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan, (2)
Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa
apabila diperlukan, (3) Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan
bangsa, (4) Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah
air Indonesia, (5) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, (6) Mengembangkan
persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika, (7) Memajukan
pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Sementara itu terberitakan tentang
Fokuskan Stimulus untuk
Serap Tenaga Kerja
[MERDEKA, 7 Januari 2008] yang ternyata hanya berkutat di Sektor
Industri yang berbasis budaya “anak panah”, sedangkan Indonesia
juga bermuatan sektor pertanian yang berbasis budaya “siklus waktu”
[KIAMAT 2012,
Lawrence E. Joseph, ISBN 978-979-22-4055-9]. Siklus Waktu mengacu
pada kontinum abadi, seperti siang dan malam, musim dingin, musim
semi, musim panas, musim gugur, pasang surut Bulan. Masyarakat Barat
kontemporer pascaindustri menekankan laju waktu yang mirip Anak
Panah, berlalu lebih cepat dan semakin cepat, berkedip dan berbunyi
di jam, oven microwave, ponsel dan pintu putar. Kesukaan terhadap
Anak Panah mengungkapkan orientasi masyarakat terhadap perubahan dan
kemajuan, walaupun terkadang hingga mencapai titik pengabaian nilai2
abadi dan kekal. Ketidakseimbangan ini mungkin saja dampak pergeseran
dari ekonomi berbasis agrarian, yang sangat bergantung pada Siklus
Musim, menuju ekonomi produksi industri dan informasi yang tidak
terlalu tergantung pada irama alam.

Dengan kata lain, ditengah
sensitifitas kegalauan akibat dampak krisis ekonomi global bagi
ekonomi Indonesia kini, maka arah kebijakan pemanfaatan Dana Stimulus
apalagi terhitung dari Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) APBN
2008 adalah bijak juga diarahkan bagi sektor pertanian darat maupun
laut, khususnya bagi pertanian alternatif pengganti 7 komoditas impor
yang membebani devisa sekaligus mengurangi ketergantungan pada produk
pertanian asing dan menambah dorongan pro produksi dalam negeri serta
bantuan peralatan penangkapan ikan bagi para nelayan tradisional,
sebagai amunisi perkuatan rasa Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

Kebijakan publik berkeadilan pro
rakyat khususnya Dana Stimulus baik bagi sektor Industri maupun bagi
sektor Pertanian diatas akan merajut lebih mantap rasa Persatuan,
apalagi 2/3 potensi wilayah Indonesia adalah kebaharian/kelautan
sehingga tidaklah berlebihan pada penghujung tahun 2009 dapat bangga
disebut sebagai tahun Keadilan demi Persatuan Indonesia.
Jakarta,
7 Januari 2009
Dr
Ir Pandji R. Hadinoto, MH /
HP : 0817 983 4545 / www.nusakalapa.co.cc



      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke